Difabel hingga Lansia Terlayani, Mudik Gratis Jateng Dinilai Semakin Ramah

- Reporter

Senin, 16 Maret 2026 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tak hanya menjadi harapan bagi para pekerja informal di perantauan. Bagi sebagian penyandang disabilitas, program ini juga membuka jalan pulang yang lebih ramah, aman, dan manusiawi.

Hal itu dirasakan Agus, seorang pemudik difabel tunanetra yang bersiap pulang ke Terminal Tirtonadi, Solo. Dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya, Agus menunggu keberangkatan bus di halaman Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (16/3/2026).

Bagi Agus, kesempatan mudik gratis ini terasa sangat berarti. Setelah beberapa tahun terhenti akibat pandemi, ia kembali bisa pulang kampung tanpa harus memikirkan ongkos perjalanan.

“Senang bisa ikut mudik. Info di radio itu benar, tidak bohong,” katanya sambil tersenyum.

Di Jakarta, Agus menjalani berbagai pekerjaan serabutan. Ia kerap membantu temannya mencuci sprei hingga memijat pelanggan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, biaya perjalanan pulang kampung kerap menjadi beban tersendiri. Dengan adanya program mudik gratis, uang yang dimiliki bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

“Yang penting bisa buat makan, baju, celana, itu sudah alhamdulillah. Mudik gratis ini membantu sekali karena tidak keluar biaya ongkos,” ujarnya. Ia pun berharap program serupa terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang agar para perantau kecil seperti dirinya tetap memiliki kesempatan pulang.

Baca Juga :  Menko Polkam Bekali Prajurit Garuda dengan Pesan Disiplin dan Loyalitas di Lebanon

“Harapannya semoga tahun depan bisa mudik gratis lagi,” katanya. Tak hanya membantu secara ekonomi, Agus juga merasakan pelayanan yang ramah bagi penyandang disabilitas. Sejak tiba di lokasi pemberangkatan hingga menuju bus, ia mendapat pendampingan dari petugas.

“Tadi diantar ke sini, dilayani juga. Bagus, memuaskan,” ungkapnya.

Pengalaman serupa dirasakan Sugiyanto (44), penyandang difabel yang akan mudik ke Boyolali. Ia melihat antusiasme masyarakat terhadap program mudik gratis tahun ini meningkat dibandingkan sebelumnya.

Menurut Sugiyanto, mayoritas peserta berasal dari kalangan pekerja nonformal seperti buruh harian, pekerja rumah tangga, pekerja proyek bangunan hingga pengemudi ojek online.

“Teman-teman difabel dan lansia terlayani dengan baik. Ada prioritas pendaftaran di Badan Penghubung,” katanya.

Ia menilai pelayanan bagi kelompok rentan tersebut terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun. Meski demikian, masih ada beberapa tantangan di lapangan, terutama bagi difabel netra maupun pengguna kursi roda.

“Kalau difabel fisiknya relatif aman. Busnya juga nyaman dan ramah,” ujarnya.

Program mudik gratis ini juga melibatkan berbagai paguyuban perantau Jawa Tengah di Jakarta. Humas Perkumpulan Masyarakat Batang, Mardiyono, mengatakan antusiasme masyarakat selalu tinggi setiap tahun.

Baca Juga :  RDP Komisi I DPR RI, Sekda Jateng Harap Ada Kebijakan Khusus untuk Sengketa Lahan

“Antusiasnya luar biasa. Banyak pekerja informal seperti penjahit, buruh, pedagang, hingga ibu rumah tangga yang ikut,” kata Mardiyono.

Namun, menurutnya, jumlah kuota bus yang tersedia kerap belum mampu menampung seluruh peminat.

“Harapannya busnya bisa ditambah karena antreannya masih panjang,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Sugeng Afrianto dari Paguyuban Banjarnegara. Ia menyebut kenaikan harga tiket angkutan umum membuat minat masyarakat mengikuti program mudik gratis semakin tinggi.

“Antusiasnya ikut tinggi karena harga tiket juga naik. Banyak pekerja seperti driver, ojek online, pedagang yang bisa memanfaatkannya,” katanya. Karena itu, ia berharap jumlah armada pada tahun-tahun mendatang bisa ditambah agar lebih banyak perantau yang terbantu.

“Semoga ke depan bisa ditambah lagi karena peminatnya semakin banyak setiap tahunnya,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara langsung melepas keberangkatan para pemudik. Ia berpesan agar masyarakat dapat memanfaatkan program Mudik Gratis Pemprov Jawa Tengah secara maksimal.

Program ini mengusung slogan “Jateng Mudik Gampang, Balik Tenang”, sebagai upaya memudahkan masyarakat pulang kampung sekaligus memastikan perjalanan kembali ke perantauan tetap aman dan nyaman.***

Berita Terkait

Wamenko Polkam: Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Jalan Menuju Kekayaan
Pimpin Peringatan HANI 2026, Menko Polkam Tegaskan Perang Melawan Narkotika Tanggung Jawab Bersama
Menko Polkam Tiba di Doha, Bawa Belasungkawa Presiden Prabowo untuk Keluarga Sheikh Hamad
Pemerintah Pastikan Penegakan Hukum Kasus Korupsi Profesional, Transparan, dan Berkeadilan
Prabowo Puji Keberhasilan CNG Jateng, Luthfi Siapkan Implementasi Lebih Luas
Libur Sekolah Bikin Anak Makin Aktif, Orang Tua Perlu Bangun Rutinitas Perawatan Diri Sejak Dini
Menko Polkam Dorong Siswa Dikmaba dan Calon Manajer KDKMP Mengabdi Sepenuh Hati untuk Negeri
Menko Polkam: Generasi Muda Jangan Sampai Terpapar Disinformasi dan Ujaran Kebencian

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:20 WIB

Wamenko Polkam: Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Jalan Menuju Kekayaan

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:43 WIB

Pimpin Peringatan HANI 2026, Menko Polkam Tegaskan Perang Melawan Narkotika Tanggung Jawab Bersama

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:19 WIB

Menko Polkam Tiba di Doha, Bawa Belasungkawa Presiden Prabowo untuk Keluarga Sheikh Hamad

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:44 WIB

Pemerintah Pastikan Penegakan Hukum Kasus Korupsi Profesional, Transparan, dan Berkeadilan

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:43 WIB

Prabowo Puji Keberhasilan CNG Jateng, Luthfi Siapkan Implementasi Lebih Luas

Berita Terbaru