Jaga Harga Jelang Ramadan, Jateng Siapkan 308 GPM Sepanjang Februari-Maret 2026

- Reporter

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang dipimpin Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) akan menggelar 308 kali gerakan pangan murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok penting selama ramadan dan idulfitri 2026.

Gerakan tersebut akan diselenggarakan di seluruh daerah bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota sampai Maret 2026.

“Jadi, kita sudah punya jadwal untuk kegiatan gerakan pangan murah ini,” kata Luthfi saat meninjau Gerakan Pangan Murah di Halaman Kantor TVRI Jawa Tengah, Jumat, 13 Februari 2026.

Luthfi menjelaskan, gerakan pangan murah ini juga menjadi program nasional. Di Jawa Tengah diawali di daerah Pucang Gading, Mranggen, Demak. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan daerah perbatasan dengan Kota Semarang.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat sekitar terkait kegiatan tersebut.

Secara umum, ketersediaan pangan pokok strategis di Jawa Tengah dalam kondisi surplus. Namun, awal Februari ini memang terindikasi ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama menjelang ramadan.

Baca Juga :  Dari Modal hingga Kepastian Pasar, Program Petani Gajian Dapat Apresiasi Petani

Beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan antara lain cabai yang naik sekitar 35,7% dari Harga Acuan Pembelian (HAP) menjadi Rp77.800/kg; Minyak Kita Rp16.300/liter atau naik 3,4% dari Harga Acuan Tertinggi (HET) Rp15.700/liter; Daging kerbau beku Rp110.000/kg atau naik 38,4% dari HPP Rp80.000/kg; Jagung untuk peternak ayam petelur Rp6.250/kg atau naik 7,4% dari HPP Rp5.500/kg.

“Ada kenaikan tapi belum signifikan, kecuali cabai yang hampir mendekati angka Rp80 ribu. JTAB sudah kita perintahkan untuk melakukan penetrasi harga di seluruh pasar,” jelasnya.

Oleh karenanya, GPM menjadi salah satu langkah strategis guna mengendalikan harga bahan pokok supaya stabil dan terjangkau oleh masyarakat.

Dalam kegiatan GPM di Pucang Gading, setidaknya ada 11 pelaku usaha yang terlibat, termasuk kelembagaan lain seperti Bulog, RNI, PPI, JTAB, UMKM Binaan DKP Provinsi Jawa Tengah, Gapoktan Catur Tani Demak, Poktan Mudo Manunggal Roso, CV. Futago Farm Demak, UMKM Sedap Arum Demak, Ayam Komsiah Semarang, dan Primafood.

Baca Juga :  Kepastian Hukum Jadi Kunci, Ahmad Luthfi Bidik Lonjakan Investasi Jateng

Selain GPM, langkah strategis lain untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok penting adalah melakukan penyisiran yang dilakukan oleh Satgas Pangan Jawa Tengah. Penyisiran juga untuk mengantisipasi adanya spekulan-spekulan.

“Harus kita sisir, mulai dari hilirisasi petani, distributor, sampah ke tempat penjualan dan konsumen,” tegasnya.

Salah seorang warga Pucang Gading, Nuraini mengaku, senang dan sangat terbantu sekali dengan adanya gerakan pangan murah tersebut. Apalagi harga yang dijual lebih murah dari di pasar. Semoga kegiatan serupa lebih sering diselenggarakan.

“Ini ada beras, telur, cabai. Cabai ini jauh lebih murah, segini kalau di pasar hampir Rb100 ribu, di sini cuma Rp65 ribu. Minyak juga lebih murah,” ujarnya usai belanja bersama warga lain sembari menunjukkan barang belanjaan.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru