Bau Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Pati, Luthfi Minta Segera Dikubur Pakai Alat Berat

- Reporter

Rabu, 9 September 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PATI – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi merespon keluhan warga Pati terkait bau ikan sapu-sapu yang mati akibat mengeringnya Bendung Karet Sungai Juana. Bangkai ikan sapu-sapu bakal diambil dan dikubur di lahan kosong sekitar sungai.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, menyampaikan, ia sudah mengecek lokasi dan bertemu dengan warga serta perangkat desa setempat. Merujuk pada keluhan masyarakat ada dua hal utama.

Pertama bau bangkai ikan sapu-sapu yang mengganggu. Kedua, permintaan dibukanya aliran air dari waduk sehingga sungai akan tergenangi. Aliran air ini diharapkan bisa mencukupi untuk kebutuhan pengairan pertanian milik warga.

Baca Juga :  Dari Lahan Tidur Menjadi Lumbung Pangan, Taj Yasin Dukung Pertanian Terintegrasi di Banjarnegara

“Intinya, masyarakat mengharapkan sungai ada air kembali, sehingga bisa dimanfaatkan dan juga menghilangkan dampak bau dari ikan sapu-sapu,” kata Urip, Selasa, 8 September 2026.

Untuk penanganan bau bangkai ikan sapu-sapu, pihaknya bersama dengan Pemkab Pati sepakat segera memindahkan agar bau tak lagi mengganggu. Rencananya, bangkai akan diambil dan dikubur di sekitar Bendung Karet.

“Ada lahan kosong. Bangkai nanti dikubur agar bau tidak lagi mengganggu,” ujar pria yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin.

Untuk menyelesaikanya, diperkirakan butuh waktu sepekan. Lantaran perlu mendatangkan alat berat yang digunakan untuk menggali tanah. Perihal aliran air untuk pertanian, kata Urip, perlu waktu. Lantaran harus berkoordinasi dengan instansi yang menaunginya.

Baca Juga :  Gubernur dan Wagub Nonton Klaproject di PRPP, Ahmad Luthfi: Gumregut Nyawiji Membangun Jawa Tengah

Sementara itu, Sekretaris Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan, Luwito Kito, mengatakan, kejadian mengeringnya Bendung Karet Sungai Juana ini adalah kali kedua.

Sebelumnya juga terjadi pada tahun 2024. Ia meminta bau bangkai ikan sapu-sapu ini segera diatasi agar tak menimbulkan dampak negatif lainnya seperti penyebaran penyakit.

Harapannya, air waduk bisa dialirkan di sungai. Hal itu menjadi permintaan petani yang berada di sekitar lokasi.

“Permintaan kami, air dialirkan lagi untuk pertanian dan bau bangkai ikan tertangani,” kata Lukito Kito.***

Berita Terkait

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Minggu, 1 November 2026 - 17:31 WIB

Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan

Berita Terbaru