Kemudahan Investasi di Jateng Tuai Pujian Investor, Proyek Baru Siap Ciptakan Ribuan Lapangan Kerja

- Reporter

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi di Jawa Tengah terus menguat. Kemudahan perizinan, pendampingan pemerintah hingga tahap realisasi proyek, serta komitmen menyelesaikan berbagai kendala di lapangan menjadi faktor utama yang mendorong investor memperluas bisnis. Dampaknya, ribuan lapangan kerja baru diproyeksikan segera tercipta di berbagai daerah.

Hal itu mengemuka dalam Business Dinner Gubernur Jawa Tengah bersama stakeholder perekonomian se-Jawa Tengah di Hotel Padma Semarang, Selasa (30/6/2026).

Sejumlah pelaku usaha mengaku merasakan langsung kemudahan berinvestasi di Jawa Tengah dan menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengawal proses bisnis.

Perwakilan PT Global Dairy Bersama (GDB), Ihsan Mulia Putri, mengatakan, perusahaan memutuskan membangun peternakan sapi perah terbesar di Indonesia di Kabupaten Brebes setelah merasakan kemudahan proses investasi di Jawa Tengah.

Perusahaan tersebut akan mengembangkan peternakan dengan kapasitas sekitar 30.000 ekor sapi perah. Menurut Ihsan, seluruh proses perizinan dapat diselesaikan dengan cepat berkat fasilitasi dari pemerintah daerah.

“Kami berkomitmen untuk investasi peternakan sapi perah di Kabupaten Brebes yang akan menjadi terbesar di Indonesia dengan 30.000 sapi. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena izin-izinnya sudah difasilitasi dengan lancar dan cepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, investasi di sektor peternakan memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena melibatkan berbagai aspek perizinan dan teknis. Namun, pendampingan Pemprov Jateng membuat seluruh tahapan dapat dilalui dengan baik.

“Padahal peternakan sapi kompleks sekali, tapi kami sangat bersyukur sudah memilih Jawa Tengah sebagai lokasi sehingga semuanya lancar. Groundbreaking akan mulai tanggal 20 Juli,” katanya.

Baca Juga :  Forum Investasi Jadi Kunci Ekonomi Baru, Gubernur Luthfi Minta Daerah Bergerak

Optimisme serupa juga datang dari sektor manufaktur. Direktur PT Bintang Indokarya Gemilang, Budiarto, menilai industri alas kaki di Jawa Tengah masih memiliki prospek yang sangat baik sehingga perusahaan berkomitmen terus melakukan ekspansi.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah dan ekosistem usaha yang kondusif menjadi modal penting bagi pertumbuhan industri sekaligus penciptaan lapangan kerja.

“Pabrik sepatu di Jawa Tengah sedang terus berkembang. Tadi mendengar Pak Gubernur sangat semangat membuat kita ikut semangat untuk terus mengembangkan usaha di Jawa Tengah,” kata Budiarto.

Ia menambahkan, perusahaan ingin terus memperluas investasi agar mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja di Jawa Tengah. Dukungan sektor perbankan, termasuk Bank Jateng, juga dinilai turut memperkuat pengembangan industri.

Sementara itu, Direktur Eksekutif PT Kawasan Industri Kendal (KIK), Juliani Kusumaningrum, mengungkapkan, koordinasi yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat berbagai kebutuhan investor, termasuk melalui Dewan Kawasan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

“Dengan adanya dukungan dari pemerintah Jawa Tengah itu mempercepat semua proses-proses yang kita butuhkan,” katanya.

Meski demikian, pelaku usaha masih menghadapi kendala teknis dalam implementasi sistem Online Single Submission (OSS) setelah adanya perubahan regulasi. Juliani menegaskan persoalan tersebut bukan terletak pada proses perizinan, melainkan integrasi sistem yang belum berjalan optimal.

“Permasalahannya itu bukan di perizinan. Perizinan semuanya sudah rampung, sudah selesai, tetapi sistem tidak bisa mengunggah. Akibatnya ada pelaku usaha yang terkendala mengeluarkan delivery barang,” jelasnya.

Masukan serupa disampaikan perwakilan Korrun Group, Suartin Huang. Ia mengungkapkan perusahaan tengah menyiapkan investasi seluas sekitar 32 hektare di Kabupaten Grobogan dengan potensi penyerapan sekitar 7.000 tenaga kerja. Saat ini proyek tersebut masih menunggu penyelesaian aspek administrasi terkait lahan.

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih Jateng Melaju Cepat, Operasional Tembus 6.271 Unit

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan pemerintah provinsi akan bergerak cepat menyelesaikan hambatan yang dihadapi investor agar tidak mengganggu realisasi investasi.

Terkait kendala OSS, Ahmad Luthfi langsung meminta jajaran terkait melakukan pengecekan dan pendampingan kepada pelaku usaha.

“Kita cek OSS-nya. Termasuk OSS-OSS yang lain. Saya tidak ingin investasi terganggu karena persoalan administrasi,” tegasnya.

Mengenai investasi di Kabupaten Grobogan, Luthfi menegaskan pemerintah tetap membuka ruang bagi investasi baru tanpa mengabaikan perlindungan terhadap lahan pertanian produktif sebagai penopang ketahanan pangan Jawa Tengah.

Menurutnya, solusi dapat ditempuh melalui mekanisme perubahan tata ruang sesuai ketentuan apabila pemerintah daerah mampu menyediakan lahan pengganti.

“Kalau memang masuk wilayah itu segera dibawa ke Kementerian ATR/BPN untuk melakukan perubahan perda. Jadi itu bisa kita lakukan asalkan pemda Grobogan mampu membuat pengganti tanah,” jelasnya.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menambahkan, pihaknya siap memfasilitasi penyelesaian kendala teknis OSS melalui pendampingan langsung kepada pelaku usaha. DPMPTSP juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi agar setiap persoalan yang muncul dapat segera diselesaikan.

Dengan pengawalan perizinan, percepatan penyelesaian kendala, dan kepastian dukungan pemerintah, Jawa Tengah terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah tujuan investasi yang menjanjikan sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.**

Berita Terkait

Jateng Beri Relaksasi Pajak Kendaraan, Denda dan Pajak Progresif Dibebaskan
Sekda Jateng Buka Borobudur Indonesia Expo 2026 di Magelang, Sumarno: Daya Ungkit Ekonomi
Industri Jateng Tumbuh Pesat, Ahmad Luthfi Kejar KBT Semarang-Batang
Revitalisasi PRPP Jadi Prioritas, Luthfi Bidik Kawasan Rekreasi dan Ekonomi Baru
Investor Dubai Puji Gerak Cepat Ahmad Luthfi, Investasi Rp 5 Triliun Masuk Jepara
Jateng Dapat Penghargaan Layanan Investasi, Jemput Bola Jadi Jurus Jitu Ahmad Luthfi
Investor Dubai Kepincut Jateng, Jepara Dibidik untuk Mini Refinery Rp5 Triliun
PDSI Didorong Jadi Induk Drilling, SP Persada IV Tekankan Kepentingan Negara

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:01 WIB

Jateng Beri Relaksasi Pajak Kendaraan, Denda dan Pajak Progresif Dibebaskan

Jumat, 18 September 2026 - 08:06 WIB

Sekda Jateng Buka Borobudur Indonesia Expo 2026 di Magelang, Sumarno: Daya Ungkit Ekonomi

Kamis, 17 September 2026 - 18:56 WIB

Industri Jateng Tumbuh Pesat, Ahmad Luthfi Kejar KBT Semarang-Batang

Kamis, 17 September 2026 - 18:32 WIB

Revitalisasi PRPP Jadi Prioritas, Luthfi Bidik Kawasan Rekreasi dan Ekonomi Baru

Kamis, 17 September 2026 - 18:24 WIB

Investor Dubai Puji Gerak Cepat Ahmad Luthfi, Investasi Rp 5 Triliun Masuk Jepara

Berita Terbaru