Dua Emas Porprov untuk Ayah, Fardania Menjaga Mimpi lewat Sepak Takraw

- Reporter

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Air mata Fardania Malikha tak terbendung ketika mengenang sosok ayah yang mengenalkannya pada sepak takraw. Sukamto, sang ayah, bukan sekadar orang tua bagi atlet asal Desa Gidangelo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, itu. Ia adalah sosok yang pertama kali mengajarinya bermain sepak takraw sekaligus menanamkan semangat agar tidak mudah menyerah.

Kini, setelah bertahun-tahun menekuni olahraga tersebut, Fardania berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Prestasi itu menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus pencapaian yang ingin dipersembahkan untuk mendiang ayahnya yang meninggal ketika ia masih di bangku SMP.

Perjalanan Fardania sebagai atlet takraw bermula sejak sekolah dasar. Saat itu, Sukamto yang juga seorang atlet sepak takraw sekaligus pelatih di sekolahnya, mengajarkan olahraga tersebut secara langsung kepada putrinya.

Dari sang ayah, Fardania mulai mengenal teknik dasar sepak takraw. Latihan demi latihan dijalaninya, meski proses untuk menguasai permainan itu tidak selalu mudah. Ada kalanya ia merasa kesulitan, bosan, bahkan ingin menyerah. Namun, Sukamto selalu memberikan semangat agar putrinya terus berlatih dan tidak mudah jenuh.

“Bapak bilang latihan terus, semangat terus kalau latihan, jangan bosan-bosan,” kenang Fardania, Jumat (30/10/2026).

Nasihat sederhana itu terus melekat dalam ingatannya. Sayangnya, ketika Fardania masih berada di bangku kelas IX SMP, sang ayah meninggal dunia. Sosok yang selama ini mendampingi dan membimbing berlatih takraw itu tak lagi berada di sisinya.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Resmikan Asrama, Atlet Paralympic Jateng Ditantang Lebih Hebat

Rasa kehilangan tersebut menjadi bagian berat dalam perjalanan hidupnya. Kendati demikian, Fardania tan berhenti bermain sepak takraw. Ia memilih melanjutkan olahraga yang telah dikenalkannya sejak kecil. Terlebih setelah mendapat dorongan dari sang kakak untuk meneruskan cita-cita ayahnya.

Keputusan itu membawanya melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Jawa Tengah. Di sekolah itu, Fardania kembali mengasah kemampuan melalui pembinaan olahraga yang lebih terarah dan intensif.

“Di SMANKO menjadi tempat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan sebagai atlet. Selain mendapatkan pendidikan akademis, ia juga memperoleh kesempatan berlatih secara khusus untuk mengembangkan potensinya di cabang sepak takraw,” ungkapnya.

Hingga akhirnya kerja kerasnya membuahkan hasil manis. Pada Porprov Jawa Tengah 2026, Fardania berhasil mempersembahkan medali emas untuk Kabupaten Jepara. Ia meraih emas pada nomor tim regu dan tim double event. Di balik prestasi itu, ada sosok yang selalu ia ingat. Sosok yang pertama kali mengajarinya menimang bola takraw, mendampingi berlatih, dan menyemangati ketika mulai merasa bosan.

Ketika ditanya apa yang ingin disampaikan kepada sang ayah, Fardania tak kuasa menahan tangis. Ia ingin mengucapkan terima kasih atas pendidikan dan bimbingan yang diberikan sejak kecil.

“Saya mau berterima kasih sama Bapak karena sudah dididik dari kecil,” ucapnya sambil menyeka air mata.

Bagi Fardania, dua medali emas yang diraih bukan sekadar hasil pertandingan. Ada kenangan tentang perjuangan bersama ayah yang menyertainya, juga tekad untuk meneruskan cita-cita sang ayah melalui sepak takraw.

Baca Juga :  Midea Luncurkan Celest Inverter, AC Pintar Buatan Indonesia dengan Teknologi AI

Kini, langkahnya sebagai atlet masih panjang. Dengan bekal pembinaan di SMANKO Jawa Tengah dan semangat yang diwariskan Sukamto, Fardania bertekad terus mengembangkan kemampuannya. Medali emas itu menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanannya. Sebuah persembahan bagi ayah yang telah mengenalkannya pada sepak takraw, mengajarinya bertahan ketika kesulitan, dan menanamkan semangat untuk terus berlatih.

“Terima kasih ayah,” ungkapnya dengan bibir bergetar.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menuturkan, SMANKO Jateng merupakan sekolah khusus atlet yang terintegrasi dengan pendidikan formal. Siswa yang diterima di SMANKO Jateng ini merupakan atlet-atlet berprestasi olahraga dan diterima di Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jateng.

Atlet potensial yang masuk ke sana tidak hanya digembleng dari sisi prestasi olahraga, tetapi juga mendapatkan pendidikan formal sebagai penunjang masa depan. SMANKO Jateng akan menjadi andalan Provinsi Jawa Tengah dalam mencetak atlet berprestasi. Artinya dapat menunjang peningkatan prestasi olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya imbau kepada anak-anak didik kita untuk selalu mengangkat prestasi di tempat kita lewat olahraga dengan belajar di sini. Sarana prasarana, kemudian tempat latihan dan asrama kita siapkan, sehingga mereka kita gembleng menjadi atlet masa depan,” tandasnya.***

Berita Terkait

Porprov Jateng XVII Resmi Ditutup, Tuan Rumah Berikutnya Kedu Raya
Ditempa di SMANKO Jateng, Dela Panen Emas di Porprov
Porprov Jateng 2026 Bergulir, Ahmad Luthfi Pacu Pembinaan Atlet Menuju PON 2028
Persiapan PON 2028, Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka Atlet Trail Run Jateng
Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Slamet, Pelari Sekaligus Berwisata Menikmati Keindahan Guci
Slamet Trail Run 2026 Hadirkan 1.031 Peserta, Dorong Kebangkitan Wisata Guci Tegal
Persembahkan Empat Medali untuk Indonesia, Atlet Takraw Jateng Disambut Hangat
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Ribuan Warga Jateng Rayakan Kemenangan Garuda di Gubernuran

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Dua Emas Porprov untuk Ayah, Fardania Menjaga Mimpi lewat Sepak Takraw

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Porprov Jateng XVII Resmi Ditutup, Tuan Rumah Berikutnya Kedu Raya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Ditempa di SMANKO Jateng, Dela Panen Emas di Porprov

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Porprov Jateng 2026 Bergulir, Ahmad Luthfi Pacu Pembinaan Atlet Menuju PON 2028

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Persiapan PON 2028, Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka Atlet Trail Run Jateng

Berita Terbaru