Ketahanan Pangan Jadi Tema PKN, Sekda Dorong Lahirnya Pemimpin Akseleratif

- Reporter

Selasa, 7 April 2026 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Ketahanan pangan merupakan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi – Taj Yasin Maimoen. Sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025 – 2029 tahun pertama, yakni “Meneguhkan Posisi Jawa Tengah Sebagai Lumbung Pangan Nasional”.

Tak ayal, ketahanan pangan pun menjadi tema utama dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VII yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah. Bahkan, dekorasi ruangan pun dibikin sedemikian rupa dengan berbagai sayuran dan produk pangan di Jawa Tengah, demi menyesuaikan tema pelatihan.

Kepala BPSDMD Jawa Tengah, Uswatun Hasanah mengatakan, peserta nantinya akan memiliki inovasi berupa proyek perubahan yang adaptif. Artinya melaksanakan atau disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku saat ini. Adapun tema yang digunakan, dikonsultasikan dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan harus ‘relate’ dengan RPJMD, yakni ketahanan pangan.

“Harus relate dengan RPJMD. Program prioritas gubernur saat ini terkait dengan ketahanan pangan. Nanti di dalam pelatihan harus menyesuaikan implementasinya, disesuaikan dengan kondisi yang berlaku pada saat ini. Termasuk bagaimana praktik baik untuk akselerasinya,” terangnya, di sela pembukaan PKN Tingkat II Angkatan VII di Aula Utama BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Selasa, 7 April 2026.

Baca Juga :  Respons Cepat BPBD Jateng Hadapi Banjir Solo Raya, Pengungsi Terus Bertambah

Dijelaskan, untuk mendukung tema tersebut, BPSDMD sudah mengawalnya sejak tahun 2025, melalui persiapan dan konsultasi. Sehingga nantinya, peserta akan menghasilkan inovasi berupa aksi nyata atau proyek perubahan yang dapat selaras dengan tema yang ditetapkan.

Pihaknya juga berkomitmen memasukkan materi ketahanan pangan melalui project learning. Sebagaimana hasil konsultasi dengan LAN, project learning yang mengusung ketahanan pangan akan dimasukkan dalam materi paling tidak satu atau dua JP (jam pelajaran) setiap pelatihan.

Ketahanan pangan, kata Uus, sapaan akrabnya, bukan hanya tentang kemampuan memproduksi bahan pangan di sekitar kita. Tetapi yang lebih penting adalah mindset-nya.

Baca Juga :  Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Wagub Jateng Jadi Sasaran Pendataan Perdana

“Mindset ini ada di benak seluruh peserta sehingga nanti akan berdampak pada masyarakat di sekitarnya. Dan itu nanti input di dalam kurikulum,” lanjutnya.

Sekretaris Provinsi Jawa Tengah Sumarno, mewakili Gubernur Ahmad Lutfi, membuka pelatihan ini. Dia berharap, PKN menghasilkan pemimpin yang bisa berinovasi, menggerakkan organisasi dan akseleratif dalam melayani masyarakat.

“Pemimpin menjadi kunci utama untuk menegakkan integritas di suatu organisasi. Kami berharap karena nanti teman-teman ini adalah alumni dari BPSDM Jawa Tengah, mereka menjadi pemimpin leadership yang berintegritas sehingga bisa membangun integritas di organisasinya,” ujarnya.

PKN II Angkatan VII ini diikuti oleh 45 peserta yang memiliki jabatan pimpinan tinggi pratama. Selain berasal dari provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Tengah, juga ada peserta dari Kejaksaan Republik Indonesia, dan Kementrian Tenaga Kerja. Peserta akan menempuh pelatihan mulai tanggal 7 April hingga 14 Agustus 2026.*

Berita Terkait

Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah
Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026
Sekda Jateng Usulkan RUU Kabupaten/Kota Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah
Kafilah MTQ Nasional hingga Pelajar Ramai-Ramai Cukur Gratis Stan Baznas Jateng
Jokowi dan Sejumlah Tokoh Solo Terima Anugerah BAMAGNAS 2026
Dengarkan Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya dan Perhatikan Lingkungan
Cegah Jerat Judol dan Pinjol Ilegal, Ning Nawal Ajak Kader PKK Jadi Agen Literasi Keuangan
Ahmad Luthfi: JTAB Bikin Petani Jateng Digaji Panen Dibeli

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:11 WIB

Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah

Jumat, 18 September 2026 - 18:14 WIB

Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:24 WIB

Sekda Jateng Usulkan RUU Kabupaten/Kota Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 15:17 WIB

Kafilah MTQ Nasional hingga Pelajar Ramai-Ramai Cukur Gratis Stan Baznas Jateng

Jumat, 18 September 2026 - 07:44 WIB

Dengarkan Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya dan Perhatikan Lingkungan

Berita Terbaru