Pemprov Jateng Tuntaskan Infrastruktur Air, Rob Berkurang dan Sawah Terairi

- Reporter

Selasa, 30 Desember 2025 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Sepanjang 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merampungkan pembangunan infrastruktur penguatan daerah aliran sungai (DAS) dan embung. Fasilitas tersebut terbukti mampu mengurangi dampak rob di Kota Pekalongan, penggunaan pompa tenaga surya di Sayung-Demak, serta meningkatkan irigasi pertanian lewat revitalisasi embung di Kabupaten Kendal.

Di Kota Pekalongan, Pemprov Jateng melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) menuntaskan pembangunan tanggul Sungai Bremi–Meduri sepanjang 2.333 meter. Konstruksi parapet beton cyclop tersebut berhasil meminimalkan dampak rob di tiga desa, yakni Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo.

Kepala Desa Mulyorejo, Samroni mengatakan, keberadaan tanggul membuat warga tidak lagi waswas menghadapi rob. Dia berharap kualitas hidup warga terus meningkat.

“Sejak adanya parapet ini, yang dulu hampir setiap hari ada luapan sungai, sekarang sudah tidak ada lagi. Jalan pun tidak tergenang,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).

Sementara itu, manfaat infrastruktur juga dirasakan petani di Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal. Revitalisasi embung setempat membantu pemenuhan kebutuhan air pertanian.

Salah satu petani, Matori, mengaku keberadaan embung sangat membantu, terutama saat musim kemarau. Embung berkapasitas 11.400 meter kubik tersebut mampu mengairi sekitar 25 hektare lahan pertanian.

Baca Juga :  Gubernur Ahmad Luthfi Minta Kepala Daerah Wajib Siaga Saat Lebaran

“Manfaatnya besar. Kalau musim kemarau biasanya tidak panen, sekarang bisa terairi dan hasil panen juga meningkat,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pusdataru Jateng, Henggar Budi Anggoro menjelaskan, sepanjang 2025 terdapat delapan pembangunan embung baru dan dua revitalisasi embung. Selain itu, terdapat 14 paket perbaikan daerah aliran sungai.

Ada pula pembangunan tanggul Sungai Bremi–Meduri di Pekalongan. Henggar menyebutkan, pada 2025 tanggul dibangun sepanjang 733 meter dari total 2.333 meter yang merupakan proyek tahun jamak sejak 2021.

“Untuk Bremi–Meduri, tanggul ditinggikan sekitar 1,5 meter. Dengan begitu, tiga desa yang sebelumnya selalu tergenang kini kondisinya sudah relatif aman,” ujarnya, melalui sambungan telepon.

Henggar menambahkan, pembangunan infrastruktur embung dan DAS pada 2025 secara umum telah rampung. Namun, terdapat dua embung yang masih menunggu penyelesaian pada tahun berikutnya, karena kendala teknis.

Terkait perbaikan DAS, Henggar menyebut sejumlah daerah aliran sungai yang menjadi kewenangan Pemprov Jateng, seperti DAS Pemali, DAS Bodri, DAS Kutho, dan DAS Blorong, terus mendapat perhatian untuk mendukung ketahanan pangan.

“Penanganan DAS saat ini masih bersifat darurat, terutama di Pemali dan Bodri. Fokus kami tetap pada ketahanan pangan, melalui peningkatan fungsi embung dan jaringan irigasi,” paparnya.

Baca Juga :  Fasilitas Kesehatan Mudik di Jateng Siap, Wagub Taj Yasin Ingatkan Pengemudi Pastikan Kondisi Fit

Selain itu, Pemprov Jateng juga akan mengoperasikan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Dukuh Lengkong, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Pengoperasian pompa ini merupakan instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, untuk mengatasi persoalan genangan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Ditambahkan, PATS berkapasitas 2 x 125 liter per detik itu bekerja dengan sistem hibrida, menggunakan panel surya dan suplai listrik. Peresmiannya dijadwalkan pada Rabu (31/12/2025).

“Wilayah Lengkong berada di elevasi rendah. Air rob sulit keluar dan saat hujan volumenya semakin bertambah. Dengan pemasangan pompa ini, kami harap persoalan genangan bisa teratasi,” imbuhnya.

Menyongsong 2026, Henggar menyebut Pemprov Jateng siap mengantisipasi bencana hidrometeorologis, salah satunya dengan menyiapkan 15 unit pompa mobile berkapasitas 250 liter per detik yang siap diterjunkan saat banjir.

Meski demikian, dia mengajak masyarakat turut menjaga lingkungan, agar dampak siklus hidrometeorologis dapat diminimalkan.

“Ini harus dibarengi langkah konkret dari masyarakat, misalnya tidak merusak DAS yang sudah dibangun,” pungkas Henggar.*

Berita Terkait

Jelang Kurban, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Kesehatan Hewan Keliling
Banjir Solo Raya, Gubernur Luthfi Turun Lapangan Pastikan Penanganan Maksimal
Sekda Jateng Ajak Tinggalkan Gadget, Perkuat Komunikasi dalam Keluarga
Wagub Taj Yasin Ajak Warga Jateng Saling Memaafkan di Momen Syawal
Semarak Abhirama Ranggawarsita 2026, Edukasi hingga Hiburan dalam Satu Event
Komitmen Jateng Atasi Sampah, Aglomerasi Regional Siap Tekan Timbulan Hingga 3.000 Ton
Healing Jadi Andalan Baru, Pemprov Jateng Jaga Kesehatan Ternak Desa
PPRT Batang Diproyeksikan Jadi Percontohan di Jawa Tengah

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 16:27 WIB

Jelang Kurban, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Kesehatan Hewan Keliling

Rabu, 15 April 2026 - 15:23 WIB

Banjir Solo Raya, Gubernur Luthfi Turun Lapangan Pastikan Penanganan Maksimal

Selasa, 14 April 2026 - 17:26 WIB

Sekda Jateng Ajak Tinggalkan Gadget, Perkuat Komunikasi dalam Keluarga

Selasa, 14 April 2026 - 11:01 WIB

Wagub Taj Yasin Ajak Warga Jateng Saling Memaafkan di Momen Syawal

Senin, 13 April 2026 - 19:43 WIB

Semarak Abhirama Ranggawarsita 2026, Edukasi hingga Hiburan dalam Satu Event

Berita Terbaru