Nawal Yasin Resmikan Gerakan Jelantah Jadi Rupiah, Dukung Ekonomi Sirkular Berbasis Rumah Tangga

- Reporter

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj.Nawal Arafah Yasin,M.S.I, meluncurkan Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah. Program yang digerakkan melalui PKK dan Posyandu ini untuk mendorong ekonomi sirkular berbasis rumah tangga, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan kesehatan.

Kegiatan yang selaras dengan program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen tersebut, diluncurkan dalam Kick Off Meeting Gerakan Minyak Jelantah Menjadi Rupiah, di Wisma Perdamaian Kota Semarang, Jumat (17/7/2026).

Tampak hadir, Direktur PT BioSirkular Inovasi Indonesia Dicka Dwi Candra, Direktur PT Gapura Mas Lestari (GML) Rano Rusdiana, dan Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang M Aries Aviani.

Nawal mengatakan, gerakan ini menjadi langkah kolaboratif untuk mengubah limbah rumah tangga menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, program itu juga diharapkan mampu memperkuat perekonomian keluarga.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menggunakan minyak goreng secara berulang hingga menghitam. Padahal, kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Di sisi lain, pembuangan minyak jelantah secara sembarangan, juga dapat menyebabkan pencemaran serta mengganggu ekosistem lingkungan.

Berkaca dari kondisi tersebut, TP PKK Jawa Tengah menggandeng PT BioSirkular Inovasi Indonesia dan PT GML, untuk mengembangkan program pengelolaan minyak jelantah berbasis masyarakat.

Nawal menekankan, pengelolaan minyak jelantah menjadi sumber daya bernilai ekonomi membutuhkan kolaborasi multipihak, terutama keterlibatan keluarga sebagai aktor utama.

Baca Juga :  Bulog Kenalkan Sistem Ketahanan Pangan kepada Mahasiswa Universitas Semarang

“Keberhasilan pengelolaan limbah minyak jelantah ini sangat bergantung sekali pada kesadaran dan partisipasi keluarga, terutama para ibu sebagai pengelola rumah tangga,” tegasnya.

Melalui program ini, kader PKK di setiap desa dan kelurahan akan menjadi ujung tombak edukasi, sekaligus koordinator pengumpulan minyak jelantah. Gerakan ini nantinya juga diperluas melalui jaringan Posyandu yang jumlahnya mencapai 49.149 lembaga di Jawa Tengah.

“Bukan hanya PKK, nanti kita juga melibatkan Posyandu yang jumlahnya 49.149 lembaga. Ini merupakan potensi yang luar biasa untuk kita bisa membentuk ekonomi sirkular di Jawa Tengah,” beber Nawal.

Menurutnya, konsep ekonomi sirkular menjadi sangat relevan, karena minyak jelantah tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

“Bagaimana minyak jelantah ini juga menjadi sumber untuk diolah menjadi biodiesel misalnya, atau bioaftur maupun berbagai produk bernilai ekonomi lainnya,” ungkap Ketua TP Posyandu Jateng tersebut.

Nawal menambahkan, saat ini minyak jelantah juga telah dimanfaatkan sebagai bahan baku pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Kilang Pertamina Cilacap.

Pada kesempatan itu, pihaknya mengapresiasi TP PKK Kabupaten Batang yang lebih dahulu menerapkan program serupa. Dalam kurun waktu sekitar satu tahun sejak Juni 2025, program pengelolaan minyak jelantah di Batang mampu menghasilkan omzet hingga Rp170 juta.

“Ini membuktikan bahwa limbah rumah tangga kini telah menjadi bagian dari transisi, menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” imbuh istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Baca Juga :  Kerja Tanpa Lelah Relawan Jamin Kebutuhan Makan Pengungsi Tetap Terpenuhi

Sementara itu, Direktur PT BioSirkular Inovasi Indonesia Dicka Dwi Candra mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman bersama TP PKK dan TP Posyandu Jateng, pada peringatan Hari Bumi, 22 April 2026 lalu.

Menurut Dicka, program dijalankan melalui empat aktivitas utama. Yakni edukasi masyarakat, penyediaan titik pengumpulan minyak jelantah di desa dan kelurahan, penjemputan oleh operator di tingkat kecamatan, serta pencatatan digital dan konversi hasil penjualan ke rekening masing-masing pengelola.

Dia menjelaskan, setiap satu liter minyak jelantah dihargai Rp7.000. Dari nilai tersebut, Rp5.000 diberikan kepada warga, sedangkan Rp2.000 masuk ke kas PKK desa. Proses konversi dilakukan melalui sistem digital, yang memungkinkan hasil penjualan dipantau secara transparan melalui aplikasi.

Selain memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat, program ini juga diharapkan mampu memperkuat peran kader PKK dan Posyandu, mendukung program lingkungan pemerintah daerah, serta menciptakan model pengelolaan limbah rumah tangga yang terukur dan berkelanjutan.

“Melalui program ini kita harap ekonomi sirkular berbasis rumah tangga akan aktif kembali dan menjadi penggerak untuk pembangunan keberlanjutan,” kata Dicka.

Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Jateng juga melakukan penandatanganan nota kesepakatan dengan PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang, terkait sinergi program peningkatan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga, melalui gerakan pilah sampah menjadi tabungan emas.***

Berita Terkait

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri
Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari
Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan
Undian Tabungan Bima, Dua Nasabah Bank Jateng Boyong Hadiah Toyota Innova Zenix Hybrid
Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi
Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam
Hadir di Juwana, Samsat Corner dan Samkesdel Permudah Akses Layanan Pajak Kendaraan
Jateng Juara Nasional Realisasi KUR Perumahan, Salurkan Rp 4,96 Triliun untuk 28.275 Debitur

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:31 WIB

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:45 WIB

Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam

Berita Terbaru