Khojas Dorong Gen Z Jadi Penerus Pembuat Bolu Lapis Khoja

- Reporter

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Komunitas Budaya Khoja Semarang (Khojas) mulai menyiapkan generasi muda, khususnya Gen Z, sebagai penerus warisan kuliner khas Khoja. Upaya regenerasi tersebut diwujudkan melalui Lomba Bolu Lapis Khoja yang digelar Sabtu (14/2/2026) di Kampung Begog, Pekojan, Semarang.

Ketua Khojas, M Sholeh Jaelani, menyebut Bolu Lapis Khoja sebagai salah satu warisan kuliner berkelas yang belum banyak dikenal masyarakat luas.

“Makanan ini biasanya hanya muncul saat momentum Lebaran dan menjadi pelengkap sajian di kamar pengantin Khoja. Tidak setiap hari tersedia, sehingga kami menilainya sebagai sajian eksklusif,” ujar Sholeh.

Ia menjelaskan, Khoja merupakan sebutan bagi masyarakat keturunan Gujarat atau India yang datang ke Indonesia sejak abad ke-17. Mereka berkembang melalui asimilasi dengan masyarakat pribumi. Selain dikenal sebagai pelaku usaha rempah-rempah, banyak di antaranya juga berperan sebagai pengajar ilmu agama.

Lomba tersebut diikuti 15 peserta yang sebagian besar telah terbiasa membuat Bolu Lapis Khoja. Keterampilan itu umumnya diwariskan secara turun-temurun dari orang tua atau nenek mereka.

“Yang membedakan tiap pembuat biasanya pada racikan bumbu rempahnya. Masing-masing punya ciri khas,” ungkap Sholeh.

Baca Juga :  Talking Hood Jadi Andalan Baru ARTUGO untuk Dapur Rumah Tangga dan UMKM

Bolu Lapis Khoja memiliki cita rasa berbeda dari bolu pada umumnya. Kue ini menggunakan rempah khas seperti kapulaga, pala, kayumanis, serta serutan kulit jeruk. Bahan dasarnya didominasi telur ayam, minimal 15 butir untuk loyang berdiameter 18 sentimeter, dengan tambahan sedikit terigu, gula, margarin, dan minyak samin.

Perpaduan tersebut menghasilkan tekstur yang manis, empuk, berlemak, dan kaya aroma rempah khas Khoja.

Di kalangan masyarakat Khoja, khususnya saat perayaan Idul Fitri, Bolu Lapis Khoja menjadi sajian istimewa di meja tamu. Bagi keluarga Khoja yang mampu, menyuguhkan kue ini menjadi kebanggaan tersendiri sebagai bentuk penghormatan kepada tamu.

Ketua UMKM Khoja, Anissa Devi Ika, menuturkan lomba ini tidak hanya bertujuan mempopulerkan Bolu Lapis Khoja ke masyarakat luas, tetapi juga mengangkat para pembuatnya sebagai pelaku UMKM yang lebih profesional.

“Kami ingin memberdayakan mereka agar memiliki daya saing dengan produsen kuliner yang sudah eksis. Semakin dikenal masyarakat, tentu akan berdampak pada peningkatan ekonomi mereka,” kata Anissa.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Targetkan 87 Persen LBS Masuk LP2B dalam RTRW 2027

Seepuh Khoja, Ustaz Muhammad Faiq Hafidh, turut mendukung penuh kegiatan tersebut. Ia menilai lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan membangun jejaring antara produsen dan konsumen.

“Ini kompetisi yang belum pernah ada dalam sejarah Khoja di Semarang, bahkan Indonesia. Selain membangun kebersamaan, para pembuat juga bisa saling berbagi pengalaman dan mengembangkan kreativitas,” ujar Faiq yang juga pemilik Madina Kebab.

Dewan juri yang terdiri dari Chef Arie, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Lilis, Ustaz Muhammad Faiq Hafidh, dan Anissa Devi Ika, menetapkan lima pemenang. Mereka adalah Nuri Aska, Nanahe, Maimun, Azizah, dan Fatimah Mustafa Heimi.

Hadiah berupa uang pembinaan akan diserahkan dalam kegiatan Pasar Kuliner Khas Khoja (Paku Khoja) yang digelar pada Sabtu–Minggu (21–22/2/2026) di depan Masjid Jami Pekojan.

Paku Khoja akan menghadirkan beragam kuliner khas Khoja untuk kebutuhan takjil berbuka puasa. Kegiatan ini dibuka mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru