Stok Berlebih, Gubernur Jateng Pastikan Elpiji Aman hingga Jangka Panjang

- Reporter

Rabu, 8 April 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARANGANYAR – Di tengah kekhawatiran masyarakat soal ketersediaan elpiji, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan stok dalam kondisi sangat aman. Bahkan, jumlahnya mencapai enam kali lipat dari kebutuhan normal, sehingga warga diminta tidak panik apalagi melakukan pembelian berlebihan.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa stok elpiji di wilayahnya per 7 April 2026 mencapai 14.833 metrik ton. Angka tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat.

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Luthfi saat meninjau Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Wijaya Sarana Grasindo di Kabupaten Karanganyar, Rabu (8/4/2026), bersama Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto.

“Sudah kita lakukan pengecekan. Ketersediaan elpiji di Jawa Tengah sangat cukup, bahkan hampir enam kali lipat dari kondisi normal,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan, dengan kondisi tersebut tidak ada alasan bagi masyarakat untuk merasa khawatir, apalagi sampai melakukan panic buying atau tindakan melanggar hukum seperti penimbunan.

Baca Juga :  KAI Cek Kesiapan Sarana-Prasarana, Inspeksi Nataru Difokuskan pada Lintas Utara

“Tidak perlu panik. Saya ulangi, stok kita aman dan sangat cukup,” tegasnya.

Untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng terus melakukan pengawasan, khususnya terhadap penyaluran elpiji subsidi 3 kilogram.

Gubernur menekankan, elpiji bersubsidi harus digunakan sesuai peruntukannya, yakni untuk rumah tangga kurang mampu, nelayan kecil, petani penggarap, serta pelaku usaha mikro.

“Jangan sampai elpiji 3 kg digunakan untuk usaha besar seperti laundry atau perusahaan. Itu akan kita tertibkan, termasuk praktik ilegal seperti penyuntikan dan penimbunan,” katanya.

Ia menyebut, distribusi elpiji di Jawa Tengah didukung oleh sekitar 54.235 pangkalan, atau sekitar 21 persen dari total nasional. Rata-rata, setiap desa atau kelurahan memiliki enam pangkalan elpiji 3 kg.

Pengawasan distribusi juga melibatkan pemerintah kabupaten/kota agar dinamika di lapangan dapat segera direspons dan dijelaskan kepada masyarakat. Adapun harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg di Jawa Tengah ditetapkan sebesar Rp18.000, dengan pengecualian di wilayah tertentu.

Baca Juga :  Livin’ by Mandiri Dorong Pertumbuhan Laba Bank Mandiri 16,7 Persen Menjadi Rp8,9 Triliun

Ahmad Luthfi memastikan, pemerintah akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian. Kalau ada yang menimbun atau melakukan praktik ilegal, akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Sementara itu, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam menjaga kelancaran distribusi energi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan tidak berlebihan.

“Tidak ada pengurangan kuota. Kami hanya mengimbau penggunaan secara wajar dan efisien,” kata Fanda.

Selain itu, masyarakat diminta aktif melaporkan jika menemukan praktik ilegal terkait distribusi elpiji di wilayahnya agar dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat berwenang.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru