Teknologi Sexing Jadi Andalan Jateng Tingkatkan Populasi Sapi Perah

- Reporter

Sabtu, 5 September 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki teknologi yang memungkinkan peternak mengatur jenis kelamin anak sapi melalui inseminasi buatan. Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk mempercepat peningkatan populasi sapi perah dan produksi susu di Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, teknologi tersebut menjadi salah satu terobosan penting dalam pengembangan peternakan di Jawa Tengah. Dengan teknologi itu, peternak dapat menyesuaikan kelahiran anak sapi dengan kebutuhan pengembangan ternaknya.

“Kalau masyarakat pengin sapinya betina, ya dicarakan di sini. Kalau pengin sapinya menjadi pejantan, bisa. Artinya ini inovasi yang luar biasa. Populasinya bisa kita atur,” kata Taj Yasin, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat menghadiri Jateng Livestock Fest 2026, di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah, Semarang, Jumat, 4 September 2026.

Menurutnya, teknologi tersebut penting untuk mendukung upaya Jawa Tengah menjadi sentra produksi susu. Pengembangan populasi sapi perah, kata dia, perlu terus dilakukan agar potensi produksi susu di Jawa Tengah semakin besar.

“Kita ingin Jawa Tengah ini menjadi sentra produsen susu,” ujarnya.

Taj Yasin mengatakan, Jawa Tengah saat ini memberikan kontribusi sekitar 9,4 persen produksi susu nasional dan menempati peringkat ketiga secara nasional.

Baca Juga :  Kisah Dua Desa Sragen Naik Kelas Berkat Infrastruktur dan BUMDes

Pengembangan produksi susu tersebut juga dilakukan melalui penguatan sentra sapi perah di daerah. Dalam kegiatan itu, Pemprov Jateng menandatangani komitmen bersama mengenai pengembangan sapi perah di Kabupaten Batang dan Kabupaten Brebes.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan, pengembangan peternakan juga perlu dibarengi dengan peningkatan konsumsi protein hewani masyarakat, termasuk susu.

Menurutnya, peningkatan produksi harus diimbangi dengan peningkatan konsumsi agar masyarakat turut memperoleh manfaat dari ketersediaan pangan bergizi.

“Minum susu itu harusnya tiap hari. Tidak ada hari khusus,” katanya.

Sementara itu, Kepala Distannak Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan teknologi tersebut menggunakan semen beku sapi perah sexing yang dikembangkan melalui Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah.

Teknologi tersebut memungkinkan peternak mengarahkan jenis kelamin anak sapi yang dihasilkan melalui inseminasi buatan sesuai kebutuhan.

“Misalnya ada peternak yang memiliki 10 ekor sapi kemudian ingin diinseminasi buatan menjadi betina semua bisa, jantan semua juga bisa,” kata Defransisco.

Menurutnya, penggunaan semen beku sapi perah sexing menjadi bagian dari upaya mempercepat peningkatan populasi dan produksi sapi perah di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Jadikan Solo Raya Percontohan Aglomerasi Kawasan

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jateng menyerahkan semen beku sapi perah sexing kepada Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang. Bantuan sapi perah juga diberikan kepada Kelompok Tani Banjarsari I, Desa Semampir, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.

Selain itu, sertifikat GFP diserahkan kepada Kelompok Tani Banjarsari I, Desa Semampir, dan Kelompok Tani Sepet Harum II, Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.
Pengembangan sapi perah di Batang dan Brebes menjadi bagian dari langkah Pemprov Jateng memperkuat ekosistem persusuan.

Program tersebut juga ditandai dengan peluncuran Gerbang Susu Jawa Tengah atau Gerakan Pengembangan Persusuan Jawa Tengah.

Jateng Livestock Fest 2026 merupakan rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 26 September 2026.

Selain peluncuran Gerbang Susu, kegiatan tersebut diisi penyerahan bantuan protein hewani, Gelar Market Hasil Peternakan Berkualitas, Kreatif Bento Challenge, serta Gerakan Minum Susu atau Gerimis. Sebanyak 200 paket berisi ayam, susu, dan telur juga dibagikan kepada masyarakat.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja

Berita Terbaru