Pesantren Ramah Perempuan dan Anak, Nawal Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental

- Reporter

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOSOBO – Penguatan edukasi kesehatan mental bagi santri penting dilakukan, sebagai upaya mencegah kasus bullying, kekerasan, dan berbagai persoalan psikologis di lingkungan pesantren.

Hal itu ditekankan Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, saat menjadi narasumber kegiatan Pesantren Ramah Perempuan dan Anak (Penak), bertema “Membangun Kesadaran Kesehatan Mental dan Santri Konselor Sebaya di Pesantren”, di Pondok Pesantren Al Mubarok, Kabupaten Wonosobo, Senin (15/6/2026).

Menurut Nawal, kesehatan mental menjadi isu yang harus mendapat perhatian serius, khususnya di kalangan remaja dan santri. Penguatan ketahanan emosional dinilai penting untuk membentuk generasi yang tangguh, di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

“Kesehatan mental ini menjadi salah satu isu yang terus kita berikan penguatan,” katanya.

Hadir menjalankan tugas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Nawal menjelaskan, edukasi kesehatan mental tidak hanya dilakukan di lingkungan pesantren, tetapi juga akan diperluas ke sekolah-sekolah melalui berbagai kegiatan pembinaan peserta didik.

Baca Juga :  Gus Yasin Apresiasi Bunda PAUD, Partisipasi Pendidikan Dini Terus Meningkat

“Bukan hanya di pesantren, tapi juga nanti di beberapa sekolah, kami akan mengadakan edukasi kesehatan mental ketika masa orientasi siswa,” ujar penulis buku Pesantren Anti Bullying dan Kekerasan Seksual tersebut.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Kemudahan yang ditawarkan teknologi, seringkali membuat daya tahan mental dan kemampuan menghadapi tekanan perlu diperkuat, melalui pendampingan yang tepat.

“Jadi harapannya dalam situasi di mana Gen Z yang apa-apa serba instan, untuk resiliensi emosinya ini perlu ada penguatan-penguatan dan pembinaan,” jelas istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Dalam kesempatan itu, Nawal juga menyoroti masih terjadinya kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan pesantren. Berdasarkan data Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, tercatat terdapat 30 kasus kekerasan di pesantren selama periode 2019 hingga 2025.

Data tersebut menjadi pengingat, upaya pencegahan bullying dan kekerasan harus terus diperkuat melalui edukasi, pengawasan, serta sistem perlindungan yang memadai di lingkungan pesantren.

Karena itu, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, pihaknya mendorong pembentukan satuan tugas (Satgas) anti-bullying dan antikekerasan di seluruh pesantren di Jawa Tengah, yang jumlahnya mencapai 5.451 lembaga.

Baca Juga :  Tahani Ahla, Putri Gus Yasin, Sabet Perak di Ajang Coding Regional 2026

Menurut Nawal, keberadaan satgas diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah. Apalagi, jumlah santri di Jawa Tengah mencapai 535.940 orang, sehingga membutuhkan perhatian dan perlindungan yang optimal.

Melalui langkah tersebut, Ketua TP PKK Jateng itu berharap, semakin banyak pesantren yang menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang santri, sekaligus mampu mendukung kesehatan mental, pembentukan karakter, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Seorang santri peserta kegiatan, Dinara Kholidya Safina, mengaku memperoleh banyak wawasan baru terkait kesehatan mental dan pencegahan kekerasan di pesantren. Menurutnya, maraknya kasus bullying yang belakangan terjadi, membuat isu kesehatan mental menjadi penting untuk dipahami oleh para santri.

“Dari seminar ini, saya bisa mengetahui lebih luas, mana bullying atau tidak, mengetahui mana-mana saja batasan bullying, dan menambah wawasan luas juga tentang pesantren ramah perempuan dan anak,” ungkapnya.***

Berita Terkait

Pelayanan SPMB Raih Bintang Lima, Ahmad Luthfi Tegaskan No Titip-Titip
Wagub Jateng Sebut Akhlak dan Iman Jadi Benteng Anak di Era Globalisasi
Apresiasi Hafiz Qur’an, Taj Yasin Dorong Lahirnya Generasi Qurani Jateng
Nawal Yasin Tekankan Literasi sebagai Fondasi SDM Unggul Era Digital
Wagub Jateng Ingatkan SPMB 2026 Harus Adil dan Transparan Semua
Menko Polkam Bekali Taruna Akmil tentang Kepemimpinan, Literasi, dan Loyalitas
Jateng Jadi Provinsi Pertama Terapkan Pendidikan Koperasi di Sekolah, Jangkau 6,38 Juta Siswa
Guru PAUD Jateng Dilatih Coding dan Robotik, Pembelajaran Lebih Inovatif

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:31 WIB

Pesantren Ramah Perempuan dan Anak, Nawal Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:47 WIB

Pelayanan SPMB Raih Bintang Lima, Ahmad Luthfi Tegaskan No Titip-Titip

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:56 WIB

Wagub Jateng Sebut Akhlak dan Iman Jadi Benteng Anak di Era Globalisasi

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:42 WIB

Apresiasi Hafiz Qur’an, Taj Yasin Dorong Lahirnya Generasi Qurani Jateng

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:29 WIB

Nawal Yasin Tekankan Literasi sebagai Fondasi SDM Unggul Era Digital

Berita Terbaru