Haul Akbar Al Marom Sedot Ribuan Jamaah, Perputaran Ekonomi Warga Ikut Meningkat

- Reporter

Senin, 13 Juli 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWODADI – Haul Akbar Kyai Ageng Kafiluddin K Munawar Kholil ke-20 dan Masyayikh di Pondok Pesantren Al Marom Menduran, Purwodadi, Minggu, 12 Juli 2026, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan menimba ilmu agama. Ribuan jamaah yang memadati lokasi juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil.

Puluhan lapak pedagang berjajar sepanjang sekitar 100 meter menuju lokasi majelis, membuktikan giat religi ini membuka peluang usaha.

Beragam produk mulai dari kuliner, sandal, pakaian hingga kebutuhan sehari-hari laris diburu para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Salah satu pedagang, Andi, mengaku sengaja datang dari Kaligawe, Kota Semarang, untuk berjualan di acara haul yang rutin digelar setiap tahun tersebut.

Menurutnya, momentum haul selalu menjadi kesempatan yang dinanti karena mampu meningkatkan penjualan.

“Pasti buka dagangan kalau ada haul di sini, setahun sekali. Hasilnya lumayan,” ujarnya.

Andi bersama rekan-rekan sesama pedagang memang kerap berpindah-pindah mengikuti berbagai kegiatan keagamaan dan pusat keramaian.

Berkah serupa dirasakan Widi, penjual lontong pecel khas Menduran. Bersama ibunya, ia membuka lapak di area haul dengan tetap mempertahankan harga normal, yakni Rp5.000 per porsi.

Baca Juga :  Bau Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Pati, Luthfi Minta Segera Dikubur Pakai Alat Berat

Meski tidak menaikkan harga, omzet yang diperoleh meningkat tajam dibandingkan hari biasa.

“Alhamdulillah bisa dua sampai tiga kali lipat dari hari biasa,” katanya.

Tak hanya pedagang, para pengunjung dari luar daerah juga menikmati suasana haul yang dipadukan dengan beragam kuliner khas lokal.

Asih, pengunjung asal Jakarta, mengaku sengaja membeli berbagai makanan khas Menduran yang sulit ditemui di daerah asalnya.

Menurutnya, kegiatan haul tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Haul ini bisa membantu warga Daerah Menduran bisa berjualan. Pengunjung dari luar datang untuk mencoba membeli jajanan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai acara keagamaan seperti haul memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu mengaku melihat langsung ramainya aktivitas perdagangan sepanjang jalan menuju lokasi acara.

Baca Juga :  Libur Nataru, The Park Semarang Bikin Heboh dengan Sirkus Rusia

“Ini tadi saya lihat selama perjalanan panjang jalan itu dagangan laris semua,” kata pria yang memimpin Jawa Tengah bersama Gbernur Ahmad Luthfi.

Menurut Yasin, di tengah ketidakpastian ekonomi global, kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar mampu menjadi penggerak ekonomi lokal.

Ia menegaskan, manfaat ekonomi dari penyelenggaraan haul tidak hanya dirasakan oleh pondok pesantren, tetapi juga oleh para pedagang kecil yang menggantungkan penghasilannya dari kegiatan tersebut.

“Enggak diambil pondok sendiri. Semuanya hidup. Yang berdagang juga bisa pulang, bisa nyaur utang,” selorohnya.

Haul Akbar Ponpes Al Marom berlangsung dari 9 – 12 Juli itu, diikuti ribuan jamaah dari berbagai daerah. Di antaranya, Jawa Tengah, seperti Demak, Rembang, Semarang, hingga peserta dari luar provinsi seperti Jawa Barat dan Jakarta.

Ramainya jamaah yang hadir menjadikan haul tidak hanya sebagai momentum mempererat ukhuwah dan meneladani para ulama, tetapi juga menjadi pengungkit perputaran ekonomi masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Al Marom Menduran.***

Berita Terkait

Usai MTQ Nasional, Wagub Jateng Taj Yasin Berharap Ada Pembinaan Al-Qur’an Berkelanjutan
Jateng Cetak Dua Prestasi: Sukses Gelar MTQ Nasional dan Peringkat Runner Up
MTQ Dibanjiri Pesan Positif, Ahmad Luthfi: Sembilan Hari Jateng Adem dan Tenteram
Lompatan Besar Kafilah Jateng: Dari Peringkat 16 ke Posisi Kedua Nasional
Final MTQ Nasional XXXI Berlangsung Khidmat, Ribuan Warga Bertahan hingga Usai
Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah
Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026
Sekda Jateng Usulkan RUU Kabupaten/Kota Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 08:44 WIB

Usai MTQ Nasional, Wagub Jateng Taj Yasin Berharap Ada Pembinaan Al-Qur’an Berkelanjutan

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

Jateng Cetak Dua Prestasi: Sukses Gelar MTQ Nasional dan Peringkat Runner Up

Minggu, 20 September 2026 - 08:15 WIB

MTQ Dibanjiri Pesan Positif, Ahmad Luthfi: Sembilan Hari Jateng Adem dan Tenteram

Minggu, 20 September 2026 - 06:56 WIB

Lompatan Besar Kafilah Jateng: Dari Peringkat 16 ke Posisi Kedua Nasional

Sabtu, 19 September 2026 - 17:01 WIB

Final MTQ Nasional XXXI Berlangsung Khidmat, Ribuan Warga Bertahan hingga Usai

Berita Terbaru