Perjalanan Kaki 250 Kilometer Tudong 2026 Sarat Pesan Toleransi

- Reporter

Senin, 25 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan dukungan pemerintah terhadap perjalanan spiritual umat Buddha melalui Tudong 2026 yang membawa pesan perdamaian dan toleransi lintas agama.

Tudong 2026 merupakan perjalanan spiritual lokal para bikkhu Indonesia yang dimulai dari Candi Sima, Jepara menuju Candi Sewu, Klaten. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut perayaan Waisak 2026 yang puncaknya tetap dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang.

Menurut Yasin, perjalanan tersebut menjadi contoh nyata kehidupan harmonis di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Kami di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap ini menjadi contoh bagi masyarakat, bahwa manusia pada hakikatnya menjalankan perintah Tuhan menuju ketaatan dan kebersamaan,” katanya usai menerima audiensi rombongan bikkhu Tudong 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin 25 Mei 2026.

Baca Juga :  Indomaret Fun Run 2026 Hadir 6 September, Rute Melintasi Tugu Muda hingga Pandanaran Semarang

Ia menilai semangat gotong royong dan toleransi terlihat kuat sepanjang perjalanan Tudong. Kehadiran relawan lintas agama disebut menunjukkan kuatnya nilai persaudaraan di Jawa Tengah.

“Kita bisa melihat Tudong ini ada kebersamaan yang kuat. Semoga seluruh rangkaian berjalan lancar, nyaman, dan tanpa halangan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin itu.

Sementara itu, Bikkhu Nyanakaruno Mahathera mengatakan perjalanan Tudong bukan sekadar ritual spiritual, melainkan juga membawa misi perdamaian yang ingin diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Akuntabilitas Amal Umat Kristiani lewat Aplikasi Si Dia Baik

“Perjalanan perdamaian ini bukan sekadar slogan. Kami ingin toleransi benar-benar dibangun melalui kekuatan spiritual yang baik,” katanya.

Ia berharap Jawa Tengah terus menjadi daerah yang damai sekaligus menjadi percontohan toleransi di Indonesia.

Sebanyak 16 bikkhu mengikuti perjalanan sejauh sekitar 220–250 kilometer dengan berjalan kaki selama 11 hari. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jepara, Mojokerto, Banyumas, Papua, hingga Medan.

Selama perjalanan, rombongan akan melintasi sejumlah wilayah di Jawa Tengah, di antaranya Welahan, Demak, Semarang, Salatiga, Boyolali, hingga Klaten. Para bikkhu juga dijadwalkan singgah di beberapa titik untuk beristirahat dan bermalam bersama masyarakat setempat.***

Berita Terkait

Gus Yasin Ingin Gerakan Ekonomi SGN Menjangkau Seluruh Jateng
Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman
Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP
Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:25 WIB

Gus Yasin Ingin Gerakan Ekonomi SGN Menjangkau Seluruh Jateng

Selasa, 3 November 2026 - 18:39 WIB

Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Berita Terbaru