Ning Nawal Dorong Sinergi IPEMI Bina UMKM Perempuan dan Perluas Pasar Digital

- Reporter

Rabu, 1 April 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin,M.S.I, meminta Ikatan Pengusaha Perempuan Muslimah (Ipemi), untuk melakukan pembinaan intensif terhadap pelaku UMKM perempuan.

Istri Wakil Gubernur ini meyakini, pelaku usaha perempuan memiliki andil besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menjalankan tugas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Ning Nawal, panggilan kabarnya membeberkan, pertumbuhan ekonomi Jateng meningkat dari 4,95 persen pada 2024 menjadi 5,37 persen pada 2025.

“Harapannya Ipemi memberikan dampak positif, dan pergerakannya ini banyak berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi di Jawa Tengah ini,” katanya, seusai menghadiri acara Pemilihan Duta Muslimah Preneur Jawa Tengah 2026, di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Rabu (1/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Nawal juga memberikan arahan kepada jajaran Pengurus Daerah (PD) Ipemi dari Kabupaten Pati, Batang, Purworejo, Demak, Pekalongan, dan Kota Pekalongan, yang dikukuhkan secara serentak.

Dia berpesan, agar berbagai jenis usaha yang dimiliki anggota Ipemi terus dikembangkan. Di sisi lain, organisasi juga diharapkan mampu membina pelaku UMKM perempuan yang baru merintis, agar dapat naik kelas.

Baca Juga :  Sekda Jateng: BUMD dan BLUD Harus Lebih Profesional Dongkrak PAD

“Harapan saya bahwa usaha kecil menengah ini yang banyak dimiliki IPEMI ini nanti bisa berkembang. Kemudian yang sudah besar, membina UMKM-UMKM yang kecil, sehingga kita bisa melihat hari ini produknya sudah berkembang bukan hanya makanan,” beber Nawal.

Selain itu, Ipemi juga diminta mampu beradaptasi di tengah tantangan zaman dan situasi global. Langkah strategis dan adaptif perlu dilakukan agar ekonomi lokal tetap kuat, salah satunya melalui penguasaan digital marketing untuk memperluas akses pasar.

“Maka di sini perkembangan usaha apa pun diharapkan bisa mengikuti tren digital marketing, sebagai upaya untuk bisa memasarkan lebih luas,” ungkap Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng tersebut.

Nawal menekankan, masih banyak persoalan di Jateng yang perlu direspons oleh Ipemi, salah satunya kemiskinan. Meskipun angka kemiskinan menurun dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025, intervensi tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Terlebih, kata dia, Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin terus berupaya menurunkan angka kemiskinan, melalui berbagai program prioritas.

Baca Juga :  PLN UIP JBT Turut Ambil Bagian dalam Penanaman Ribuan Pohon di Jawa Barat dan Jawa Tengah

Lebih lanjut, Nawal berkomitmen untuk melibatkan Ipemi dalam berbagai kegiatan pelatihan usaha, bersama TP PKK, Dekranasda, dan BKOW, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi perempuan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi terima kasih untuk Ipemi, harapannya selalu berkontribusi untuk perkembangan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah ini,” pungkas Ketua Tim Penggerak PKK Jateng tersebut.

Sementara itu, Ketua Ipemi Jawa Tengah, Lies Iswar Aminuddin melaporkan, dari 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah, sebanyak 22 PD Ipemi telah terbentuk, sementara 13 daerah lainnya masih dalam proses pemilihan ketua dan pengurus.

Dia berharap pada tahun ini Ipemi dapat terbentuk di seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dan bersinergi secara optimal dalam meningkatkan perekonomian daerah.

“Mari gerak langkah kita mantapkan untuk tetap bersatu hati, bersatu langkah, bersama-sama, saling menopang dan memberikan kekuatan bagi kita untuk berkarya di Ipemi Jawa Tengah,” harap istri Wakil Wali Kota Semarang ini.*

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja

Berita Terbaru