Ahmad Luthfi: Tepa Selira dan Gotong Royong Jadi Kekuatan Membangun Jawa Tengah

- Reporter

Minggu, 15 Maret 2026 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot berbagai program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, penurunan angka kemiskinan, menarik investasi, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Namun, keberhasilan program tersebut tidak bisa dicapai jika pemerintah berjalan sendiri. Karena itu, Pemprov Jawa Tengah menggandeng berbagai pihak untuk terlibat dalam pembangunan, mulai dari kalangan swasta, akademisi, hingga tokoh masyarakat. Dikatakan, membangun Jawa Tengah dengan jumlah penduduk 38,56 juta dengan 7,809 desa itu tidaklah gampang.

“Kami bukan superman yang semuanya bisa, tetapi kami adalah supertim. Kerja tidak boleh sendiri, tidak boleh parsial, tidak boleh menange dewe. Semua komponen masyarakat harus ikut membantu. Butuh kolaborasi bersama dalam membangun Jawa Tengah,” ungkap Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menggelar silaturahmi dan buka bersama dengan para relawan Jawa Tengah di Gradhika Bakti Praja, Semarang, Sabtu malam, 14 Maret 2026.

Dijelaskan, untuk mewujudkannya, pemerintah provinsi butuh integrasi dengan pusat dan kolaborasi dengan 35 kabupaten/kota sampai di tingkat desa. Perlu menggandeng semua komponen dan bersama-sama. Bahkan ia selalu menekankan, pemimpin daerah di Jateng harus mampu menjadi manajer marketing untuk menjual potensi wilayahnya agar investasi masuk.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Disambut Warga, Muh Haris Minta Diperluas

“Syarat investasi adalah jaminan keamanan dan ketertiban. Kalau nafas gotong royong tidak ada, maka tidak bisa membangun. Sesama anak bangsa jangan sampai iri, dengki, jangan mengatakan yang tidak etis. Kita punya tata krama, punya adab. Jawa Tengah punya adigang adigung adiguna, tata tentrem raharja,” ungkap Ahmad Luthfi.

Ahmad Luthfi berpesan, sebagai duta Jawa Tengah, relawan diwanti-wanti untuk tidak mudah terpancing menghadapi perkembangan situasi.

“Jangan melanggar hukum, jangan menyakiti orang lain. Kita tetap harus santun karena adabnya Jawa Tengah adalah sopan santun dan tata tentrem. Jika ada masyarakat yang tidak puas, jadikan itu sebagai spirit untuk terus bekerja dalam membangun Jawa Tengah,” ungkapnya.

Gubernur mengatakan, semua komponen mempunyai peran dan fungsi masing-masing. Jangan ada pecah belah apapun kepentingannya. Semua harus saling asah, asih, asuh.

“Ayo membangun Jawa Tengah dengan sopan santun dan bersama-sama,” kata Ahmad Luthfi.

Dijelaskan, relawan juga dinilai memiliki peran penting sebagai bagian dari masyarakat yang dapat ikut menyukseskan visi dan misi pembangunan di Jawa Tengah. Menurutnya, relawan diharapkan dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah. Salah satu peran yang bisa dilakukan adalah menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di daerah masing-masing.

Baca Juga :  Friendship Run, Kuliner Gratis, dan GPM Meriahkan Penutupan HUT Jateng

Masalah yang ditemukan di lapangan tersebut dapat diinformasikan kepada pemerintah agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangannya, baik oleh pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat.

Setelah persoalan tersebut mendapatkan penanganan, relawan juga diharapkan ikut menyosialisasikan hasil kerja pemerintah kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat mengetahui bahwa berbagai permasalahan yang ada telah ditangani secara bertahap.

Selain itu, relawan juga diharapkan berperan aktif dalam menangkal penyebaran hoaks yang saat ini marak beredar, khususnya di media sosial.

Banyak informasi yang beredar dinilai tidak utuh, bahkan berupa potongan video yang digabungkan sehingga menimbulkan persepsi keliru dan berpotensi melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Apapun yang dikatakan masyarakat di media sosial adalah cambuk bagi kita sebagai pejabat publik untuk lebih giat bekerja. Saya yakin masyarakat Jawa Tengah masih punya hati nurani dalam rangka tepa selira dan gotong royong dalam membangun Jawa Tengah,” ungkap Ahmad Luthfi.

Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah provinsi untuk menyelesaikan persoalan yang ada dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, relawan diharapkan dapat membantu memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.*

Berita Terkait

Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah
Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026
Sekda Jateng Usulkan RUU Kabupaten/Kota Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah
Kafilah MTQ Nasional hingga Pelajar Ramai-Ramai Cukur Gratis Stan Baznas Jateng
Jokowi dan Sejumlah Tokoh Solo Terima Anugerah BAMAGNAS 2026
Dengarkan Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya dan Perhatikan Lingkungan
Cegah Jerat Judol dan Pinjol Ilegal, Ning Nawal Ajak Kader PKK Jadi Agen Literasi Keuangan
Ahmad Luthfi: JTAB Bikin Petani Jateng Digaji Panen Dibeli

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:11 WIB

Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah

Jumat, 18 September 2026 - 18:14 WIB

Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:24 WIB

Sekda Jateng Usulkan RUU Kabupaten/Kota Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 15:17 WIB

Kafilah MTQ Nasional hingga Pelajar Ramai-Ramai Cukur Gratis Stan Baznas Jateng

Jumat, 18 September 2026 - 07:44 WIB

Dengarkan Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya dan Perhatikan Lingkungan

Berita Terbaru