BULOG Pastikan Tebu Blora Masuk GMM, Harga Ikuti Aturan Pemerintah, Manajemen Dibenahi

- Reporter

Sabtu, 4 April 2026 - 05:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLORA – Perum BULOG memastikan komitmennya dalam menyerap hasil panen tebu petani di Kabupaten Blora pada musim giling 2026 melalui PT Gendhis Multi Manis (GMM). Kepastian ini menjadi jawaban atas aspirasi petani yang menginginkan jaminan pembelian hasil panen dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pihaknya telah melakukan serangkaian komunikasi intensif dengan berbagai pihak sebelum mengambil keputusan tersebut. Ia menyebut, koordinasi tidak hanya dilakukan dengan petani, tetapi juga bersama pemerintah daerah.

“Kami sudah bertemu dengan Bupati Blora dan jajaran Forkopimda untuk memastikan ada sinergi dalam menjaga stabilitas sektor pergulaan di daerah ini,” ujar Ahmad Rizal saat kunjungan kerja di Blora, Jumat (3/4/2026).

Selain itu, BULOG juga berdialog langsung dengan para tokoh Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dan perwakilan petani tebu. Dalam dialog tersebut, berbagai aspirasi disampaikan secara terbuka, terutama terkait kepastian penyerapan hasil panen dan keberlanjutan operasional pabrik gula.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Pastikan Kebutuhan BBM dan Akses Pelabuhan Nelayan Terpenuhi

“Kami juga bertemu dengan tokoh-tokoh APTRI dan perwakilan petani. Semua aspirasi kami dengarkan, dan hari ini kami hadir untuk memberikan kepastian,” tegasnya.

BULOG memastikan bahwa pada musim giling tahun 2026, tebu petani lokal Blora yang digiling di PT GMM akan diserap dengan skema beli putus sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Untuk tahun ini, tebu petani Blora akan diserap oleh PT GMM dengan skema beli putus dan harga mengikuti ketentuan pemerintah. Ini bentuk keberpihakan kami kepada petani,” jelas Ahmad Rizal.

Tidak hanya itu, BULOG juga akan segera melakukan pembenahan internal di PT GMM. Perusahaan pelat merah tersebut menargetkan reorganisasi manajemen dapat direalisasikan dalam waktu dekat guna meningkatkan kinerja dan profesionalisme pengelolaan.

“Kami berkomitmen melakukan perbaikan tata kelola. Manajemen PT GMM akan segera kami reorganisasi secara profesional, insyaallah mulai minggu depan,” ujarnya.

Baca Juga :  Wagub Taj Yasin Ajak PWI Berkolaborasi Membangun Jawa Tengah

Ke depan, BULOG juga menyiapkan langkah strategis dengan mengembangkan kawasan industri berbasis tebu di lingkungan PT GMM. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pembangunan fasilitas pengolahan bioetanol berbahan baku tebu dan jagung.

“Selain untuk gula, ke depan kami juga akan mengembangkan pengolahan bioetanol berbahan baku tebu dan jagung. Ini bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sekaligus mendukung energi terbarukan,” tambahnya.

Ahmad Rizal menegaskan seluruh proses dialog dilakukan secara terbuka dan mengedepankan musyawarah. Ia mengapresiasi sikap petani yang menyampaikan aspirasi secara tertib dan konstruktif.

“Kami mengedepankan dialog dan musyawarah. Alhamdulillah, semua berjalan kondusif dan para petani dapat menerima hasil kesepakatan ini dengan baik,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut pun berlangsung dalam suasana aman dan tertib. Para petani yang hadir mengaku puas dengan hasil dialog dan membubarkan diri secara damai, menandai tercapainya kesepahaman antara BULOG dan masyarakat petani tebu di Blora.***

Berita Terkait

KEK Batang Kembali Dilirik Investor Global, Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Dibangun
Jawa Tengah – Fujian Tiongkok Makin Mesra! Teken Dua Kesepakatan Strategis
Kerja Sama Jateng-Iran Dibuka, Investasi hingga Pariwisata Jadi Fokus
Luthfi: Tegal Business Forum Harus Hasilkan Investasi, Bukan Sekadar Seremoni
Gubernur Luthfi Resmikan Investasi Rp480,6 Miliar asal Tiongkok, Serap 500 Tenaga Kerja di Kendal
Jateng Mulai Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia, Investasi Rp1,2 Triliun
Tak Hanya Bangun Pabrik, Investor Singapura Siapkan Kerja Sama Pendidikan Vokasi di Jateng
Sekda Sumarno Ajak Semua Pihak Bangkitkan Koperasi Lewat Semangat Kolaborasi

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:42 WIB

KEK Batang Kembali Dilirik Investor Global, Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Dibangun

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:32 WIB

Jawa Tengah – Fujian Tiongkok Makin Mesra! Teken Dua Kesepakatan Strategis

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Kerja Sama Jateng-Iran Dibuka, Investasi hingga Pariwisata Jadi Fokus

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:36 WIB

Luthfi: Tegal Business Forum Harus Hasilkan Investasi, Bukan Sekadar Seremoni

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:40 WIB

Gubernur Luthfi Resmikan Investasi Rp480,6 Miliar asal Tiongkok, Serap 500 Tenaga Kerja di Kendal

Berita Terbaru