Menko Polkam: Tanpa Guru, Bangsa Sulit Melompat Jauh

- Reporter

Minggu, 15 Februari 2026 - 05:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan bahwa pendidikan menjadi faktor yang sangat menentukan arah masa depan bangsa. Oleh karena itu, kualitas guru menjadi kunci utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Pendidikan sangat menentukan. Guru harus hebat, karena akan menciptakan dan mencetak manusia yang hebat untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik,” tegas Menko Djamari dalam acara “Pembukaan Silaturahmi Alim Ulama dan Rapat Kerja Nasional Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) & Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN)” di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (14/2/2026).

Pada kesempatan tersebut, Menko Djamari mengulas singkat tentang kemerdekaan Indonesia yang tidak terlepas dari jerih payah para ulama, guru, dan santri Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, semangat perjuangan tersebut harus terus diwarisi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dengan tekad yang kuat.

“Kemerdekaan Indonesia salah satunya karena jerih payah para ulama, guru, dan santri NU. Mari kita warisi semangat mereka dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, tentunya dengan semangat dan tekad yang kuat,” ujar Menko Polkam.

Baca Juga :  SMK Go Global: Pemerintah Perkuat Kompetensi dan Peluang Kerja Lulusan ke Mancanegara

Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan yang diraihnya saat ini tidak terlepas dari peran para guru yang telah mendidiknya. Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan betapa terhormat dan strategisnya profesi guru dalam pembangunan bangsa.

“Saya bisa seperti ini karena guru. Betapa terhormatnya profesi guru, karena itu, profesi guru sangat penting dan menjadi kunci utama dalam pembangunan bangsa ke depan,” lanjutnya.

Menutup pernyataannya, Menko Polkam menegaskan bahwa profesi guru memiliki peran yang sangat kuat, penting, dan dominan dalam menjawab harapan besar bangsa, sehingga harus disikapi dengan kesungguhan dan komitmen bersama.

“Profesi guru itu sangat kuat, sangat penting, dan sangat dominan. Harapan besar bangsa ini harus ditanggapi dengan sangat bersungguh-sungguh,” harapnya.

Hadir juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai JKSN memiliki peran strategis sebagai penyejuk dan pendamai di tengah masyarakat. Menurutnya, para kiai dan santri mampu memberikan rujukan yang tepat demi kebaikan bersama. “Semua bisa memberikan referensi yang tepat dengan penuh kebaikan demi kebaikan. Para santri tentu perlu memiliki komitmen bagaimana ini menjadi rumah besar yang menyejukkan kita semua,” ujar Khofifah.

Baca Juga :  Bus Mogok di Jalur Arteri Malam Hari, Kapolres Cirebon Kota Sigap Evakuasi Cepat Bersama Anggota

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara wawasan global dan kearifan lokal dalam membangun karakter bangsa. “Dari sisi mindset, harus memiliki wawasan global, tetapi dari sisi kebijakan harus berbasis local wisdom. Dengan local wisdom dan global mindset, mestinya dapat terbangun karakter akhlakul karimah,” tambah Gubernur Jatim.

Ketua Umum PERGUNU dan JKSN, K.H. Asep Saifuddin Chalim juga menyampaikan pandangan senada bahwa pondok pesantren memiliki peran sentral dalam sejarah perjuangan bangsa, khususnya melalui penyelenggaraan pendidikan sebagai bagian dari perlawanan terhadap penjajahan. Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga benteng kebangsaan.

“Pondok Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga benteng kebangsaan, sehingga pondok pesantren harus mengembangkan paham Ahlussunnah wal Jama’ah, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud,” ujar Asep.***

Berita Terkait

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling
Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan
Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi
Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI
Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi
BULOG Torehkan Sejarah, Pengadaan Beras 2026 Lampaui Target Capai 4 Juta Ton
Insiden KA Argo Bromo Anggrek: Aliansi Desak Audit Total, Soroti Sistem Persinyalan
Menko Polkam Tegaskan Karhutla Harus Segera Dipadamkan, Kesehatan Warga Diperhatikan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi

Berita Terbaru