Jateng Perkuat Peran Desa, BUMDes Didorong Kelola Program Makan Bergizi Gratis

- Reporter

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat penguatan peran desa sebagai penggerak utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tidak hanya menjadi pemasok bahan pangan, desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) didorong mengelola rantai pasok dari hulu hingga hilir.

Bahkan jika memungkinkan termasuk mengoperasikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tentunya dengan persyaratan dan standar operasional prosedur yang ada. Tujuannya agar manfaat ekonomi program nasional itu benar-benar dirasakan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri kegiatan Dukungan Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang diprakarsai DPP PAPDESI di Koperasi Desa Merah Putih Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/6/2026).

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DPP PAPDESI dengan sejumlah kementerian dan lembaga, untuk memperkuat kolaborasi antara BUMDes, KDMP, dan SPPG dalam mendukung pelaksanaan Program MBG.

Menurut Ahmad Luthfi, BUMDes dan KDMP memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem rantai pasok pangan. Mulai dari menghimpun hasil produksi petani, peternak, dan nelayan, menjamin kualitas bahan pangan, hingga mendistribusikannya ke dapur-dapur SPPG.

“Saya sangat mendukung MoU yang diaksanakan. Tetapi kami minta jangan hanya sebatas MoU. Kita harus ikut cek, recheck, dan final check, sehingga program ini benar-benar membumi di masyarakat,” kata Luthfi yang duet Wagub Taj Yasin.

Baca Juga :  Wagub Taj Yasin Ajak Warga Jateng Saling Memaafkan di Momen Syawal

Ia menegaskan, Pemprov Jateng ingin BUMDes tidak berhenti sebagai pemasok bahan pangan. Ke depan, BUMDes didorong mampu mengelola SPPG sehingga rantai pasok Program MBG sepenuhnya berada di tangan desa. Hal itu akan memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal.

Untuk mendukung operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan, dapur SPPG juga diarahkan memanfaatkan energi yang lebih ramah lingkungan, salah satunya Compressed Natural Gas (CNG).

Berdasarkan data Pemprov Jawa Tengah, penerima manfaat Program MBG di provinsi tersebut mencapai lebih dari 9 juta orang yang akan dilayani oleh 4.382 SPPG.

Sementara itu, keberadaan lebih dari 8.500 KDMP dinilai menjadi modal kelembagaan yang kuat untuk menopang keberhasilan program tersebut. Luthfi menambahkan, pemerintah provinsi terus memitigasi berbagai masukan dan keluhan masyarakat terkait pelaksanaan MBG.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan gizi, tetapi juga sejauh mana mampu menggerakkan ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi lokal.

“Public complaint terkait MBG terus kita mitigasi bersama-sama. Artinya, kearifan lokal dan produk unggulan desa menjadi prioritas utama untuk diserap, sehingga potensi desa bisa diberdayakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Hadapi Libur Nataru 2025-2026, Pemprov Jateng Perkuat Pengamanan dan Stabilitas Harga

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan, SPPG wajib memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di desa melalui Koperasi Desa Merah Putih, BUMDes, koperasi desa, maupun unit usaha desa lainnya.

“SPPG wajib membeli bahan pangan dari Koperasi Desa Merah Putih, BUMDes, koperasi desa, atau usaha desa lainnya. Tidak boleh mengambil dari tempat lain jika potensi di desa tersedia,” tegasnya.

Ketua DPP PAPDESI, Wargiyati, berharap sinergi antara Koperasi Desa, BUMDes, dan SPPG mampu mempercepat perputaran ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap Koperasi Desa dan BUMDes dapat bersinergi sebagai pemasok bahan pangan dari potensi desa masing-masing untuk mendukung Program MBG. Dengan begitu, perekonomian desa berputar dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Anggota DPR RI Mohammad Hatta, Staf Khusus Presiden Bidang Buruh Said Iqbal.

Nampak pula Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shoffwan, Bupati Semarang Ngesti Nugraha, serta jajaran Forkopimda Jawa Tengah dan Kabupaten Semarang.***

Berita Terkait

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri
Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari
Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan
Undian Tabungan Bima, Dua Nasabah Bank Jateng Boyong Hadiah Toyota Innova Zenix Hybrid
Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi
Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam
Hadir di Juwana, Samsat Corner dan Samkesdel Permudah Akses Layanan Pajak Kendaraan
Jateng Juara Nasional Realisasi KUR Perumahan, Salurkan Rp 4,96 Triliun untuk 28.275 Debitur

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:31 WIB

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:45 WIB

Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam

Berita Terbaru