Ahmad Luthfi Pastikan Jateng Siap Terapkan B50, Diawali untuk Alat Pertanian

- Reporter

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG – Jawa Tengah menyatakan kesiapan penuh mendukung implementasi Mandatori B50 yang resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto.

Tak sekadar mendukung, Jateng bahkan ditunjuk sebagai salah satu showcase nasional penerapan B50 untuk sektor alat dan mesin pertanian, menandai langkah konkret daerah dalam mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Peluncuran Mandatori B50 dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, implementasi B50 di Jawa Tengah akan diawali pada sektor alat dan mesin pertanian. Menurutnya, penggunaan biodiesel tersebut sudah mulai diterapkan pada sejumlah alat pertanian dan akan diperluas ke sektor lainnya.

“B50 kita fokusnya ke alat-alat pertanian. Sekarang itu Kubota sudah menggunakan alat-alat pertanian dengan B50. Nanti ke depannya lagi tidak hanya ke alat-alat pertanian tetapi bisa juga kapal atau kendaraan yang menggunakan biosolar,” kata Ahmad Luthfi, yang menggawangi Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin.

Ditegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait implementasi B50, termasuk dalam aspek distribusi dan penyediaan bahan bakarnya.

Baca Juga :  Tak Lagi Hanya Alas Kaki, Investasi Padat Modal Serbu Jawa Tengah

“Kita menyesuaikan dengan Pertamina karena aturan yang menentukan sana, kita tinggal menyesuaikan saja,” ujarnya.

B50 merupakan bahan bakar biodiesel yang terdiri atas campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan 50 persen solar. Program ini melanjutkan kebijakan mandatori biodiesel yang sebelumnya dimulai dari B20, B30 hingga B40.

Bagi Jawa Tengah, penerapan B50 menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi energi bersih. Program tersebut melengkapi berbagai kebijakan yang telah dijalankan, mulai dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pompa air tenaga surya, Desa Mandiri Energi, konservasi energi, hingga penyelarasan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dengan Kebijakan Energi Nasional.

Presiden Prabowo Subianto menyebut peluncuran Mandatori B50 sebagai tonggak penting menuju kemandirian energi Indonesia. Menurutnya, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan mandatori B50 secara nasional.

“Ini bukan sekadar capaian teknologi, tetapi bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya alamnya sendiri untuk kepentingan rakyat. Saya terus mendorong kemandirian energi. Bahkan dulu saya ingin langsung menuju B100, tetapi B50 saja sudah cukup untuk membuat kita tidak perlu impor solar lagi,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Sekda Sumarno Ajak Semua Pihak Bangkitkan Koperasi Lewat Semangat Kolaborasi

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut merupakan hasil kerja panjang lintas pemerintahan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kementerian, petani sawit, hingga pelaku usaha.

Prabowo juga menilai implementasi B50 menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara terdepan dalam upaya menekan emisi karbon.

“Hari ini sangat bersejarah. Dunia membicarakan Indonesia karena kita memimpin dalam upaya mengurangi emisi karbon. Dengan B50, kita mampu menghemat sekitar 44 juta ton karbon dioksida ekuivalen,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan implementasi Mandatori B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp 170 triliun karena Indonesia tidak lagi bergantung pada impor solar.

Selain itu, kebijakan tersebut juga meningkatkan penyerapan crude palm oil (CPO), memperkuat kepastian pasar bagi petani sawit, membuka lapangan kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca.

“Keberhasilan B50 akan menjadi contoh untuk pengembangan bioetanol. Saat ini implementasi B50 sudah mencapai sekitar 56 persen dan dalam dua bulan ke depan ditargetkan berlaku penuh secara nasional,” kata Bahlil.***

Berita Terkait

Jateng Beri Relaksasi Pajak Kendaraan, Denda dan Pajak Progresif Dibebaskan
Sekda Jateng Buka Borobudur Indonesia Expo 2026 di Magelang, Sumarno: Daya Ungkit Ekonomi
Industri Jateng Tumbuh Pesat, Ahmad Luthfi Kejar KBT Semarang-Batang
Revitalisasi PRPP Jadi Prioritas, Luthfi Bidik Kawasan Rekreasi dan Ekonomi Baru
Investor Dubai Puji Gerak Cepat Ahmad Luthfi, Investasi Rp 5 Triliun Masuk Jepara
Jateng Dapat Penghargaan Layanan Investasi, Jemput Bola Jadi Jurus Jitu Ahmad Luthfi
Investor Dubai Kepincut Jateng, Jepara Dibidik untuk Mini Refinery Rp5 Triliun
PDSI Didorong Jadi Induk Drilling, SP Persada IV Tekankan Kepentingan Negara

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:01 WIB

Jateng Beri Relaksasi Pajak Kendaraan, Denda dan Pajak Progresif Dibebaskan

Jumat, 18 September 2026 - 08:06 WIB

Sekda Jateng Buka Borobudur Indonesia Expo 2026 di Magelang, Sumarno: Daya Ungkit Ekonomi

Kamis, 17 September 2026 - 18:56 WIB

Industri Jateng Tumbuh Pesat, Ahmad Luthfi Kejar KBT Semarang-Batang

Kamis, 17 September 2026 - 18:32 WIB

Revitalisasi PRPP Jadi Prioritas, Luthfi Bidik Kawasan Rekreasi dan Ekonomi Baru

Kamis, 17 September 2026 - 18:24 WIB

Investor Dubai Puji Gerak Cepat Ahmad Luthfi, Investasi Rp 5 Triliun Masuk Jepara

Berita Terbaru