Warisan Cheng Ho Jadi Modal Jateng Gaet Investor dan Wisatawan Mancanegara

- Reporter

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Jejak sejarah Laksamana Cheng Ho di Jawa Tengah kini diarahkan menjadi pintu masuk kerja sama ekonomi global. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng International Zheng He Society yang berbasis di Singapura untuk memperkuat kolaborasi di bidang budaya, pariwisata, perdagangan, hingga investasi sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima kunjungan kehormatan Presiden International Zheng He Society, Zhang Lu, bersama delegasi pengusaha dari Singapura dan Tiongkok di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026).

“Saya berterima kasih Presiden International Zheng He Society datang dalam rangka kolaborasi antara Singapura dan Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi, yang duet memimpim Jateng bareng Wagub Taj Yasin.

Menurutnya, kerja sama tersebut berangkat dari ikatan sejarah yang telah terjalin sejak kedatangan Laksamana Cheng Ho ke Semarang. Warisan sejarah itu dinilai memiliki nilai strategis untuk dikembangkan menjadi kekuatan diplomasi ekonomi dan budaya.

“Kita tahu bahwa di sini ada Sam Poo Kong. Itu merupakan legacy bahwa antara Tiongkok, Singapura, dan Indonesia pernah ada hubungan dengan Semarang,” katanya.

Baca Juga :  Jawa Tengah Siap Jadi Mitra Investasi Brunei, Ahmad Luthfi Tawarkan Proyek Strategis

Luthfi menegaskan, kolaborasi yang dijajaki tidak berhenti pada pelestarian budaya. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas di sektor investasi dan perdagangan.

“Ke depan kita akan bekerja sama terkait kebudayaan. Beberapa pengusaha yang diajak oleh beliau juga sudah berinvestasi di KITB Batang,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Singapura masih menjadi investor asing terbesar di Jawa Tengah. Bahkan, sekitar 48 persen realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di provinsi ini berasal dari Singapura.

“Hari ini investasi Singapura hampir 48 persen. Itu adalah investasi PMA dari Singapura,” kata Luthfi.

Hubungan ekonomi kedua wilayah juga tercermin dari kinerja perdagangan. Sepanjang 2025, nilai ekspor Jawa Tengah ke Singapura mencapai US$114,96 juta dengan komoditas unggulan berupa tembakau, produk kayu, dan tekstil.

Sementara itu, Presiden International Zheng He Society, Zhang Lu, menilai Semarang memiliki modal sejarah yang kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya bertaraf internasional. Menurutnya, sejarah Cheng Ho merupakan aset yang mampu memperkuat daya tarik daerah di mata dunia.

Baca Juga :  AXA Mandiri Gandeng RS Mitra Keluarga dan AdMedika untuk Layanan Kesehatan Optimal

“Kami banyak bergerak di bidang budaya, AI, dan teknologi baru untuk mempromosikan kebudayaan,” ujarnya.

Zhang Lu mengatakan, promosi budaya pada era modern tidak cukup hanya mengandalkan objek wisata. Daerah juga harus mampu menghadirkan narasi sejarah yang kuat agar menarik wisatawan, investor, hingga pelaku industri kreatif.

“Semoga ke depan bisa terhubung dengan Semarang, tidak hanya untuk pariwisata, tetapi juga menarik lebih banyak investor, kru film, perdagangan, dan kolaborasi lainnya,” katanya.

Sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama tersebut, Zhang Lu mengundang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghadiri konferensi internasional dan gala dinner di Singapura pada September 2026.

Agenda itu diharapkan menjadi langkah awal memperluas kolaborasi di bidang budaya, investasi, perdagangan, pariwisata, hingga pengembangan industri kreatif berbasis sejarah.***

Berita Terkait

Jateng Beri Relaksasi Pajak Kendaraan, Denda dan Pajak Progresif Dibebaskan
Sekda Jateng Buka Borobudur Indonesia Expo 2026 di Magelang, Sumarno: Daya Ungkit Ekonomi
Industri Jateng Tumbuh Pesat, Ahmad Luthfi Kejar KBT Semarang-Batang
Revitalisasi PRPP Jadi Prioritas, Luthfi Bidik Kawasan Rekreasi dan Ekonomi Baru
Investor Dubai Puji Gerak Cepat Ahmad Luthfi, Investasi Rp 5 Triliun Masuk Jepara
Jateng Dapat Penghargaan Layanan Investasi, Jemput Bola Jadi Jurus Jitu Ahmad Luthfi
Investor Dubai Kepincut Jateng, Jepara Dibidik untuk Mini Refinery Rp5 Triliun
PDSI Didorong Jadi Induk Drilling, SP Persada IV Tekankan Kepentingan Negara

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:01 WIB

Jateng Beri Relaksasi Pajak Kendaraan, Denda dan Pajak Progresif Dibebaskan

Jumat, 18 September 2026 - 08:06 WIB

Sekda Jateng Buka Borobudur Indonesia Expo 2026 di Magelang, Sumarno: Daya Ungkit Ekonomi

Kamis, 17 September 2026 - 18:56 WIB

Industri Jateng Tumbuh Pesat, Ahmad Luthfi Kejar KBT Semarang-Batang

Kamis, 17 September 2026 - 18:32 WIB

Revitalisasi PRPP Jadi Prioritas, Luthfi Bidik Kawasan Rekreasi dan Ekonomi Baru

Kamis, 17 September 2026 - 18:24 WIB

Investor Dubai Puji Gerak Cepat Ahmad Luthfi, Investasi Rp 5 Triliun Masuk Jepara

Berita Terbaru