Balik Rantau Gratis, Pemudik Jateng Bawa Harapan Baru Menuju Jakarta

- Reporter

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Siang itu, Jumat (27/3/2026), suasana di Stasiun Tawang tak sekadar ramai oleh lalu lalang penumpang. Ada rasa haru yang menggantung di antara koper, tas jinjing, dan pelukan perpisahan. Ratusan pemudik bersiap kembali ke Jakarta, menutup jeda Lebaran dan kembali menjemput penghidupan.

Kereta Api Tawang Jaya Premium dijadwalkan berangkat pukul 14.15 WIB menuju Stasiun Pasar Senen. Empat rangkaian kereta ekonomi premium dengan total 320 kursi disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui program Balik Rantau Gratis, sebuah ikhtiar untuk meringankan langkah para perantau kembali ke kota besar.

Di salah satu gerbong, Ngatmono (51) duduk dengan wajah sumringah. Pedagang minuman asal Jepara itu tampak tenang. Pria berkemeja warna krem ini menunjukkan rona kegembiraan. Sedari tadi ia bercengkerama dengan istri tersayang. Ketika ditanya tentang program Pemprov Jateng itu, ia sontak mengacungi jempol.

“Alhamdulillah sangat membantu. Sekarang cari tiket susah dan mahal. Kalau tidak ada program ini, bisa Rp 500 ribu per orang. Saya berempat, ya bisa lebih dari Rp 1 juta,” ujarnya sembari menggenggam tiket yang kini tak perlu ia bayar.

Baca Juga :  Gus Yasin Minta Pengusaha SPPG Tingkatkan Sanitasi dan Hindari Pencemaran Lingkungan

Bagi Ngatmono, perjalanan kali ini bukan sekadar kembali ke Jakarta. Ia mengingat betul bagaimana Lebaran tahun lalu harus dilalui dengan kegelisahan karena tak mendapatkan tiket balik.

“Sekarang sangat bersyukur. Terima kasih untuk pemerintah, semoga bisa terus ada. Semoga saya dan keluarga bisa ikut terus,” katanya.

Di kursi lain, Devia Yolanda (23) menatap keluar jendela. Pandangannya seolah masih tertinggal di kampung halaman. Perempuan asal Karanganyar itu tengah menjalani program magang di Jakarta.

“Alhamdulillah kemarin bisa mudik gratis, sekarang balik juga gratis. Saya bisa hemat sampai Rp 1 juta untuk pulang pergi,” ucapnya.

Sementara itu, Ana Yulistanti (50) merasakan pengalaman berbeda tahun ini. Meski sudah empat kali mengikuti program mudik gratis, baru kali ini ia mencoba layanan balik rantau menggunakan kereta api.

“Senang dan terbantu sekali. Kalau tidak ada ini, mungkin saya tidak balik karena mahal,” ujarnya sembari tersenyum lega karena bisa kembali bersama keluarganya.

Program Balik Rantau Gratis ini memang menyasar kelompok pekerja informal yang penghasilannya tidak tetap. Setelah merayakan Lebaran di kampung dan membelanjakan uang untuk kebutuhan keluarga, biaya kembali ke kota sering kali menjadi beban tersendiri.

Baca Juga :  Gus Yasin: Infrastruktur Jateng Sudah 99 Persen, Tantangan ke Depan Butuh Terobosan

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang hadir langsung melepas keberangkatan para pemudik menegaskan, program ini dirancang untuk menjawab persoalan tersebut.

“Setelah mudik, biasanya uang sudah banyak terpakai. Dengan balik gratis ini, mereka bisa kembali bekerja tanpa terbebani biaya tiket transportasi,” katanya.

Lebih dari sekadar fasilitas transportasi, Ahmad Luthfi juga menitipkan pesan kepada para perantau. Ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat kerja, mematuhi aturan, dan tetap mengingat kampung halaman sebagai tempat pulang.

“Di kampung, ada keluarga yang menunggu. Kita ini masyarakat yang guyub, rukun, dan senang bekerja,” ujarnya.

Kereta pun perlahan bergerak meninggalkan Stasiun Tawang. Di dalamnya, tersimpan cerita tentang rindu yang ditinggalkan, sekaligus harapan yang kembali dibawa ke ibu kota. Bagi para penumpang, perjalanan ini bukan hanya soal jarak, tetapi tentang melanjutkan hidup dengan sedikit beban yang berhasil diringankan.*

 

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru