Menuju Lumbung Pangan Nasional 2026, Gubernur Jateng Satukan Langkah Bupati-Wali Kota

- Reporter

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat upaya mewujudkan swasembada pangan 2026 dan penumpu pangan nasional dengan menandatangani komitmen bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Tengah. Komitmen tersebut diteken langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebagai bagian dari roadmap pembangunan daerah bertajuk “Meneguhkan Posisi Jawa Tengah sebagai Lumbung Pangan Nasional.”

Penandatanganan dilakukan di Hotel The Sunan, Surakarta, Rabu (14/1/2026), dan turut melibatkan instansi vertikal, antara lain Kodam IV/Diponegoro, Polda Jawa Tengah, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, pencapaian swasembada pangan tidak bisa dijalankan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antarpemerintah daerah dan lintas sektor.

“Swasembada pangan nasional kita roadmap-kan di Jawa Tengah pada 2026. Ini tidak bisa dilakukan oleh gubernur sendiri, tetapi harus terkoneksi dengan bupati dan wali kota. Mulai dari luasan lahan, komoditas unggulan, potensi wilayah, distribusi, hingga pemasaran. Termasuk dukungan instansi vertikal seperti Kodam dan Polda,” ujar Ahmad Luthfi didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin.

Dalam roadmap ketahanan pangan 2026, Pemprov Jawa Tengah menargetkan produksi padi mencapai sekitar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG) atau naik 12,22 persen dibandingkan realisasi 2025. Produksi jagung ditargetkan 3,7 juta ton, meningkat 0,17 persen, sementara tebu dipatok 4,4 juta ton.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Luncurkam Gerakan SOPAN, Sak Omah Sak Sumur Resapan

Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Jateng menetapkan sejumlah daerah prioritas intervensi sebagai sentra produksi pangan. Intervensi benih padi melalui APBD 2026 akan dilakukan di 12 kabupaten, yakni Cilacap, Kebumen, Tegal, Brebes, Pemalang, Demak, Grobogan, Sragen, Sukoharjo, Blora, Rembang, dan Pati.

Sementara itu, produksi jagung akan difokuskan pada lahan seluas 3.200 hektare di delapan kabupaten, meliputi Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Karanganyar, Kendal, Pemalang, dan Rembang. Program ini juga melibatkan koordinasi dengan Polda Jawa Tengah dan jajaran polres.

Adapun komoditas tebu turut menjadi perhatian, menyusul berkurangnya lahan pengembangan di Kabupaten Blora akibat penghentian penanaman di kawasan KHDTK milik UGM. Kondisi tersebut diperkirakan berdampak pada penurunan produksi hingga 410.679 ton, sehingga lokasi pengembangan baru akan disesuaikan dengan arahan pemerintah pusat dan keberadaan pabrik gula.

Selain intervensi wilayah, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan daerah ini sebagai pusat benih nasional. Gubernur Ahmad Luthfi menginstruksikan Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk mengoptimalkan 75 balai pertanian dan perkebunan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Di sisi lain, ia menegaskan larangan tegas terhadap alih fungsi lahan pertanian produktif dan lahan hijau menjadi kawasan permukiman. Instruksi tersebut telah disampaikan kepada seluruh kepala daerah dan dikoordinasikan dengan Kementerian ATR/BPN.

Baca Juga :  Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

“Jangan main-main soal alih fungsi lahan. Kalau terbukti melanggar akan saya tindak,” tegasnya.

Untuk menjaga ketersediaan pangan di dalam daerah, Pemprov Jateng juga menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait pengendalian distribusi hasil panen, khususnya padi, agar kebutuhan dalam daerah terpenuhi sebelum dijual ke luar Jawa Tengah.

“Intinya kebutuhan pangan Jawa Tengah harus terpenuhi dulu. Setelah itu baru bisa didistribusikan ke daerah lain,” kata Ahmad Luthfi.

Upaya swasembada pangan juga mencakup sektor peternakan dan perikanan. Pada 2026, produksi susu ditargetkan mencapai 942.497 ton, daging 76.570 ton, dan telur 917.863 ton. Sedangkan untuk sektor kelautan dan perikanan, target perikanan tangkap dipatok 354.029 ton, perikanan budidaya 600.000 ton, serta produksi garam 541.775 ton.

Pemprov Jateng juga mendorong penguatan sentra garam rakyat di sejumlah daerah pesisir, antara lain Rembang, Pati, Demak, Jepara, Brebes, Cilacap, dan Purworejo.

Dengan langkah terintegrasi tersebut, Jawa Tengah diharapkan mampu menjadi penopang utama ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat posisi sebagai lumbung pangan Indonesia pada 2026.*

Berita Terkait

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Minggu, 1 November 2026 - 17:31 WIB

Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan

Berita Terbaru