Tak Mau Berlarut, Gubernur Luthfi Desak Penyelesaian Longsor Ungaran Timur Selesai Sepekan

- Reporter

Selasa, 17 Februari 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung memimpin kerja bakti penanganan longsor di Perumahan Delta Asri, Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Selasa pagi, 17 Februari 2026. Gubernur menegaskan, penanganan akses penghubung antar-RW yang terputus harus rampung dalam waktu sepekan, seraya menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen sebagai wujud hadirnya negara dalam situasi darurat.

Penanganan longsor di Kabupaten Semarang menjadi contoh sinergi lintas sektor dalam menghadapi bencana di Jawa Tengah. Di lokasi terdampak, seluruh komponen bergerak bersama, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, hingga masyarakat setempat.

“Ini bentuk kolaborasi yang kompak di Kabupaten Semarang. Ada bupati, Dandim, Kapolres, Tagana, Tim Reaksi Cepat, dan seluruh komponen masyarakat bahu-membahu menyelesaikan persoalan bencana,” ujar Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi.

Tak hanya meninjau, Ahmad Luthfi juga ikut kerja bakti bersama warga dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ngopeni Nglakoni. Ia juga memberikan instruksi langsung kepada dinas terkait agar penanganan jembatan penghubung yang terputus akibat longsor segera dituntaskan. Menurutnya, proses kajian teknis tidak boleh berlarut-larut, sementara masyarakat menunggu akses vital kembali normal.

Baca Juga :  Meriah, Pelantikan PAMDI Jateng Digoyang Bang Haji

“Dari PUPR sudah melakukan kajian. Saya minta jangan terlalu lama. Masyarakat sudah menunggu agar RW satu dengan lainnya kembali terhubung. Dua tahun jembatan kecil tidak selesai itu kebangetan,” tegas Gubernur didampingi Bupati Semarang, Ngesti Nugraha.

Gubernur juga menyempatkan diri menyantap sarapan bersama warga dan relawan. Ia bahkan meminta kerja bakti dihentikan sejenak agar seluruh petugas dan masyarakat bisa makan bersama, sebagai simbol kebersamaan dalam menghadapi bencana.

Ia menekankan, penanganan bencana tidak boleh diwarnai saling menyalahkan. Gotong royong, kata dia, adalah kunci percepatan pemulihan.

“Bentuk hadirnya negara adalah bagaimana komponen masyarakat bersama-sama menyelesaikan persoalan. Tidak boleh ada yang saling menyalahkan. Ini problem solving bersama,” ujarnya.

Selain penanganan darurat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memperkuat mitigasi. Koordinasi dilakukan hingga ke tingkat kabupaten/kota, termasuk dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait modifikasi cuaca.

Mitigasi mencakup pemetaan wilayah rawan longsor, tanah bergerak, banjir, hingga rob. Ahmad Luthfi menegaskan, setiap daerah memiliki karakteristik berbeda sehingga pendekatan penanganannya pun harus spesifik dan cepat.

Baca Juga :  Nawal Yasin: Keluarga yang Kuat Kunci Hadapi Berbagai Persoalan Sosial

Terkait respons tanggap darurat, ia memastikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng bergerak otomatis begitu bencana terjadi, tanpa menunggu instruksi berulang.

“Begitu ada tanggap bencana, OPD provinsi langsung turun sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Ini soal kerja tim dan kolaborasi. Tidak usah disuruh,” katanya.

Dalam penanganan longsor di Delta Asri, sejumlah bantuan telah disalurkan. Pemerintah Kabupaten Semarang mengerahkan crane untuk menurunkan karung pasir serta mengangkat beton jembatan yang roboh. Sementara Pemprov Jateng menyalurkan bantuan berupa bibit pohon untuk rehabilitasi lahan, 100 sepatu boots bagi relawan, 100 paket sembako dari Baznas untuk warga terdampak, 200 Al Quran, bantuan beras senilai Rp 2,7 juta, serta logistik lain senilai Rp 6,28 juta.

Langkah cepat tersebut diharapkan mampu memulihkan konektivitas warga sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.***

Berita Terkait

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri
Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari
Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan
Undian Tabungan Bima, Dua Nasabah Bank Jateng Boyong Hadiah Toyota Innova Zenix Hybrid
Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi
Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam
Hadir di Juwana, Samsat Corner dan Samkesdel Permudah Akses Layanan Pajak Kendaraan
Jateng Juara Nasional Realisasi KUR Perumahan, Salurkan Rp 4,96 Triliun untuk 28.275 Debitur

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:31 WIB

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:45 WIB

Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam

Berita Terbaru