Stabilitas Pangan Terjaga, Gubernur Dorong Bulog Perkuat Serapan Gabah Petani

- Reporter

Rabu, 24 Desember 2025 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Menjelang lonjakan konsumsi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan stok pangan dalam kondisi aman. Namun bagi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, kecukupan beras saja belum cukup, yang tak kalah penting adalah memastikan hasil panen petani lokal terserap dengan baik, agar stabilitas pangan berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kesejahteraan petani.

Ahmad Luthfi meminta Perum Bulog memperkuat serapan hasil panen petani lokal meski stok beras di wilayahnya dipastikan aman hingga pertengahan 2026. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pangan, sekaligus melindungi kepentingan petani menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Kami tidak ingin saat petani panen, justru dari provinsi lain masuk ke wilayah kita. Serapan petani lokal harus diperkuat,” kata Ahmad Luthfi saat menerima audiensi jajaran Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah di Kantor Gubernur, Rabu, 24 Desember 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Bulog melaporkan stok beras di Jawa Tengah mencapai 339.094 ton dengan ketahanan sekitar tujuh bulan atau hingga Juni 2026. Sepanjang 2025, realisasi pengadaan setara beras tercatat sebesar 397.905 ton atau 100,3 persen dari target yang ditetapkan.

Selain beras, Bulog juga memastikan ketersediaan komoditas pangan lain seperti gula pasir dan minyak goreng dalam kondisi cukup. Namun, realisasi pengadaan jagung dalam negeri masih relatif rendah, baru sekitar 1,94 persen dari target pengadaan tahunan.

Baca Juga :  97,25 Persen Desa di Jateng Punya BUMDes, Wagub Dorong Kolaborasi dengan Koperasi Merah Putih

Ahmad Luthfi menyoroti masih adanya keluhan petani terkait penyerapan gabah oleh Bulog. Ia menegaskan, standar penyerapan tidak boleh justru merugikan petani.

“Ada petani kita yang hasil panennya tidak diterima Bulog karena alasan standar. Bulog harus punya strategi,” tegasnya.

Ia juga menyinggung keterbatasan gudang dan sarana penyimpanan yang kerap menjadi kendala. Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya dapat diantisipasi melalui koordinasi yang lebih baik.

“Kalau kurang gudang bisa dikomunikasikan supaya tidak lari ke mana-mana. Ini privilese Jawa Tengah. Jangan sampai petani kita rugi,” ujar Ahmad Luthfi.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah–DIY, Sri Muniati, memastikan stok beras pemerintah dalam kondisi sangat memadai menjelang libur panjang akhir tahun.

“Menghadapi Natal dan Tahun Baru, kami menyatakan stok beras pemerintah sangat kuat. Masyarakat tidak perlu cemas karena ketersediaan cukup dan harga relatif stabil,” kata Sri Muniati.

Ditambahkan, Bulog menyiagakan gudang-gudang induk di seluruh Jawa Tengah serta memastikan kesiapan mitra pengecer selama periode libur panjang. Selain beras, Bulog juga menyiapkan stok minyak goreng, gula, dan komoditas pangan lainnya.

Baca Juga :  Nawal Yasin: Kampung Singkong Bisa Jadi Model Pengembangan Ekonomi Lokal

Sri Muniati mengakui, penyerapan hasil panen membutuhkan dukungan lintas sektor. Ia berharap koordinasi dengan pemerintah daerah serta dukungan TNI dan Polri dapat memperkuat penyerapan hasil pertanian di Jawa Tengah.

“Kami ingin produksi dan panen di Jawa Tengah dapat diserap secara maksimal oleh Jawa Tengah sendiri,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menambahkan, pemerintah daerah sedang menyiapkan regulasi berupa Peraturan Gubernur untuk memperkuat kapasitas internal daerah.

“Bukan dengan melarang pengiriman keluar daerah, tetapi dengan memperkuat kapasitas di dalam Jawa Tengah,” kata Dyah.

Dijelaskan, penguatan dilakukan dengan melibatkan Bulog, BUMD provinsi dan kabupaten, serta penggilingan-penggilingan kecil. Salah satu rencana yang disiapkan adalah program subsidi bunga pinjaman bagi penggilingan kecil pada 2026 agar memiliki permodalan yang lebih kuat.

Selain meningkatkan serapan, pemerintah daerah juga menyiapkan jalur distribusi agar hasil panen yang diserap dapat dimanfaatkan kembali di dalam daerah.

“Harapannya, kebutuhan Jawa Tengah bisa dipenuhi dari Jawa Tengah sendiri,” ujar Dyah.

Dengan penguatan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis stabilitas pangan daerah dapat terjaga, sekaligus memperkuat peran Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.*

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru