Lepas Ketegangan Lomba, Kafilah MTQ Nasional Jajal Jemparingan di Kandri

- Reporter

Kamis, 17 September 2026 - 06:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Tak sekadar lomba, ajang MTQ Nasional XXXI 2026, di Kota Semarang, Jawa Tengah, juga diwarnai keseruan jalan-jalan.

Setelah penat berlomba, para kafilah diajak berwisata: dolanan di Desa Wisata Kandri, menengok Goa Kreo, dan menelusuri Kota Lama. Seru!

Seperti terlihat di Omah Alas, Desa Wisata Kandri, Gunungpati. Puluhan kafilah dari berbagai provinsi dan majelis lomba, asyik menikmati berbagai permainan tradisional dan belajar jemparingan (panahan tradisional).

Kafilah asal Sulawesi Tenggara, La Ode Adam, mengaku terhibur dengan program jalan-jalan selepas mengikuti berbagai lomba. Bahkan, dia ketagihan mencoba jemparingan.

“Senang, setelah berlomba tafsir bahasa Arab. Tadi coba egrang, panah tradisional yang harus duduk. Pokoknya Semarang menyala,” ucapnya, Rabu (16/9/2026).

Hal serupa dikatakan kafilah asal DI Yogyakarta, Reza. Menurutnya, kegiatan seperti itu cukup menghilangkan ketegangan dan penat setelah berlomba. Pada kesempatan itu, untuk kali pertama dia mencoba egrang dan jemparingan.

Baca Juga :  88.979 Warga Terlayani Program Speling di Jawa Tengah

“Iya pasti senang dong setelah melewati berbagai perlombaan, terus ketegangan. Setelah itu kita diajak untuk happy-happy, diajak berkeliling Kota Semarang. Enggak expect, ternyata ada program ini gitu, jadi kita senang. Luar biasa,” tuturnya.

City Tour Leader Disbudpar Kota Semarang, Suhono, mengatakan, program wisata kota untuk para kafilah terdiri dari tiga pilihan, yakni Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang, Kafilah Dolan Neng Desa Wisata Ramah Muslim, dan Heritage Tour Kota Semarang. Ketiganya menawarkan sensasi jalan-jalan yang mengasyikkan.

“Tujuannya adalah mengenalkan potensi yang ada di Omah Alas Desa Wisata Kandri, supaya dikenal oleh masyarakat luas di luar Jawa Tengah. Habis ini kita ke Goa Kreo untuk mengenalkan objek wisata alam yang ada di sana, sekaligus jejak digital religi dari Sunan Kalijaga,” jelasnya.

Suhono berharap, setelah jalan-jalan, para kafilah memiliki pengalaman yang dapat ditularkan kepada handai taulan di daerah asal.

Baca Juga :  EBT Jateng Dikaji Lemhannas, Rekomendasi Jadi Dasar Pengembangan Energi

“Jadi dengan promosi ini, secara tidak langsung dari beberapa provinsi di luar Jawa Tengah itu akan mengenal, keramah-tamahan Desa Wisata Kandri,” imbuhnya.

Program itu selaras dengan keinginan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, agar MTQ Nasional XXXI 2026 sekaligus menjadi ajang promosi wisata. Di samping itu, kegiatan ini juga turut memutar roda ekonomi daerah.

Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memaparkan, potensi perputaran ekonomi pada ajang tersebut diperkirakan mampu menembus hingga Rp1,2 triliun. Hal ini tak berlebihan, mengingat Pameran Serambi Nusantara di kawasan Simpang Lima mampu membukukan perkiraan transaksi harian mencapai Rp500 juta.

Pada acara tersebut, ada 150 stan yang berasal dari 24 provinsi, 70 stan kabupaten/kota, 12 stan kementerian, puluhan stan kuliner dan mitra, serta belasan stan mandiri. Selain itu, banyak pula sektor yang terpengaruh, mulai dari transportasi hingga perhotelan dan restoran.***

Berita Terkait

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Minggu, 1 November 2026 - 17:31 WIB

Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan

Berita Terbaru