Gubernur Luthfi Perketat Aturan, Kepala Daerah Harus Siaga Penuh Saat Nataru

- Reporter

Senin, 8 Desember 2025 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Seluruh kepala daerah di Provinsi Jawa Tengah tidak diperbolehkan nglencer dan meninggalkan wilayahnya selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini.

Para bupati dan wali kota diminta siaga di wilayah masing-masing untuk memantau kondusivitas dan kesiapsiagaan potensi bencana.

“Surat edaran dari Menteri Dalam Negeri untuk tidak meninggalkan tempat (wilayah) selama Nataru itu ada. Berlaku sampai selesai tahun baru,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, usai Rapat Koordinasi bersama Forkopimda Jawa Tengah dalam rangka kesiapan Natal dan Tahun Baru di Gradhika Bhakti Praja, Senin, 8 Desember 2025.

Dalam rakor yang juga dihadiri oleh bupati atau wakil bupati dan wali kota atau wakil wali kota se-Jawa Tengah tersebut, kepala daerah tidak boleh izin selama Nataru, termasuk perjalanan ke luar negeri. Izin diperbolehkan jika memang ada kegiatan dinas yang mendesak atas terkait koordinasi antardaerah.

Baca Juga :  Wagub Jateng Taj Yasin Ajak Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Mitigasi Bencana

Ia mengingatkan pentingnya seorang kepala daerah tetap berada di wilayahnya selama Nataru. Selain memantau langsung kondusivitas wilayah, keberadaan kepala daerah dapat memberikan arahan langsung secara cepat apabila ada kejadian mendesak.

Di samping itu, Ahmad Luthfi juga meminta seluruh kepala daerah untuk melakukan mitigasi kebencanaan. Di mana perkiraan cuaca dari BMKG selama Nataru di beberapa daerah masih berpotensi memicu terjadinya bencana alam seperti longsor maupun banjir.

Baca Juga :  Selvi Gibran Hadiri Peringatan Kartini Rembang, Nawal Yasin Dorong Perempuan Lebih Mandiri dan Berdaya

Kesiapsiagaan mengenai potensi bencana tersebut sangat penting dan harus ditingkatkan selama periode Nataru. Menurut Ahmad Luthfi, jangan sampai kejadian seperti di Cilacap dan Banjarnegara yang memakan korban jiwa terulang lagi di wilayah yang sama atau daerah lain.

“Kebencanaan sudah ada SOP, jadi setiap ada bencana semua bupati/wali kota akan menerapkan SOP namanya tanggap darurat. Pada saat tanggap darurat maka yang dilakukan membentuk Satgas,” katanya.

Satgas tersebut meliputi satgas pengungsian, pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan lainnya yang dibentuk untuk kesiapan daerah apabila terjadi bencana. Termasuk Tagana di desa-desa yang sudah diberikan pelatihan saat terjadi bencana.

“Doakan tidak ada bencana lagi,” ujar Ahmad Luthfi.*

Berita Terkait

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak
Eks Ketua DPP PPP Sebut Pencopotan Agus-Taj Yasin Gertak Sambal, IPR Soroti Konflik Internal
Tiga Insiden di Porprov Jateng, KONI Evaluasi SOP Keselamatan Atlet
Tak Perlu Jauh ke Rumah Sakit, Warga Lereng Lawu Terbantu Layanan Speling

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Senin, 2 November 2026 - 17:27 WIB

Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Eks Ketua DPP PPP Sebut Pencopotan Agus-Taj Yasin Gertak Sambal, IPR Soroti Konflik Internal

Berita Terbaru