Kemenko PM Dorong Transformasi SMK Jadi Inkubator 1 Juta Talenta Global Terampil

- Reporter

Kamis, 4 Desember 2025 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ragamindonesiaku.com – Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong transformasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi inkubator yang dapat mencetak satu juta talenta global.

Langkah tersebut diwujudkan melalui sejumlah upaya, salah satunya melalui rangkaian Roadshow Workshop Kepala Sekolah SMK Go Global di tiga kota strategis di Indonesia. Adapun roadshow tiga kota tersebut diselenggarakan di Bandung, Makassar, dan Semarang, pada 1, 3, dan 4 Desember 2025.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, menyatakan transformasi SMK penting untuk memastikan lulusannya dapat memiliki standar kompetensi global. Baik secara kapasitas (skill), maupun bahasa.

“Persaingan antar negara tidak hanya dalam perdagangan, tapi juga pasar kerja. SMK Go Global memastikan lulusan SMK kita mampu menaklukkan pasar kerja global,” kata Muhaimin yang juga berkomitmen memperbaiki sistem vokasi nasional dari hulu ke hilir melalui usulan pembuatan Badan Vokasi Nasional.

Deputi bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menegaskan transformasi SMK saat ini menjadi hal penting yang perlu didorong melalui kolaborasi lintas sektor, seiring tingginya angka lulusan sekolah kejuruan yang belum mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga :  Viral Rombongan Truk Bantuan Pemprov Jateng Melintasi Sitinjau Lauik, Netizen: Gini Aja Aku Nangis

Untuk itu, roadshow ini merupakan langkah konkret Kemenko PM dalam menghadapi tantangan nasional, yakni 1,63 juta lulusan SMK yang belum mendapatkan pekerjaan.

​“Sebagai penyelenggara negara, tugas kami bukan sekadar membuka akses pasar, tetapi memastikan _supply dan demand_ bertemu pada standar kualitas yang sama. Kami berharap melalui transformasi SMK bisa mencetak 1 juta talenta global terampil,” ujar Leon.

Dia menegaskan bahwa inisiatif ini sangat krusial. Untuk itu, workshop ini sengaja digelar guna mengidentifikasi dan memetakan tantangan riil di tingkat sekolah. Selain itu, workshop ini juga sekaligus merumuskan langkah prioritas dalam revitalisasi satuan pendidikan.

​Leon menjelaskan, workshop dirancang untuk memberikan gambaran strategis yang komprehensif kepada para Kepala Sekolah, yang berfokus pada tiga pilar utama transformasi.

Pertama, peluang pasar global. Melalui workshop, para Kepala Sekolah diharapkan mendapatkan pemahaman bahwa terbuka peluang besar bagi lulusan SMK untuk mengisi tingginya permintaan Pekerja Migran Indonesia terampil (Specified Skilled Worker/SSW) di pasar global, terutama Jepang.

Baca Juga :  Wapres Gibran Hadiri Natal Bersama di Salatiga, Toleransi Jadi Pesan Utama

“Tujuan kami jelas, memastikan lulusan SMK dapat menjadi kontributor utama dalam pencapaian target nasional 1 juta PMI terampil,” kata Leon.

Kedua, ​kualitas & standarisasi supply. Dia menegaskan bahwa kualitas kompetensi lulusan, harus memenuhi standar global yang diharapkan oleh sisi
demand (Jepang/SSW).

“Kami berupaya meningkatkan pemahaman Kepala Sekolah terkait standar dan kompetensi global. Kepala sekolah didorong merumuskan langkah prioritas revitalisasi kurikulum, yang mencakup pelatihan teknis berbasis industri, penguatan bahasa asing, sertifikasi internasional, dan pembekalan soft-skill,” ungkap Leon.

Terakhir, ​pelindungan dan keamanan. Aspek pelindungan, menurut Leon, adalah prioritas mutlak. Leon menekankan bahwa negara menjamin proses penempatan harus aman, legal, dan bermartabat.
“Workshop ini memberikan pemahaman yang komprehensif untuk mencegah siswa menjadi korban penempatan non-prosedural, penipuan online, dan risiko TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang).”***

Berita Terkait

Kendala Deposit Rp200 Juta, Pemprov Jateng Dorong ASN Jadi Penopang
Program MBG Berhasil, Jateng Dipilih Jadi Pilot Project Kemitraan Pangan Nasional
RDP Komisi I DPR RI, Sekda Jateng Harap Ada Kebijakan Khusus untuk Sengketa Lahan
Jateng Catat Dominasi Daerah Maju, Surakarta dan Semarang Pimpin Peringkat
Nawal Yasin Tekankan Peran Majelis Ilmu dalam Pendidikan Anak
Nawal Yasin Ajak Pelajar Asah Berpikir Kritis Melalui Literasi
Guru PAUD di Kendal Dapat Pesan Khusus dari Nawal Yasin
Nawal Yasin: Pesantren dan Literasi Tak Terpisahkan, Santri Harus Berkarya

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:14 WIB

Kendala Deposit Rp200 Juta, Pemprov Jateng Dorong ASN Jadi Penopang

Selasa, 14 April 2026 - 06:19 WIB

Program MBG Berhasil, Jateng Dipilih Jadi Pilot Project Kemitraan Pangan Nasional

Senin, 13 April 2026 - 16:25 WIB

RDP Komisi I DPR RI, Sekda Jateng Harap Ada Kebijakan Khusus untuk Sengketa Lahan

Sabtu, 11 April 2026 - 14:33 WIB

Jateng Catat Dominasi Daerah Maju, Surakarta dan Semarang Pimpin Peringkat

Sabtu, 11 April 2026 - 08:56 WIB

Nawal Yasin Tekankan Peran Majelis Ilmu dalam Pendidikan Anak

Berita Terbaru