Lulus PKN Bukan Akhir, Pemprov Jateng Pastikan Inovasi Peserta Berlanjut

- Reporter

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Sebanyak 45 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VII Provinsi Jawa Tengah dinyatakan lulus.

Namun, pelatihan yang berlangsung selama lebih dari empat bulan itu tidak berhenti pada kelulusan. Inovasi yang dirancang peserta diharapkan terus diterapkan setelah mereka kembali ke instansi masing-masing.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, dampak setelah peserta kembali bekerja menjadi hal penting dari pelaksanaan PKN. Sebab, peserta merupakan para pemimpin yang diharapkan mampu menerapkan hasil pembelajaran untuk menggerakkan organisasi dan meningkatkan kinerja.

“Yang terpenting adalah dampak dari pelaksanaan PKN ini nanti terhadap teman-teman peserta setelah kembali bekerja,” kata Sumarno saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, pada Penutupan PKN Tingkat II Angkatan VII di BPSDM Jateng, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Sumarno, peserta tidak cukup hanya menyelesaikan pelatihan. Tetapi harus mampu menerapkan apa yang diperoleh selama mengikuti PKN di tempat tugas masing-masing.

“Saya berharap mereka menjadi lebih bisa menggerakkan organisasi dan bisa memberi contoh untuk lebih berkinerja dan juga lebih berintegritas,” ujarnya.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Prihatin Kabar OTT Bupati Klaten, Tunggu Keterangan Resmi KPK

Ia juga menekankan pentingnya keteladanan pemimpin dalam membangun budaya kerja dan integritas organisasi. Menurutnya, pemimpin harus menjadi contoh karena sikap dan perilakunya akan memengaruhi jajaran di bawahnya.

“Kalau pemimpinnya tidak berintegritas, itu akan merembet ke bawahnya seperti piramid,” katanya.

Karena itu, Sumarno berharap para peserta yang telah kembali ke instansi masing-masing dapat menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan organisasi, memberi contoh, serta menerapkan inovasi yang telah diperoleh selama proses pembelajaran.

Kepala BPSDM Jateng Uswatun Hasanah mengatakan, pihaknya akan terus menindaklanjuti inovasi yang telah dirancang peserta. BPSDM bahkan akan meminta peserta untuk memastikan inovasi tersebut benar-benar dilaksanakan.

“Kami masih akan mengundang dan menagih teman-teman semuanya untuk membuat inovasi atau melaksanakan inovasi tersebut,” kata Uswatun.

PKN tersebut berlangsung pada 7 April hingga 14 Agustus 2026 dan diikuti 45 peserta. Mereka terdiri atas lima peserta dari kementerian/lembaga, empat dari Pemprov Jawa Tengah, 26 dari pemerintah kabupaten, dan 10 dari pemerintah kota.

Baca Juga :  Matahari Jadi Energi Baru Jateng, PLTS Gajah Mungkur Ditarget Nyala 2027

Seluruh peserta dinyatakan lulus. Sebanyak 15 peserta memperoleh predikat sangat memuaskan, sedangkan 30 peserta dinyatakan memuaskan.

Selama pelatihan, peserta juga mengikuti Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman.

Visitasi tersebut mengangkat empat tema yang berkaitan dengan ketahanan pangan, yakni penguatan dan pemberdayaan SDM pertanian, transformasi pemasaran produk pertanian berbasis inovasi, alih teknologi untuk akselerasi produksi pertanian, serta ketahanan pangan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang memadai.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembelajaran dari Perum Bulog dan Bank Indonesia.

Lima peserta terbaik PKN yakni Moh. Edy Sukarno dari Kabupaten Semarang, Siswo Hartanto dari Kota Salatiga, Agus Sugiharto dari Provinsi Jawa Tengah, serta Bayu Adhinugroho Arianto dan Mia Banulita dari Kejaksaan RI.

Kelimanya memperoleh piagam penghargaan dan medali. Sementara seluruh peserta yang dinyatakan lulus mendapatkan Surat Tanda Tamat Pelatihan yang diterbitkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.**

Berita Terkait

Gus Yasin Ingin Gerakan Ekonomi SGN Menjangkau Seluruh Jateng
Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman
Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP
Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:25 WIB

Gus Yasin Ingin Gerakan Ekonomi SGN Menjangkau Seluruh Jateng

Selasa, 3 November 2026 - 18:39 WIB

Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Berita Terbaru