Jalan Jepara-Keling Segera Dibeton, Distribusi ke Kawasan Industri Makin Lancar

- Reporter

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPARA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Tah Yasin Maimoen, akan melakukan betonisasi ruas Jalan Jepara–Keling hingga batas Kabupaten Pati sebagai upaya memperkuat jalur perekonomian di Kabupaten Jepara.

Pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang melakukan realokasi anggaran melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada) untuk mempercepat penanganan jalan rusak.

Melalui kebijakan tersebut, alokasi anggaran pembangunan di ruas Jalan Jepara-Keling meningkat dari semula Rp 7,9 miliar menjadi Rp 37,1 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan jalan beton di beberapa titik dengan total panjang sekitar 2,75 kilometer, termasuk di wilayah Mlonggo dan Keling.

Menariknya, betonisasi di Keling juga menjadi kelanjutan dari betonisasi sepanjang satu kilometer yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2025, sehingga nantinya ruas jalan beton akan tersambung dan memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan, ruas Jepara-Keling merupakan jalur strategis yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain menjadi akses utama warga, jalur perekonomian tersebut juga menjadi jalur distribusi menuju kawasan PLTU Tanjung Jati yang setiap hari dilintasi kendaraan bertonase besar.

Baca Juga :  Gelar Launching Bareng Bupati Tegal di Puncak HUT ke-425, Ribuan Warga Slawi Sambut Meriah Yamaha Gear Ultima Hybrid 125

“Dalam APBD murni 2026, Bapak Gubernur mengeluarkan Perkada dan memberikan tambahan alokasi untuk pembangunan Jalan Jepara-Keling. Nantinya pembangunan ini akan tersambung dengan jalan beton yang telah dibangun pada tahun 2025,” ujar Henggar saat meninjau kondisi jalan bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar, Kamis (11/6/2026).

Menurut Henggar, betonisasi menjadi pilihan paling tepat untuk ruas tersebut dibandingkan perkerasan aspal. Tingginya intensitas kendaraan berat membuat jalan lebih cepat rusak apabila hanya menggunakan aspal, sementara konstruksi beton dinilai lebih kuat dan memiliki usia layanan yang lebih panjang.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pekerjaan fisik dimulai pada akhir Juli 2026. Sebelum pembangunan dilaksanakan, perawatan sementara tetap dilakukan melalui penambalan menggunakan aspal guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Pak Gubernur menginstruksikan agar kerusakan yang ada tetap ditangani terlebih dahulu sambil menunggu proses betonisasi. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap menjadi prioritas,” kata Henggar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap infrastruktur jalan di wilayahnya. Menurut dia, ruas Jepara-Keling merupakan bagian penting dari jaringan jalan provinsi yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Stunting Jateng Turun ke 9,66 Persen, Kematian Ibu-Bayi Ikut Menyusut

Ruas Jalan Jepara-Keling sendiri merupakan bagian dari sekitar 35 kilometer jalan provinsi di wilayah tersebut, sementara total panjang jalan provinsi di Kabupaten Jepara mencapai 69 kilometer.

“Pak Gubernur mengalokasikan anggaran yang besar untuk penanganan jalan di Jepara. Ini merupakan jalur ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat, sehingga kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan,” ujar Ary.

Sebelumnya, Gubernur Ahmad Luthfi melakukan realokasi anggaran sekitar Rp 200 miliar pada tahun 2026 untuk mempercepat perbaikan jalan provinsi di berbagai daerah.

Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan kembali tingkat kemantapan jalan provinsi yang sempat menurun akibat musim hujan berkepanjangan hingga awal tahun 2026.

Dana hasil realokasi itu diprioritaskan untuk penanganan ruas-ruas jalan dengan kondisi rusak berat yang memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan tambahan anggaran tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan perbaikan jalan dapat dilakukan lebih cepat sehingga mobilitas warga dan distribusi barang semakin lancar.***

Berita Terkait

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri
Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari
Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan
Undian Tabungan Bima, Dua Nasabah Bank Jateng Boyong Hadiah Toyota Innova Zenix Hybrid
Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi
Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam
Hadir di Juwana, Samsat Corner dan Samkesdel Permudah Akses Layanan Pajak Kendaraan
Jateng Juara Nasional Realisasi KUR Perumahan, Salurkan Rp 4,96 Triliun untuk 28.275 Debitur

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:31 WIB

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:45 WIB

Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam

Berita Terbaru