Tampil Perdana di MTQ Nasional, Bagas Hadapi Tantangan Tafsir dalam Tiga Bahasa

- Reporter

Selasa, 15 September 2026 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Menafsirkan Al-Qur’an dalam Bahasa Indonesia, seringkali kita dengar. Tetapi menafsirkan Al-Qur’an dalam Bahasa Inggris, menghadirkan tantangan tersendiri bagi peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026, di Semarang Jawa Tengah.

Seperti yang dirasakan Bagas Ihsanul Umam, kafilah Provinsi Riau. Bagas, sapaannya, punya tantangan tak biasa di MTQ Nasional kali ini, karena harus menguasai tafsir Al-Qur’an, sekaligus menerjemahkannya dalam tiga bahasa. Bagas merupakan peserta cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris.

Dia mengungkapkan, MTQ Nasional 2026 menjadi pengalaman pertamanya tampil dalam ajang tingkat nasional.

“Pasti deg-degan karena ini pengalaman pertama saya tampil di tingkat nasional,” kata Bagas, ditemui seusai tampil di Gedung Semeru BPL2K Semarang, Senin (14/9/2026).

Tantangan terbesar yang dihadapinya, adalah proses peralihan bahasa ketika menjawab pertanyaan dewan hakim.

“Pertama, menerjemahkan bahasa Arab ke bahasa Indonesia, lalu mencari bahasa Inggris yang sesuai,” ungkapnya.

Menurut Bagas, proses tersebut cukup menyulitkan. Namun, dia justru menganggap tantangan itu sebagai kesempatan untuk terus belajar.

“Peralihan bahasa ini cukup membuat saya kesulitan, itu tantangan yang bisa dipelajari,” katanya.

Untuk mempersiapkan diri berlaga di provinsi yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi-Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Bagas mengaku tidak hanya belajar dari guru dan pelatih. Dia juga memanfaatkan teknologi seperti YouTube, televisi, hingga kecerdasan buatan atau AI.

Baca Juga :  Modal Etos Kerja, Diaspora Jawa Tengah Berkiprah dan Memimpin di Lampung

“Saya memanfaatkan teknologi seperti YouTube, TV, dan AI untuk belajar bahasa,” ungkapnya.

Namun, hasil belajar dari teknologi tetap dikonfirmasi kepada guru, untuk memastikan penggunaan bahasa yang tepat. Bagas juga mengandalkan latihan dengan memperbanyak jam terbang, agar lebih rileks ketika tampil.

“Ketika latihan, saya membayangkan sedang tampil di mimbar tilawah,” kata peserta yang pernah menjadi juara pertama Tafsir Bahasa Inggris tingkat Provinsi Riau tersebut.

Meski baru pertama tampil di tingkat nasional, Bagas mengaku sangat optimistis menghadapi persaingan.

“Kalau ditanya optimistis, 100 persen, Allahu Akbar,” ujarnya penuh semangat.

Bagas berharap MTQ ini tidak berhenti sebagai ajang mencari juara, tetapi semakin mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an.

“Semoga even ini semakin memotivasi umat untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an,” pungkasnya.

Peserta lain adalah Fadli, asal Provinsi Jambi yang mengikuti cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia. Da merasa nyaman dengan tempat yang disediakan panitia.

“Alhamdulillah ketika tampil tadi saya merasa tenang, tempatnya juga nyaman,” kata Fadli usai tampil lebih dulu, di lokasi serupa.

Menurut Fadli, tantangan terbesar dalam perlombaan justru muncul ketika mendapatkan soal hafalan. Sehingga dirinya harus berusaha mengingat semaksimal mungkin.

Fadli mengaku mempersiapkan diri selama dua hingga tiga bulan sebelum mengikuti MTQ Nasional. Pihaknya telah melakukan berbagai latihan kepada kafilah.

Baca Juga :  Kinerja Tangguh, Bank Mandiri Kantongi Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026

“Provinsi (Jambi ) telah banyak melakukan training center atau pelatihan untuk mempersiapkan para kafilah,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia MTQ Nasional, Hidayat Maskur mengatakan, sistem penilaian tahun ini dibuat lebih transparan.

“Nomor urut peserta sekarang selalu diacak, sehingga tidak ada yang mengetahui urutannya,” kata Hidayat, saat mendampingi Person in Charge (PIC) musabaqah cabang Tafsir Al-Qur’an Golongan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, Zaimatul Chasanah, di lokasi.

Menurut dia, sistem tersebut diterapkan untuk mencegah adanya permainan, sekaligus menjaga independensi dewan hakim.

“Tujuannya agar semuanya transparan, tidak ada permainan, dan tentunya penilaian tetap netral,” ujarnya.

Khusus cabang Tafsir Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, terdapat 87 peserta yang mengikuti perlombaan. Dengan peserta Bahasa Indonesia 44 orang, sedangkan Bahasa Inggris sebanyak 43 peserta.

Wakil Ketua Dewan Hakim MTQ Nasional, KH Ahmad Darodji menilai, pelaksanaan lomba secara umum sudah berjalan baik. Hal itu disampaikannya usai memantau sejumlah lokasi penyelenggaraan, termasuk di BPL2K Semarang.

Dia berharap, Jawa Tengah sebagai tuan rumah tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga meraih prestasi.

“Jawa Tengah sendiri mudah-mudahan sebagai tuan rumah bisa mendapatkan prestasi yang baik,” kata Darodji.***

Berita Terkait

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling
Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan
Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi
Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI
Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi
BULOG Torehkan Sejarah, Pengadaan Beras 2026 Lampaui Target Capai 4 Juta Ton
Insiden KA Argo Bromo Anggrek: Aliansi Desak Audit Total, Soroti Sistem Persinyalan
Menko Polkam Tegaskan Karhutla Harus Segera Dipadamkan, Kesehatan Warga Diperhatikan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi

Berita Terbaru