Eks Ketua DPP PPP Sebut Pencopotan Agus-Taj Yasin Gertak Sambal, IPR Soroti Konflik Internal

- Reporter

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemberhentian Wakil Ketua Umum DPP PPP Agus Suparmanto dan Sekjen Taj Yasin Maimoen oleh Ketua Umum Mardiono dianggap lucu-lucuan saja. Forum pemberhentian itu dianggap hanya gertak sambal.

Hal itu dikatakan eks Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2020–2025, M. Thobahul Aftoni, menanggapi pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III DPP PPP secara daring, yang digelar kubu Mardiono Selasa (27/10/2026).

M. Thobahul Aftoni menilai forum tersebut sebatas koordinasi dan tidak perlu dibesar-besarkan.

“Ini cuma forum lucu-lucuan aja. Gertak sambal, hehe,” kelakar Aftoni saat menanggapi Rakornas III DPP PPP di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Menurut Aftoni, pelaksanaan Rakornas maupun pembentukan Tim Penyelesaian Sengketa Internal tidak diatur secara eksplisit dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP. Karena itu, ia tidak menganggap sebagai hal yang serius.

“Rakornas tidak diatur di AD/ART. Tim Penyelesaian Sengketa Internal juga tidak ada di AD/ART,” ujar Aftoni.

Ia menegaskan, Rakornas semestinya dipahami sebagai forum koordinasi. Bukan forum yang secara otomatis menghasilkan keputusan mengikat bagi seluruh elemen partai.

“Jadi forum Rakornas virtual ini hanya koordinasi. Kongkow-kongkow virtual aja. Gak ada keputusan yang mengikat. Jadi gak perlu dibesar-besarkan, santai saja,” tegasnya.

Baca Juga :  PGN SOR III Area Kalimantan Tingkatkan Kesadaran Keamanan Menggunakan Gas Bumi bagi Masyarakat Tarakan

Pernyataan Aftoni tersebut muncul setelah DPP PPP menggelar Rakornas III yang dihadiri Ketua Umum beserta jajaran Pengurus Harian DPP PPP, Ketua Mahkamah Partai beserta jajarannya, serta Ketua dan Sekretaris DPW PPP dari 38 provinsi di Indonesia secara virtual

Dalam dokumen ketetapan Rakornas III tertanggal 27 Oktober 2026, terdapat sejumlah poin yang diputuskan. Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah keputusan untuk memberhentikan dan melakukan restrukturisasi kepengurusan Agus Suparmanto dari jabatan Wakil Ketua Umum serta H. Taj Yasin dari jabatan Sekretaris Jenderal DPP PPP periode 2025–2030.

Di tengah berbagai keputusan tersebut, Aftoni berpandangan bahwa kedudukan dan daya ikat hasil Rakornas perlu dilihat berdasarkan aturan organisasi yang berlaku.

Tambah Suram

Keputusan pemberhentian tersebut mendapat sorotan dari Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan.

Ia menilai langkah kubu Mardiono berpotensi memperpanjang konflik internal dan menghambat upaya pemulihan PPP.

Menurut Iwan, perseteruan yang terus berulang menunjukkan bahwa elite PPP belum berhasil mengambil pelajaran dari perpecahan sebelumnya.

Baca Juga :  Di Depan Bahlil, Ahmad Luthfi Tegaskan Jateng Dibangun Kolaborasi Tanpa Sekat Partai

Konflik antarkubu, kata dia, turut melemahkan kekuatan partai hingga PPP gagal mempertahankan kursi di DPR RI pada Pemilu 2024.

“Kebesaran PPP di masa lalu hilang disebabkan oleh pimpinan mereka sendiri yang tidak bisa mengelola keberagaman yang ada di dalam tubuh partai. Saling pecat, mau menang dan berkuasa sendiri menunjukkan bahwa pimpinan PPP belum dewasa dalam berpolitik dan berorganisasi,” kata Iwan kepada wartawan, Rabu (28/10).

Iwan menilai PPP masih memiliki peluang untuk bangkit dan memulihkan kekuatan politiknya.

Namun, upaya tersebut akan sulit dilakukan apabila konflik internal terus berlanjut dan menghambat konsolidasi organisasi.

Ia juga menyoroti informasi mengenai dugaan meluasnya perseteruan hingga ke tingkat daerah.

Menurut Iwan, jika konflik dan pemberhentian kader benar-benar terjadi di sejumlah wilayah, dampaknya dapat semakin melemahkan struktur organisasi serta basis dukungan partai.

“Bahkan infonya sejumlah tokoh di daerah juga dipecat sebagai anggota DPRD dan kader partai. Jika betul ini terjadi, maka masa depan PPP akan semakin suram,” ujarnya.*

Berita Terkait

Di Depan Bahlil, Ahmad Luthfi Tegaskan Jateng Dibangun Kolaborasi Tanpa Sekat Partai
DPP PSI Terbitkan SK Baru, Melly Pangestu Kembali Pimpin DPD PSI Kota Semarang
Gus Yasin Respons Laporan Kader PPP, Tegaskan Tak Ada Pemalsuan Dokumen
Gelombang Hoaks Serang Ahmad Luthfi, Mafindo Dorong Literasi Digital Publik
Ulama PPP Nilai Kepemimpinan Mardiono Menyimpang dari Hasil Muktamar
Kolaborasi Politik Pusat–Daerah Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Jawa Tengah
Gubernur Luthfi Perketat Aturan, Kepala Daerah Harus Siaga Penuh Saat Nataru
PLN UIP JBT Turut Ambil Bagian dalam Penanaman Ribuan Pohon di Jawa Barat dan Jawa Tengah

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Eks Ketua DPP PPP Sebut Pencopotan Agus-Taj Yasin Gertak Sambal, IPR Soroti Konflik Internal

Minggu, 6 September 2026 - 13:40 WIB

Di Depan Bahlil, Ahmad Luthfi Tegaskan Jateng Dibangun Kolaborasi Tanpa Sekat Partai

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:47 WIB

DPP PSI Terbitkan SK Baru, Melly Pangestu Kembali Pimpin DPD PSI Kota Semarang

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:54 WIB

Gus Yasin Respons Laporan Kader PPP, Tegaskan Tak Ada Pemalsuan Dokumen

Senin, 9 Maret 2026 - 06:22 WIB

Gelombang Hoaks Serang Ahmad Luthfi, Mafindo Dorong Literasi Digital Publik

Berita Terbaru