Galeri Dekranasda Jepara Resmi Dibuka, Pelaku UMKM Siap Naik Kelas

- Reporter

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPARA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin,M.S.I, terus mendorong produk kerajinan dan UMKM lokal agar menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi daerah. Untuk itu, pihaknya meminta Dekranasda di 35 kabupaten/ kota, agar lebih aktif melakukan pendampingan dan pembinaan kepada para pengrajin serta pelaku UMKM.

Hal ini disampaikan Ning Nawal, panggilan akrabnya, saat Peluncuran Galeri Dekranasda Jepara di Gedung Islamic Center Kabupaten Jepara, Kamis (29/1/2025). Acara turut dihadiri sejumlah Ketua Dekranasda Kabupaten/ Kota se-Jawa Tengah.

Upaya tersebut sebagaimana arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin untuk menjadikan UMKM, sebagai tulang punggung perekonomian Jawa Tengah.

“Mungkin Ibu-ibu, panjenengan punya potensi, petakan sampai ke nilai ekonominya berapa. Sehingga ini bisa menjadi satu hal untuk pemicu semangat (dalam menggerakkan ekonomi daerah),” pintanya.

Pada kesempatan itu, Nawal mengucapkan selamat atas diluncurkannya Galeri Dekranasda Jepara. Dia berharap, gerai tersebut dapat menjadi pusat promosi sekaligus pameran produk unggulan daerah.

Menurut dia, Kabupaten Jepara memiliki berbagai potensi luar biasa yang dapat dikembangkan. Di sektor UMKM, hingga saat ini tercatat sebanyak 81.600 pelaku UMKM.

Baca Juga :  BUMD Jateng Digenjot Lebih Produktif, Target Dividen Tumbuh 10,58 Persen Tahunan

Dikenal sebagai Kota Ukir, Jepara memiliki 500 industri mebel dan ukir dengan potensi nilai ekonomi mencapai Rp3,2 triliun. Sektor ini bahkan berkontribusi sebesar 34,1 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Jepara.

Potensi lain yang tak kalah membanggakan adalah tenun troso. Saat ini, terdapat 344 unit usaha industri kecil menengah (IKM) troso di Jepara dengan nilai ekonomi mencapai Rp25,8 miliar per bulan.

Nawal juga menyoroti dampak positifnya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Hingga triwulan I 2025, perekonomian Jepara tercatat tumbuh sebesar 5,6 persen, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 di angka 4,22 persen.

“Kemudian kekayaan sumber daya alam, Jepara ini juga menjadi penggerak perekonomian Jawa Tengah. Maka di sini upaya untuk kolaborasi, penguatan strategi, harapannya terus kita lakukan,” kata dia.

Istri Wakil Gubernur ini mengatakan, Jateng memiliki beragam produk kerajinan dan UMKM unggulan. Contohnya batik dengan motif kearifan lokal di masing-masing daerah, antara lain batik Pekalongan, batik Solo, dan batik Lasem.

Namun demikian, tantangan saat ini adalah proses produksi batik yang masih berhenti pada bentuk kain. Atas kondisi ini, Dekranasda Jateng menggalakkan pengembangan batik ready to wear agar memiliki nilai tambah dan daya jual yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Data Perumahan Jateng Dinilai Paling Update, PKP Lakukan Kerja Sama

“Maka yang menjadi fokus Dekranasda Provinsi pada hari ini adalah kita mengembangkan pelatihan, supaya nantinya desainer-desainer muda didorong untuk bisa mengolah kain ini menjadi ready to wear,” beber Nawal.

Lebih lanjut, dia berpesan kepada Dekranasda di setiap daerah agar terus memberikan pendampingan kepada pengrajin UMKM, mengembangkan inovasi, serta meningkatkan daya saing produk. Kolaborasi dan sinergi, menjadi hal yang mutlak dilakukan.

Sementara Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso mengatakan, dalam operasionalnya, Galeri Dekranasda menggandeng 65 IKM dengan beragam produk. Mulai dari kerajinan kayu, tenun troso, batik ecoprint, hingga rajut.

Ia berharap, gerai yang hadir dengan wajah baru ini dapat menjadi sarana pameran, promosi, serta penguatan jejaring usaha, sehingga para pengrajin di Jepara mampu naik kelas dan berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi daerah.

“Semoga ikhtiar kecil ini menjadi bagian dari langkah besar Kabupaten Jepara dalam memperkuat ekonomi masyarakat,” harap Ella, sapaan akrabnya.*

Berita Terkait

Koordinasi HGB KITB, Ahmad Luthfi Pastikan Investasi di Jateng Berjalan Lancar dan Aman
Jateng Dinilai Paling Cepat Wujudkan Koperasi Desa Berbadan Hukum
Toys Kingdom Hadirkan Mainan Interaktif dan Aktivitas Seru untuk Dukung Anak Lebih Aktif dan Percaya Diri
Harga Plastik Naik Drastis, Pemprov Jateng Turun Tangan Jaga Distribusi
Kepesertaan BPJS Jateng 98,81 Persen, Keaktifan Peserta Terus Didorong
PGN Group Raih Penghargaan PROPER EMAS dan HIJAU 2025, Bukti Konsistensi Inovasi Sosial dan Lingkungan
Presiden Prabowo Subianto Dorong Daerah Lain Tiru Jateng Pesan Bus Listrik Buatan Lokal
Tak Perlu Bayar BBNKB II, Balik Nama Motor Bekas di Jateng Gratis

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 12:21 WIB

Koordinasi HGB KITB, Ahmad Luthfi Pastikan Investasi di Jateng Berjalan Lancar dan Aman

Selasa, 14 April 2026 - 10:43 WIB

Toys Kingdom Hadirkan Mainan Interaktif dan Aktivitas Seru untuk Dukung Anak Lebih Aktif dan Percaya Diri

Jumat, 10 April 2026 - 19:55 WIB

Harga Plastik Naik Drastis, Pemprov Jateng Turun Tangan Jaga Distribusi

Jumat, 10 April 2026 - 17:46 WIB

Kepesertaan BPJS Jateng 98,81 Persen, Keaktifan Peserta Terus Didorong

Jumat, 10 April 2026 - 08:41 WIB

PGN Group Raih Penghargaan PROPER EMAS dan HIJAU 2025, Bukti Konsistensi Inovasi Sosial dan Lingkungan

Berita Terbaru