Jateng Siaga Kekeringan, 660 Tangki Air Bersih Disalurkan ke 15 Kabupaten

- Reporter

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menangani dampak musim kemarau 2026 dengan menyalurkan lebih dari 3,2 juta liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan.

Hingga pertengahan Juli 2026, bantuan telah menjangkau 81.297 jiwa di 15 kabupaten, sebagai bagian dari langkah cepat mengantisipasi krisis air bersih yang mulai meluas.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang memimpin Jateng duet Taj Yasin, mengatakan, seluruh pemerintah kabupaten dan kota telah diminta melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan sebagai dasar penanganan yang lebih cepat dan tepat sasaran.

“Para bupati dan wali kota sudah membuat mapping. Sudah dipetakan mana daerah-daerah yang kekeringan,” kata Ahmad Luthfi, kemarin.

Menurutnya, data tersebut menjadi pijakan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota untuk segera mengeksekusi berbagai langkah penanganan sesuai karakteristik masing-masing daerah.

“Prinsipnya, bupati dan wali kota sudah punya data. Tinggal kita mengeksekusi kegiatannya,” ujarnya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat, hingga kini 16 daerah telah menetapkan status siaga kekeringan, yakni Kabupaten Sukoharjo, Demak, Temanggung, Brebes, Kendal, Sragen, Banjarnegara, Purbalingga, Grobogan, Semarang, Pemalang, Wonosobo, Purworejo, Wonogiri, serta Kota Salatiga dan Kota Tegal.

Baca Juga :  Purwokerto Half Marathon 2026 Pecahkan Rekor MURI dan Dongkrak Sport Tourism

Sementara itu, sejak 5 Juni hingga 14 Juli 2026, sebanyak 660 tangki atau 3.258.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada 30.378 kepala keluarga atau sekitar 81.297 jiwa di 15 kabupaten, meliputi Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Grobogan, Jepara, Demak, Semarang, dan Pemalang.

Penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah kabupaten, BPBD, BPJS Kesehatan, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, serta BUMD Tirta Satria melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Sinergi lintas sektor tersebut menjadi kekuatan utama dalam memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Jawa Tengah juga telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur tentang Antisipasi Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan sejak 9 Juni 2026.

Baca Juga :  LKPP Percayakan Jateng Jadi Pilot Project Pengadaan Ramah Lingkungan

Regulasi tersebut menjadi pedoman bagi seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan, dan mempercepat respons terhadap potensi bencana selama musim kemarau.

Luthfi menegaskan, koordinasi teknis penanganan kekeringan terus dilakukan bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar setiap daerah dapat bergerak cepat berdasarkan hasil pemetaan yang telah disusun.

Selain penyaluran air bersih sebagai langkah darurat, Pemprov Jawa Tengah juga memperkuat upaya jangka menengah dan panjang melalui pemeliharaan sumur bor komunal, penguatan infrastruktur penyediaan air bersih.

Selain itu juga meningkatkan manajemen logistik, konservasi sumber daya air, serta edukasi kepada masyarakat agar menggunakan air secara hemat dan bijaksana selama musim kemarau.

Dengan kombinasi penanganan darurat dan penguatan infrastruktur, pemerintah berharap dampak kekeringan dapat ditekan sehingga masyarakat tetap memperoleh akses air bersih meski musim kemarau diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.*

Berita Terkait

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP
Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Berita Terbaru