Bangun Ekonomi Kerakyatan, Jateng Inisiasi Kurikulum Koperasi Sejak Dini

- Reporter

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan terobosan dalam dunia pendidikan dan ekonomi. Jateng menginisiasi insersi (tindakan tambahan) kurikulum perkoperasian ke dalam jenjang pendidikan dasar hingga menengah.

Langkah ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia sebagai upaya konkret membangkitkan kembali marwah ekonomi kerakyatan sejak dini.

Hal itu dikatakan Sekda Jateng Sumarno, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin, usai
membuka sekaligus memberikan arahan dalam Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Insersi Kurikulum Pendidikan Perkoperasian, di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jateng, Kota Semarang, Selasa, 5 Mei 2026

“Ini bahkan mungkin baru yang pertama di Indonesia, mudah-mudahan hasilnya bisa bagus,” kata Sekda.
​
Sumarno menyoroti fenomena mulai pudarnya eksistensi koperasi di tengah masyarakat. Padahal, Indonesia memiliki sejarah panjang koperasi, salah satunya melalui Koperasi Unit Desa (KUD).

Menurutnya, tantangan utama saat ini terletak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan rendahnya pemahaman mengenai esensi koperasi yang sebenarnya.
​
“Koperasi ini sangat berbeda dengan konsep bisnis umum. Koperasi adalah penggabungan antara konsep bisnis dengan nilai sosial. Di sana ada kebersamaan, ada gotong royong, dan kedaulatan tertinggi ada di tangan anggota. Inilah yang harus kita pahamkan kembali kepada masyarakat kita,” tegas Sumarno.
​
Dikatakannya, inisiasi ini juga menjadi langkah strategis untuk mendukung program Presiden RI terkait Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Agar kegagalan atau permasalahan masa lalu seperti yang dialami beberapa KUD tidak terulang, pemerintah perlu melakukan internalisasi konsep ekonomi kerakyatan sejak masa sekolah.
​
“Kita ingin menginternalisasi pemahaman ini sejak dini, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Harapannya, koperasi masa depan dikelola oleh SDM yang benar-benar memahami ruh koperasi, sehingga kemajuan bersama dan gotong royong benar-benar terbangun,” imbuhnya.
​
Gebrakan dari Jawa Tengah ini rencananya akan disampaikan langsung kepada Menteri Koperasi. Sumarno berharap kurikulum yang disusun ini tidak hanya menjadi prototipe di Jawa Tengah, tetapi juga dapat diadopsi menjadi standar nasional.
​
​Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Dwi Silo Raharjo, menjelaskan kurikulum ini akan menyasar seluruh sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan maupun madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) di Jateng.
​
Dwi mengakui, selama ini pendidikan ekonomi di sekolah cenderung umum dan kurang mendalami aspek perkoperasian secara spesifik. Padahal, pendidikan koperasi pernah menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan Indonesia pada era 80-an.
​
“Kami ingin up lagi bahwa pendidikan perkoperasian itu sangat penting. Tujuan FGD ini adalah menyempurnakan draf kurikulum agar selaras dengan kebijakan pendidikan nasional dan daerah, serta menghasilkan modul yang aplikatif,” jelas Dwi.
​
Targetnya tidak main-main. Kurikulum ini diproyeksikan untuk mulai diimplementasikan pada tahun ajaran baru mendatang, yang hanya menyisakan waktu sekitar tiga bulan.
​
“Kita menyongsong tahun ajaran baru. Semoga bisa segera dieksekusi. FGD ini berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh 40 ahli yang berkompeten di bidang kurikulum,” tambahnya.
​
Peserta kegiatan terdiri dari berbagai unsur. Di antaranya 12 orang dari Kanwil Kemenag Jateng (tim MI, MTs, dan MA), 5 orang dari Dinas Pendidikan Jateng (tim SMA, SMK, dan SLB), serta 8 orang dari Dinas Pendidikan Kota Semarang (tim SD dan SMP). Selain itu, dilibatkan pula tim ahli dari Dinas Koperasi dan UKM Jateng serta para praktisi dari gerakan koperasi untuk memberikan masukan agar kurikulum yang dihasilkan benar-benar valid dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
​
Dengan adanya kurikulum ini, Jawa Tengah optimistis akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga memiliki jiwa sosial dan semangat gotong royong dalam membangun ekonomi bangsa melalui wadah koperasi.*

Baca Juga :  Kuliah Ramadan di UNS, Wagub Taj Yasin dan Ning Nawal Bahas Kepemimpinan Nabi Muhammad

Berita Terkait

Setahun, Lebih dari 2.000 Penghafal Quran Terima Tali Asih Pemprov Jateng
Jadi Inspirasi Kader Muda Nasional, Wagub Taj Yasin Bagikan Bekal Kepemimpinan di Jakarta
Guru Madin Bisa Dapat Beasiswa S1 dan S2 dari Pemprov Jateng, Cek Syaratnya
Zharev Education Center Raih Penghargaan atas Inovasi Pembinaan Calon Abdi Negara
Buka Festival CILUKBA, Nawal Yasin Minta Bapak Perkuat Bonding dengan Anaknya
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen di Hadapan 10 Ribu Guru TK: Mendidik dengan Hati Meski Gaji Pas-pasan
Enam Program Pemprov Jateng untuk Santri, dari Bisyaroh Hafiz hingga Renovasi Pesantren
Berkat Program Santri Obah Pemprov Jateng, Para Santri Ini Rasakan Kuliah di Luar Negeri

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:36 WIB

Setahun, Lebih dari 2.000 Penghafal Quran Terima Tali Asih Pemprov Jateng

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:41 WIB

Jadi Inspirasi Kader Muda Nasional, Wagub Taj Yasin Bagikan Bekal Kepemimpinan di Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Guru Madin Bisa Dapat Beasiswa S1 dan S2 dari Pemprov Jateng, Cek Syaratnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Zharev Education Center Raih Penghargaan atas Inovasi Pembinaan Calon Abdi Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Buka Festival CILUKBA, Nawal Yasin Minta Bapak Perkuat Bonding dengan Anaknya

Berita Terbaru