Taj Yasin: Pengembangan EBT Harus Perkuat Ekonomi dan Jaga Lingkungan

- Reporter

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong pemeretaan dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di wilayahnya.

Pengembangan itu tidak sekadar memperkuat ketahanan energi. Tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pengembangan energi terbarukan perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan investasi dan industri di Jawa Tengah, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat.

“Kami butuh energi terbarukan itu benar-benar bisa merata di Jawa Tengah. Kita butuh ekosistem di Jawa Tengah tumbuh tapi tidak merusak lingkungan,” kata Taj Yasin saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi pada Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bertema Penguatan Ketahanan Energi Nasional: Menjawab Tantangan Saat Ini dan Masa Depan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu, 12 Agustus 2026.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menekankan, pembahasan energi terbarukan tidak cukup hanya melihat ketersediaan sumber energi.

Pengembangannya juga harus mempertimbangkan keberlanjutan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan industri maupun sumber energi.

Menurut Gus Yasin, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu daerah yang menarik bagi investor. Sejumlah perusahaan datang untuk mengembangkan usaha dan industri. Karena itu, pertumbuhan investasi dan industri perlu diarahkan agar tetap menciptakan aktivitas ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan.

Baca Juga :  Sumarno Minta Inspektorat Berani Bersuara Saat Temukan Indikasi Pelanggaran

Sejalan dengan itu, bauran energi terbarukan Jawa Tengah pada 2025 tercatat mencapai 22,33 persen. Capaian tersebut telah melampaui target dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Jawa Tengah sebesar 21,32 persen.

Capaian tersebut menjadi modal bagi Pemprov Jateng untuk memperluas pemanfaatan EBT. Jawa Tengah memiliki sejumlah potensi energi terbarukan, antara lain energi surya, panas bumi, hidro, biomassa, dan biogas.

Pengembangannya juga diarahkan untuk mendukung aktivitas produktif masyarakat. Pemprov Jateng antara lain memfasilitasi pengembangan PLTS, PLTS terapung, panas bumi, PLTM/PLTMH, serta energi berbasis limbah dan biomassa di sektor industri maupun pedesaan.

Pemanfaatan energi lokal juga dikembangkan melalui Desa Mandiri Energi, pompa air tenaga surya untuk irigasi, biogas dari limbah peternakan dan industri kecil, serta Eco Pesantren berbasis PLTS dan biogas.

Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya menambah pasokan energi, tetapi juga membuka ruang investasi, memperkuat daya saing industri, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Capaian Positif 2025, Ahmad Luthfi Ingatkan ASN Tak Lengah Hadapi 2026

Capaian tersebut menjadi penting di tengah tantangan ketahanan energi nasional yang masih menghadapi ketergantungan terhadap energi impor.

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyoroti tantangan ketahanan energi Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber energi fosil maupun energi terbarukan yang melimpah, tetapi masih menghadapi ketergantungan terhadap impor energi.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya mempercepat pemanfaatan sumber energi terbarukan yang tersedia di dalam negeri, mulai dari energi surya, angin, air, hingga panas bumi.

“Kita tingkatkan sumber energi terbarukan supaya kita punya pembangunan berkelanjutan, tidak merusak lingkungan seperti yang disampaikan Pak Wagub,” ujarnya.

Eddy menilai, pengembangan EBT dapat menjadi salah satu jalan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kalau kita kembangkan sumber-sumber energi terbarukan yang ada di seluruh Indonesia, rasanya kita enggak perlu impor lagi. Rasanya ketahanan energi kita bisa kita kuatkan,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP
Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Berita Terbaru