Jateng Bidik 1.000 Desa Wisata dan 1.000 Kreator Konten di 2027

- Reporter

Selasa, 28 April 2026 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menetapkan sektor pariwisata berbasis desa dan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak utama pembangunan daerah pada tahun 2027.

Dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Pemprov menargetkan pengembangan 1.000 desa wisata yang didukung oleh pemberdayaan 1.000 konten kreator lokal. Hal tersebut selaras dengan tema pembangunan Jateng 2027, yakni Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah, sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jateng, di Gedung Gradika Bhakti Praja, Jl Pahlawan Semarang, Selasa, 28 April 2026.

Taj Yasin menegaskan, arah pembangunan 2027 akan berfokus pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui penguatan konektivitas antarwilayah dan promosi digital yang masif.

“Kita menargetkan pembentukan 1.000 desa atau kampung wisata yang terintegrasi. Untuk mendukung itu, kita siapkan 1.000 konten kreator guna memperkuat promosi destinasi,” ujar Taj Yasin.

Baca Juga :  Taj Yasin Minta Developer Hadirkan Perumahan Hijau dan Mandiri Energi

Selain aspek digitalisasi, konsep pariwisata yang diusung diarahkan agar lebih inklusif dan ramah muslim. Pemprov Jateng berkomitmen memastikan fasilitas wisata dapat diakses dengan nyaman oleh perempuan, anak-anak, serta penyandang disabilitas.

Pembangunan ini juga disinkronkan dengan penguatan ekonomi syariah yang menjadi salah satu pilar pembangunan Jateng. Melalui program “Kecamatan Berdaya”, pemerintah berupaya mendekatkan layanan perlindungan dan pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Langkah inovatif ini mendapat apresiasi positif dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, yang hadir di forum yang sama, menyebut Jawa Tengah memiliki kapasitas fiskal yang kuat, yakni menduduki peringkat ke-6 secara nasional.

“Kemandirian daerahnya sangat kuat. Jateng telah keluar dari pola pikir lama (out of the box) dengan tidak hanya bertumpu pada dana pusat, tetapi terus berinovasi mengungkit ekonomi melalui sektor kreatif,” kata Bima Arya.

Baca Juga :  Upah Minimum Provinsi hingga Sektoral Jateng 2026 Ditetapkan Bersamaan pada 24 Desember

Senada dengan hal tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menilai Jawa Tengah memiliki posisi strategis dalam agenda reindustrialisasi nasional.

Menurutnya, pertumbuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dipadukan dengan pariwisata akan menjadikan Jateng sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

“Jika kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus tumbuh di sini, maka Jawa Tengah akan menjadi pusat reindustrialisasi dan pusat pertumbuhan baru dalam perencanaan ekonomi nasional kita,” tegas Rachmat.

Musrenbang ini turut melibatkan berbagai kelompok strategis. Mulai dari kepala daerah di 35 kabupaten/kota hingga forum anak dan disabilitas, guna memastikan perencanaan pembangunan 2027 berjalan inklusif dan menjawab kebutuhan riil masyarakat.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru