Taksi Listrik Mengaspal di Jateng, Transportasi Publik Bersiap Beralih ke Energi Bersih

- Reporter

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Jawa Tengah mulai menggeser wajah transportasinya ke arah energi bersih. Sebanyak sekitar 10 taksi listrik kini mulai beroperasi, sementara penggunaan kendaraan listrik untuk layanan BRT masih dikaji sebagai bagian dari agenda besar transformasi transportasi di Jawa Tengah.

Langkah tersebut menandai dimulainya elektrifikasi angkutan umum di Jawa Tengah, yang ke depan tidak hanya menyasar taksi, tetapi juga travel hingga layanan Trans Jateng.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi mendorong energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

“Ini satu-satunya taksi listrik di Jawa Tengah yang sekarang akan kita kembangkan. Dan ini sudah beroperasi sekitar 10. Nanti ke depan kalau bisa hampir semua taksi di tempat kita beralih kepada energi terbarukan, yaitu taksi listrik,” kata Ahmad Luthfi seusai Grand Launching Transformasi Perhubungan Jawa Tengah 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Senin, 24 Agustus 2026.

Luthfi bahkan menjajal langsung taksi listrik tersebut dengan berkeliling di sekitar kompleks Kantor Dishub Jateng. Menurutnya, kendaraan listrik bukan sekadar menawarkan teknologi baru, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman sekaligus membantu menekan polusi udara.

“Ini sangat nyaman sekali. Saya coba muter kantor (Dishub), argonya tinggal pencet, enggak ada suaranya, tidak polusi udara, dan menghemat energi fosil,” ujarnya.

Luthfi menegaskan transformasi transportasi tidak boleh berhenti pada penggantian kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik. Perubahan harus diarahkan pada sistem transportasi yang lebih terintegrasi, efisien, ramah lingkungan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Karena itu, Pemprov Jateng juga mulai memanfaatkan panel surya di sejumlah gedung perkantoran sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan.

Baca Juga :  KEK Batang Kembali Dilirik Investor Global, Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Dibangun

“Ke depan memang dunia mengharapkan agar energi terbarukan dan green economy menjadi prioritas kita. Jawa Tengah dalam rangka mendukung itu,” katanya.

Untuk BRT, Luthfi menyebut elektrifikasi masih dalam tahap kajian. Pemerintah tidak ingin sekadar mengikuti tren kendaraan listrik, tetapi memastikan teknologi yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi transportasi di Jawa Tengah.

“Masih kita kaji, ya. Kita kaji termasuk Trans, kemudian taksi, kemudian travel. Jadi dalam kajian dari Dinas Perhubungan agar nanti betul-betul kita kedepankan itu,” ujar Luthfi, yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Menurut Luthfi, ukuran keberhasilan transformasi perhubungan bukan semata-mata seberapa banyak aplikasi atau teknologi baru yang diluncurkan. Teknologi harus memberikan solusi nyata terhadap persoalan mobilitas masyarakat.

“Sebaik apa pun terobosan kreatif kita, selama kita tidak mempunyai sense bagaimana menyelesaikan permasalahan, itu nanti akan terbatas hanya aplikasi,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arif Djatmiko mengatakan taksi listrik dan travel listrik merupakan bagian dari delapan inovasi yang diluncurkan dalam Transformasi Perhubungan Jawa Tengah 2026.

“Yang kelima, peresmian taksi listrik dan travel listrik di Jawa Tengah. Jadi kami selalu ditanya Pak Gubernur, kapan ada listrik, kapan ada listrik? Pak, today. Hari ini kita launching taksi listrik dan travel listrik di Jawa Tengah,” katanya.

Transformasi juga menyentuh sistem pembayaran dan pengelolaan terminal. Dishub Jateng mulai menerapkan pembayaran nontunai atau cashless di Terminal Tipe B. Uji coba telah dilakukan di Terminal Sukoharjo dan selanjutnya direncanakan diterapkan pada 22 Terminal Tipe B yang dikelola pemerintah provinsi.

Sistem tersebut diharapkan membuat transaksi lebih transparan karena pembayaran dapat langsung tercatat dan masuk ke kas daerah.

Baca Juga :  Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100% Pascabencana

Digitalisasi juga diperkuat melalui “DADI MANTEB”, yakni sistem digitalisasi monitoring dan pengawasan operasional Terminal Tipe B. Sistem ini memungkinkan pengelolaan terminal dilakukan berbasis data, termasuk pemantauan kendaraan dan laporan operasional.

Di sisi lain, Pemprov Jateng juga tengah membangun konektivitas antarmoda melalui kolaborasi layanan Trans Jateng dan Gojek.

Integrasi tersebut diarahkan untuk memudahkan masyarakat sejak perjalanan awal menuju halte hingga mencapai tujuan akhir. Dengan demikian, masyarakat tidak harus menggunakan kendaraan pribadi hanya karena akses menuju atau dari layanan Trans Jateng belum terhubung.

“Tujuan akhirnya adalah tahun depan kita akan satu tiket antara Gojek dan Trans Jateng. Jadi first mile, last mile sudah tercakup semua,” kata Arif, yang akrab disapa Miko.

Upaya menggeser masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi publik juga telah menunjukkan hasil.

Data Dishub Jateng mencatat jumlah pengguna Trans Jateng sepanjang 2025 mencapai sekitar 10 juta penumpang. Dari jumlah tersebut, sekitar 53 persen merupakan pengguna yang beralih dari kendaraan pribadi.

Peralihan itu diperkirakan memberikan penghematan biaya transportasi masyarakat hingga sekitar Rp 50 miliar.

Capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah untuk terus memperluas layanan transportasi publik sekaligus mengurangi beban biaya perjalanan masyarakat.

Penggunaan Kartu Multi Trip untuk pembayaran Trans Jateng juga terus diperluas. Saat ini kartu tersebut telah digunakan pada satu koridor dan ditargetkan ke depan dapat diterapkan pada seluruh tujuh koridor Trans Jateng.

Transformasi transportasi Jawa Tengah dengan demikian tidak sekadar berbicara tentang kendaraan yang lebih modern. Di balik taksi listrik, digitalisasi terminal, integrasi Trans Jateng-Gojek, hingga rencana elektrifikasi BRT, pemerintah membidik perubahan yang lebih besar: transportasi yang lebih bersih, terjangkau, terintegrasi, dan semakin mudah digunakan masyarakat.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja

Berita Terbaru