Jawa Tengah Jadi Tujuan Utama 38,71 Juta Pemudik, Layanan Lebaran Diperluas dan Pengawasan Diperketat

- Reporter

Jumat, 27 Februari 2026 - 06:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Menjadi tujuan favorit pemudik pada Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mulai menyiapkan berbagai layanan. Dari posko Idulfitri, hingga inspeksi keselamatan kendaraan umum.

Diperkirakan, sebanyak 38,71 juta orang akan pulang kampung ke Jawa Tengah pada hari raya tahun ini.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah, Arief Djatmiko. Menurutnya angka 38,71 juta pemudik merupakan hasil survei nasional, yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan.

Secara internal, pihaknya memprediksi sekitar 17,7 juta orang akan melintas dan masuk ke wilayah Jateng.

Arief menyebut, prediksi tersebut menjadi dasar langkah antisipasi, guna mengoptimalkan layanan.

“Yang masuk Jawa Tengah jumlahnya cukup besar. Secara nasional, lebih dari 40 persen pemudik menjadikan Jawa Tengah sebagai tujuan utama,” ujarnya, saat Jateng Bicara di Studio Jateng Radio, Banyumanik, Kamis (26/2/2026).

Untuk memaksimalkan layanan, posko Lebaran akan beroperasi lebih lama, yakni mulai H-8 (13 Maret) hingga H+7 atau 30 Maret 2026.

Baca Juga :  Tak Mau Berlarut, Gubernur Luthfi Desak Penyelesaian Longsor Ungaran Timur Selesai Sepekan

Langkah itu diambil untuk mengantisipasi puncak arus mudik, yang diprediksi terjadi pada 14 dan 17 Maret 2026. Posko akan memantau titik-titik rawan melalui CCTV di pusat keramaian, seperti Pasar Gombong, serta jalur utama Simpang Ketanggungan, Simpang Lingkar Bumiayu, Simpang Wangon, Simpang Buntu, Simpang Bawen, Exit Tol Prambanan, kawasan wisata Bandungan, Simpang Dieng, hingga Bayeman–Purbalingga.

Selain memantau kepadatan lalu lintas, perangkat pengindera jarak jauh juga difungsikan untuk memantau kondisi cuaca, mengingat curah hujan di sejumlah wilayah Jawa Tengah masih tinggi. Akses CCTV daring nantinya dapat dimanfaatkan pemudik, untuk memantau kondisi lalu lintas dan kesiapan infrastruktur jalan.

Terkait kondisi jalan, Dishub telah berkoordinasi dengan DPUPR guna memastikan kemantapan jalan provinsi. Perbaikan terus dilakukan, menyusul penurunan kualitas aspal akibat hujan.

Untuk inspeksi kendaraan atau ramp check, Arief menegaskan pemeriksaan akan dilakukan ketat. Kendaraan yang tidak memenuhi syarat laik jalan, tidak diizinkan beroperasi.

Pemeriksaan berlaku menyeluruh, baik untuk bus umum, armada mudik gratis Pemprov Jateng, Terminal Tipe B yang dikelola provinsi, maupun Terminal Tipe A yang dikelola pemerintah pusat. Pengawasan juga diperluas ke titik rawan dan kawasan wisata.

Baca Juga :  280 Pemuda se -Jateng Meriahkan Jambore Pemuda 2026

“Ramp check dilakukan H-1 sebelum keberangkatan. Misalnya berangkat 28 Maret, dicek 27 Maret. Jika tidak laik, pasti tidak jalan,” tegasnya.

Dalam rilis Kementerian Perhubungan, pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat (30,97 juta orang), diikuti DKI Jakarta (19,93 juta orang), dan Jawa Timur (17,12 juta orang). Dari sisi tujuan, arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah (38,71 juta orang), disusul Jawa Timur (27,29 juta orang), dan Jawa Barat (25,09 juta orang).

Berdasarkan survei BKT Kemenhub, moda transportasi yang paling dominan digunakan adalah mobil pribadi (76,24 juta orang), sepeda motor (24,08 juta orang), dan bus (23,34 juta orang). Pengguna mobil mayoritas memilih jalan tol (50,63 juta orang), sedangkan pengguna sepeda motor cenderung melalui jalur alternatif nonutama (8,65 juta orang).

Oleh karenanya, Arief mengimbau pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan.

“Jika menggunakan kendaraan umum, pastikan laik jalan. Jika membawa kendaraan pribadi, siapkan kesehatan, fisik, dan kondisi kendaraan. Taatilah aturan lalu lintas,” pungkasnya.*

Berita Terkait

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Minggu, 1 November 2026 - 17:31 WIB

Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan

Berita Terbaru