Luthfi: Mahasiswa Jangan Hanya Menonton, Harus Jadi Penggerak Perubahan

- Reporter

Sabtu, 18 April 2026 - 06:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Mahasiswa diminta berperan sebagai penggerak perubahan di Jawa Tengah. Tantangan pembangunan daerah semakin kompleks dan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Butuh seluruh elemen, termasuk mahasiswa, untuk terlibat dalam pola collaborative government.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin, saat menghadiri halal bihalal dan tasyakuran Hari Lahir ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (17/4/2026).

Di hadapan ratusan kader dan alumni PMII, Ahmad Luthfi menekankan bahwa pergerakan mahasiswa harus hadir langsung di tengah masyarakat, bukan sekadar mengikuti dinamika dari kejauhan.

“Jangan hanya menonton suatu perubahan, tetapi kita harus mengubah yang ada di Provinsi Jawa Tengah di pundak kita sekalian,” ujarnya.

Ahmad Luthfi yang juga alumni PMII itu menilai, tantangan pembangunan daerah semakin kompleks dan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Ia mendorong seluruh elemen, termasuk mahasiswa, untuk terlibat dalam pola collaborative government.

Baca Juga :  Wagub Jateng Sebut Akhlak dan Iman Jadi Benteng Anak di Era Globalisasi

“Kita harus membentuk super team. Pemerintah, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat harus bergerak bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi memaparkan capaian penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen. Ia menegaskan, capaian itu merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor.

“Ini tidak bisa dilakukan satu institusi. Harus kita keroyok bersama-sama,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mendorong kader PMII terjun langsung dalam isu-isu konkret, termasuk penanganan bencana yang kerap terjadi di wilayah Jawa Tengah. Menurutnya, kehadiran nyata di lapangan menjadi tolok ukur keberhasilan sebuah pergerakan.

“Kalau tidak terlibat, Anda hanya menonton perubahan. Pergerakan itu harus hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Bahkan, ia secara terbuka mengajak kader PMII untuk ikut ambil bagian dalam aksi-aksi sosial di lapangan.

Baca Juga :  Program MBG dan Revitalisasi SMAN 1 Cilacap Dapat Apresiasi Siswa

“Semakin kotor Anda bersama kami di lapangan, semakin berhasil pergerakan itu,” ujarnya disambut riuh peserta.

Menutup sambutannya, Luthfi menegaskan komitmennya membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat dan organisasi kepemudaan.

“Rumah Gubernur adalah rumah rakyat. Siapa pun boleh datang kapan saja,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB IKA-PMII, Fathan Subkhi, menilai usia PMII yang telah mencapai 66 tahun menuntut kontribusi nyata dari kader dan alumni dalam pembangunan bangsa.

“PMII sudah cukup dewasa. Maka kita harus bicara tentang kontribusi, peran, dan partisipasi,” ujarnya.

Senada, Ketua PW IKA-PMII Jawa Tengah, Musahadi, menyebut momentum halal bihalal ini sebagai ajang konsolidasi untuk memperkuat sinergi antara alumni, kader, dan pemerintah.

“Ini adalah konsolidasi kekuatan, guyub, sinergi, dan kolaborasi. Potensi alumni kita besar dan harus dimaksimalkan untuk kemanfaatan masyarakat,” ungkapnya.*

Berita Terkait

Sekda Jateng Dorong Peduli Lingkungan Sejak Dini, Pemprov Tetapkan 52 Sekolah dan Madrasah Layak Adiwiyata
Wagub Taj Yasin Berbagi Ilmu Kepemimpinan Kepada Santri, Butuh Riyadhah
Taj Yasin Ajak Pelajar dan Mahasiswa Jadikan Museum Ruang Belajar Peradaban
Manfaatkan Lonjakan Penumpang, Nawal Yasin Usulkan Buku Bacaan di Trans Jateng
Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Buat Hafiz-Hafizah Tanpa Ribet Proposal
Pemprov Jateng dan Undip Edukasi Mahasiswa tentang Relasi Sehat
Khatmil Quran di Wonosobo, Taj Yasin Ajak Santri Jaga dan Amalkan Nilai Al-Qur’an
Ahmad Luthfi Turun Temui Mahasiswa NTT, Pastikan Biaya Kuliah dan Kos Aman

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 14:05 WIB

Sekda Jateng Dorong Peduli Lingkungan Sejak Dini, Pemprov Tetapkan 52 Sekolah dan Madrasah Layak Adiwiyata

Rabu, 16 September 2026 - 16:58 WIB

Wagub Taj Yasin Berbagi Ilmu Kepemimpinan Kepada Santri, Butuh Riyadhah

Rabu, 16 September 2026 - 13:11 WIB

Taj Yasin Ajak Pelajar dan Mahasiswa Jadikan Museum Ruang Belajar Peradaban

Jumat, 11 September 2026 - 18:38 WIB

Manfaatkan Lonjakan Penumpang, Nawal Yasin Usulkan Buku Bacaan di Trans Jateng

Kamis, 10 September 2026 - 15:48 WIB

Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Buat Hafiz-Hafizah Tanpa Ribet Proposal

Berita Terbaru