Tak Sekadar Lari, Rupiah Borobudur Playon Donasikan Rp600 Juta bagi Program Sampah Desa

- Reporter

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAGELANG – Rupiah Borobudur Playon 2026,tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Seluruh dana pendaftaran peserta yang terkumpul lebih dari Rp600 juta akan disalurkan kepada 10 desa di sekitar Borobudur untuk mendukung program pengelolaan sampah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia yang setiap tahun menghadirkan Rupiah Borobudur Playon dengan menggabungkan olahraga, pemberdayaan ekonomi, edukasi, hingga aksi sosial tersebut.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang selalu konsisten menyelenggarakan kegiatan ini. Event ini punya banyak misi. Yang pertama tentu mengajak masyarakat menjalani pola hidup sehat melalui olahraga,” kata Sumarno saat Konferensi Pers di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu, 5 Juli 2026.

Menurutnya, manfaat kegiatan tersebut tidak berhenti pada aspek kesehatan. Event lari juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sport tourism.

“Jawa Tengah pertumbuhan ekonominya banyak ditopang konsumsi. Untuk meningkatkan konsumsi tentu saja harus banyak mendatangkan orang dari luar Jawa Tengah,” ujarnya.

Baca Juga :  Kolaborasi dengan Undip, Ning Nawal Siapkan Penguatan Mental Anak Sejak Dini

Sumarno menilai Rupiah Borobudur Playon menjadi contoh bagaimana sebuah event olahraga mampu memberikan manfaat yang lebih luas. Selain menggerakkan sektor pariwisata dan UMKM, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan dampak sosial melalui penyaluran dana pendaftaran peserta untuk masyarakat sekitar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan, seluruh dana pendaftaran peserta, yang nilainya mencapai lebih dari Rp600 juta, akan disalurkan kepada 10 desa di sekitar Borobudur untuk mendukung program pengelolaan sampah.

“Yang kami peroleh dari pendaftaran pelari itu kira-kira Rp600 juta dan itu akan kami donasikan ke 10 desa untuk program pengolahan sampah,” ujarnya.

Selain lomba lari 5K dan 10K, kegiatan juga menghadirkan puluhan UMKM binaan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, perlindungan konsumen, Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS), hingga operasi pasar murah.

Noor menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap Rupiah Borobudur Playon terus meningkat. Jika pada penyelenggaraan perdana tahun 2023 diikuti sekitar 2.000 peserta, tahun ini jumlahnya mencapai sekitar 4.000 pelari.

Baca Juga :  Cerita Peserta Lomba Kaligrafi MTQ, Venue Nyaman dan Ramahnya Pelayanan Panitia Lokal

Antusiasme peserta juga terlihat dari keikutsertaan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi mengikuti kategori 5 kilometer, sementara Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menuntaskan rute 10 kilometer bersama ribuan pelari lainnya.

Salah satu peserta asal Yogyakarta, Laras Khalifah, mengaku kembali mengikuti Rupiah Borobudur Playon karena suasana yang ditawarkan selalu membuatnya nyaman. Tahun ini merupakan kali ketiganya mengikuti ajang tersebut.

“Event ini sangat menyenangkan. Rutenya juga bagus. Kebetulan tadi tidak terlalu panas, suasananya meriah, saya ikut bersama anak saya dan kami sangat menikmati event ini,” ujar Laras.

Menurutnya, kedekatan lokasi dengan tempat tinggal menjadi salah satu alasan memilih Rupiah Borobudur Playon. Namun, yang membuatnya terus kembali adalah atmosfer kawasan Borobudur yang sejuk dan menyenangkan.

“Selain dekat dari rumah, suasananya juga sejuk dan menyenangkan. Itu yang membuat saya tertarik ikut lagi,” katanya.***

Berita Terkait

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP
Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Berita Terbaru