Usung Grumegut Nyawiji, Hari Jadi Jateng Digelar di Boyolali, Hadirkan Bazar Murah, Jobfair, Hingga Gratis Ribuan Soto dan Sambal Tumpang

- Reporter

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyiapkan serangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah.

Mengusung konsep kolaborasi, peringatan tahun ini membawa tema “Gumregut Nyawiji”, sebagai simbol semangat bersama membangun daerah.

Rangkaian kegiatan mulai bazar pangan murah, job fair, makan gratis, Jateng Sholawat, hingga ajang hiburan gratis. Puncaknya upacara dan resepsi tanggal 19 Agustus pukul 07.00 Wib di Alun-alun Kidul Boyolali.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno mengatakan, tema “Gumregut Nyawiji” diangkat dari filosofi bahasa Jawa yang bermakna kolaborasi dan gotong royong.

“Artinya Gumregut Nyawiji itu sebenarnya bahasa Jawa dari kolaborasi. Jadi bareng-bareng bersemangat untuk membangun Jawa Tengah. Ini selaras dengan arahan Pak Gubernur bahwa kita harus berkolaborasi dengan semua pihak,” kata Sumarno, Kamis, 13 Agustus 2026, usai memimpin rapat persiapan hari Jadi Jawa Tengah, di Gedung B Lantai 5 Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Sumarno menjelaskan, rangkaian peringatan tahun ini dirancang tersebar di beberapa titik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, mulai dari Semarang hingga Boyolali.

Baca Juga :  Wagub Taj Yasin Hadiri Central Java Prayer Breakfast, Perkokoh Kerukunan di Jateng

Rangkaian acara diawali dengan Upacara Peringatan Hari Jadi yang diselenggarakan di Kabupaten Boyolali.

Selain upacara, Pemprov Jateng juga menggelar Pameran UMKM pada 20–22 Agustus di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang. Pameran ini melibatkan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dari berbagai wilayah.

“Volume antusiasmenya sangat besar, hampir semua halaman kantor gubernur penuh tenda. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan momen ini untuk hadir dan membela produk lokal,” ujar Sumarno.

Tidak hanya di kompleks Gubernuran, pusat kegiatan hiburan dan budaya juga difokuskan di kawasan PRPP Semarang. Berbagai perlombaan, atraksi seni budaya, hingga pertunjukan musik gratis yang menghadirkan Kla Project dihadirkan untuk menghibur warga.

Di lokasi yang sama, Pemprov Jateng menyelenggarakan kegiatan Fun Run dengan rute melintasi kawasan wisata Puri Maerokoco.

“Kami ingin mempromosikan kembali Puri Maerokoco supaya masyarakat Jawa Tengah mengingat dan mengenal lagi kawasan tersebut,” tuturnya.

Baca Juga :  Gerakan Jawa Tengah ASRI: ASN Jadi Ujung Tombak Kebersihan Lingkungan

Untuk melengkapi aspek spiritual, Pemprov Jateng juga menjadwalkan acara Jawa Tengah Bersholawat di halaman Kantor Gubernur sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan ajang Friendship Run Borobudur Marathon 2026. Event ini akan diikuti oleh 1.000 peserta, 750 pesenam, serta melibatkan masyarakat umum. Dalam ajang ini, panitia menyajikan kearifan lokal kuliner khas berupa 2.500 porsi soto Boyolali dan 2.000 porsi nasi tumpang secara gratis.

“Boyolali dikenal sebagai Kota Soto dan Kota Sambal Tumpang. Nanti setelah lari, masyarakat dan peserta bisa menikmati sekitar 4.500 porsi soto dan nasi tumpang gratis,” kata Sumarno.

Sumarno menegaskan, seluruh rangkaian acara ini disajikan dari dan untuk masyarakat. Selain memberikan hiburan, kegiatan ini diharapkan memberi dampak nyata bagi perekonomian daerah.

“Kami sangat berharap masyarakat hadir dan berpartisipasi. Event ini bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi kami ingin ada dampak ekonomi nyata, khususnya bagi pelaku UMKM di Jawa Tengah,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP
Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Berita Terbaru