Sambangi DIY, Stula PKA VII Pemprov Jateng Pelajari Inovasi Visiting Jogja dan Kolaborasi Desa Wisata

- Reporter

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA – Pemerintah provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin terus mendorong inovasi platform digital untuk pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif.

Salah satu yang didorong adalah BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, untuk Studi Lapangan (Stula) Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan VII Tahun 2026, ke Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan itu difokuskan untuk melakukan studi komparasi terkait keberhasilan inovasi platform digital Visiting Jogja, serta penguatan kolaborasi pentahelix dalam pengembangan desa wisata berbasis ekonomi kreatif.

Kunjungan strategis tersebut didampingi Kepala Dinas Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono. Dia menilai kegiatan Stula tersebut memberikan wawasan penting, terutama terkait peluang kaji tiru pengelolaan desa wisata, destinasi unggulan, hingga penguatan kerja sama aglomerasi pariwisata antarwilayah.

“Program kita sebenarnya banyak yang sama, tetapi ada hal-hal yang perlu kita kaji tiru, seperti pengembangan desa wisata dan destinasi pariwisata. Hal utama yang penting adalah pengembangan aglomerasi dari tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional,” ujar Hanung, saat ditemui Rabu (9/9/2026).

Hanung menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas daerah yang melintasi batas administratif (beyond border), salah satunya dengan Provinsi DIY, guna mendongkrak durasi kunjungan wisatawan (length of stay).

Baca Juga :  Ekonomi Jateng Tumbuh 5,37 Persen, Ahmad Luthfi Minta Dukungan Ginsi

“Kolaborasi ini tidak hanya di internal Jawa Tengah, tetapi juga dengan provinsi tetangga seperti DIY. Jika length of stay di Jogja sudah mencapai 1,5 hari, Jawa Tengah saat ini masih di angka 1,2 hingga 1,3 hari. Kaji tiru dan kerja sama pariwisata ini sangat berguna bagi peserta Stula PKA VII, untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata secara bersama-sama,” tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Eling Priswanto mengapresiasi kunjungan dari PKA Angkatan VII Tahun 2026 BPSDMD Jateng. Dia menegaskan, Jawa Tengah dan DIY memiliki keterikatan geografis, serta potensi pariwisata yang saling melengkapi.

“Jawa Tengah dan DIY ini wilayahnya beririsan. Ada Borobudur dan Prambanan yang menjadi bagian dari kedua wilayah. Tidak perlu kita pertentangkan atau berebut, tetapi saling menguatkan. Wisatawan yang ke Yogya bisa mampir ke Jawa Tengah, begitu pula sebaliknya. Apalagi dengan makin masifnya konektivitas jalan tol Jateng-DIY, jarak menjadi semakin dekat,” ungkap Eling.

Ditambahkan, dalam memasarkan pariwisata DIY, pihaknya mengandalkan platform Visiting Jogja untuk mempromosikan kebudayaan, digitalisasi layanan, serta potensi 275 desa wisata yang tersebar di wilayah DIY dengan karakteristik khas masing-masing.

Baca Juga :  Jateng Bidik Investasi IKN, Ahmad Luthfi Jajaki Kolaborasi Strategis Industri

“Guna memajukan pariwisata, kunci utamanya adalah sinergi, kolaborasi multisektor, dan penerapan konsep pentahelix dengan melibatkan media massa. Digitalisasi seperti Visiting Jogja penting, untuk memodernisasi cara pemasaran tanpa meninggalkan kearifan lokal. Harapan kita bersama, dari lokal Jateng dan DIY, kita bisa membawa pariwisata menuju level global,” jelas Eling.

Sementara, Ketua Kelompok/Perwakilan Peserta Stula PKA VII yang juga Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Jawa Tengah, Anton Asfihani menyampaikan, studi komparasi itu memberikan gambaran konkret mengenai efektivitas promosi event, dan tata kelola ekosistem ekonomi kreatif.

“Melalui studi lapangan ini, kami membedah bagaimana Dinas Pariwisata DIY memanfaatkan aplikasi Visiting Jogja sebagai sarana promosi event dan destinasi secara komprehensif, sekaligus instrumen pengumpulan data publik berbasis evidence-based policy,” kata Anton.

Dia menambahkan, keterlibatan aktif elemen pentahelix menjadi kunci sukses DIY dalam membina desa wisata, agar mampu mengemas potensi kearifan lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Melalui sinergi pembelajaran ini, para Pejabat Administrator PKA VII Pemprov Jateng diharapkan mampu mereplikasi tata kelola inovasi, dan membawa perbaikan layanan publik yang berorientasi pada hasil (outcome-based) di Jawa Tengah.***

Berita Terkait

Jateng Beri Relaksasi Pajak Kendaraan, Denda dan Pajak Progresif Dibebaskan
Sekda Jateng Buka Borobudur Indonesia Expo 2026 di Magelang, Sumarno: Daya Ungkit Ekonomi
Industri Jateng Tumbuh Pesat, Ahmad Luthfi Kejar KBT Semarang-Batang
Revitalisasi PRPP Jadi Prioritas, Luthfi Bidik Kawasan Rekreasi dan Ekonomi Baru
Investor Dubai Puji Gerak Cepat Ahmad Luthfi, Investasi Rp 5 Triliun Masuk Jepara
Jateng Dapat Penghargaan Layanan Investasi, Jemput Bola Jadi Jurus Jitu Ahmad Luthfi
Investor Dubai Kepincut Jateng, Jepara Dibidik untuk Mini Refinery Rp5 Triliun
PDSI Didorong Jadi Induk Drilling, SP Persada IV Tekankan Kepentingan Negara

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:01 WIB

Jateng Beri Relaksasi Pajak Kendaraan, Denda dan Pajak Progresif Dibebaskan

Jumat, 18 September 2026 - 08:06 WIB

Sekda Jateng Buka Borobudur Indonesia Expo 2026 di Magelang, Sumarno: Daya Ungkit Ekonomi

Kamis, 17 September 2026 - 18:56 WIB

Industri Jateng Tumbuh Pesat, Ahmad Luthfi Kejar KBT Semarang-Batang

Kamis, 17 September 2026 - 18:32 WIB

Revitalisasi PRPP Jadi Prioritas, Luthfi Bidik Kawasan Rekreasi dan Ekonomi Baru

Kamis, 17 September 2026 - 18:24 WIB

Investor Dubai Puji Gerak Cepat Ahmad Luthfi, Investasi Rp 5 Triliun Masuk Jepara

Berita Terbaru