Jateng Bidik Investasi Energi Hijau, Potensi Listrik Tembus 13 Gigawatt

- Reporter

Rabu, 22 April 2026 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Jawa Tengah terus membuka keran lebar-lebar bagi investor energi terbarukan. Di tengah lonjakan kebutuhan listrik dan transisi menuju energi bersih, Jawa Tengah menawarkan potensi besar hingga 13 gigawatt yang siap digarap, sekaligus membuka peluang bagi pelaku industri hijau.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menawarkan dan menarik investasi sektor energi baru terbarukan (EBT). Salah satu perkembangan terbaru adalah beroperasinya pabrik perakitan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Kabupaten Magelang yang diresmikan Presiden Prabowo pada awal April 2026.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan, nilai investasi sektor energi terbarukan pada periode 2024-2025 mencapai Rp 7,1 triliun. Rinciannya, penanaman modal pada 2024 sebesar Rp 5,4 triliun, sementara pada 2025 senilai Rp 1,4 triliun.

“Penurunan nilai investasi pada 2025 dibandingkan 2024 terjadi karena pergeseran fase. Tahun 2024 didominasi pada tahap pembangunan dan belanja modal. Sedangkan pada 2025 sudah masuk tahap operasional, pabrik sudah mulai beroperasi,” jelas Sakina, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga :  Jelang Idul Adha, Bulog Semarang Maksimalkan Distribusi SPHP dan Minyakita ke Pedagang Pasar

Dijelaskan, sejumlah proyek strategis pada sektor industri telah berjalan, di antaranya pembangunan pabrik solar cell dan baterai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang serta KEK Kendal.

“Selain itu, yang baru diresmikan Presiden yakni pabrik perakitan kendaraan listrik di Magelang, kini mulai beroperasi memproduksi bus, truk, hingga forklift listrik,” ungkap Sakina.

Untuk mempercepat arus investasi, Pemprov Jateng melakukan inventarisasi potensi EBT di 35 kabupaten/kota. Data tersebut kemudian dikemas dalam skema Investment Project Ready to Offer (IPRO) dan dipromosikan melalui forum investasi seperti Central Java Investment Business Forum (CJIBF).

Sakina menambahkan, peluang investasi hijau yang masih terbuka lebar mencakup pengembangan panas bumi di Banjarnegara dan Wonosobo, energi angin, serta pengelolaan sampah berbasis energi di berbagai daerah. Hal itu selaras dengan arahan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, untuk memajukan sektor energi hijau di Jateng.

Baca Juga :  Dongkrak PAD, Pemprov Jateng Sentralisasi Pengelolaan Aset Idle

Sementara itu, Analis Institute for Essential Services Reform (IESR), Zakki Muwafiq, menyebut tiga sektor EBT paling prospektif dan layak dikembangkan, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

“Potensi terbesar ada pada PLTS yang tersebar di 12 lokasi di 10 kabupaten, dengan kapasitas potensi energi mencapai 13 gigawatt,” ujarnya.

Kondisi ini sejalan dengan peningkatan konsumsi listrik di Jawa Tengah. Berdasarkan data Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, konsumsi listrik di Jateng meningkat 4,5 persen dalam satu dekade terakhir.

“Bahkan dalam empat tahun terakhir terjadi peningkatan signifikan hingga 5,3 persen. Ada kebutuhan yang perlu disuplai oleh EBT, sehingga ini menjadi peluang besar,” ungkap Zakki.

Peningkatan kebutuhan energi tersebut dinilai menjadi momentum strategis bagi pengembangan EBT di Jawa Tengah. Selain mendukung ketahanan energi, langkah ini juga memperkuat posisi daerah sebagai tujuan utama investasi hijau di Indonesia.***

Berita Terkait

KEK Batang Kembali Dilirik Investor Global, Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Dibangun
Jawa Tengah – Fujian Tiongkok Makin Mesra! Teken Dua Kesepakatan Strategis
Kerja Sama Jateng-Iran Dibuka, Investasi hingga Pariwisata Jadi Fokus
Luthfi: Tegal Business Forum Harus Hasilkan Investasi, Bukan Sekadar Seremoni
Gubernur Luthfi Resmikan Investasi Rp480,6 Miliar asal Tiongkok, Serap 500 Tenaga Kerja di Kendal
Jateng Mulai Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia, Investasi Rp1,2 Triliun
Tak Hanya Bangun Pabrik, Investor Singapura Siapkan Kerja Sama Pendidikan Vokasi di Jateng
Sekda Sumarno Ajak Semua Pihak Bangkitkan Koperasi Lewat Semangat Kolaborasi

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:42 WIB

KEK Batang Kembali Dilirik Investor Global, Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Dibangun

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:32 WIB

Jawa Tengah – Fujian Tiongkok Makin Mesra! Teken Dua Kesepakatan Strategis

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Kerja Sama Jateng-Iran Dibuka, Investasi hingga Pariwisata Jadi Fokus

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:36 WIB

Luthfi: Tegal Business Forum Harus Hasilkan Investasi, Bukan Sekadar Seremoni

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:40 WIB

Gubernur Luthfi Resmikan Investasi Rp480,6 Miliar asal Tiongkok, Serap 500 Tenaga Kerja di Kendal

Berita Terbaru