Pemprov Jateng Kaji Kebutuhan Pegawai, Formasi CASN 2026 Menunggu Pusat

- Reporter

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum menerima kepastian terkait pembukaan formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2026.

Hingga kini, pemprov masih berada pada tahap awal pengkajian kebutuhan pegawai yang akan diusulkan ke pemerintah pusat.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno,
usai kegiatan halalbihalal di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 25 Maret 2025.

“Belum ada informasi pembukaan CASN. Kita baru diminta untuk mengkaji kebutuhan formasi yang akan diusulkan,” ujarnya.

Saat ini pihaknya baru diminta melakukan pendataan kebutuhan formasi. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar usulan ke pemerintah pusat.

Baca Juga :  Fort Willem I Ambarawa Jadi Bukti Warisan Budaya Mampu Gerakkan Pariwisata

Terkait isu efisiensi anggaran yang disebut-sebut berpotensi meniadakan formasi CASN tahun ini, Sumarno menegaskan bahwa kewenangan sepenuhnya berada di pemerintah pusat.

Pemerintah daerah, kata dia, hanya bertugas menghitung dan mengusulkan kebutuhan riil pegawai.

“Penetapan ada atau tidaknya formasi CASN itu dari pusat. Daerah hanya mengkaji kebutuhan sesuai kondisi di lapangan,” tegasnya.

Saat ini, Pemprov Jateng juga belum merinci secara pasti jumlah kebutuhan pegawai tahun ini. Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian adalah adanya pegawai yang memasuki masa pensiun.

Baca Juga :  Taj Yasin: Pengembangan EBT Harus Perkuat Ekonomi dan Jaga Lingkungan

Sumarno menjelaskan, konsep pengisian kebutuhan pegawai mengarah pada prinsip “zero growth”, yakni jumlah pegawai baru diupayakan seimbang dengan jumlah pegawai yang pensiun.

“Kita masih mendata kebutuhan, terutama untuk mengisi pegawai yang pensiun. Supaya konsep zero growth itu bisa terpenuhi,” jelasnya.

Dari sisi kebutuhan sektoral, tenaga pendidik masih menjadi yang terbesar di lingkungan Pemprov Jawa Tengah.

Jumlah guru tercatat mendominasi dibandingkan instansi lainnya.

“Kalau jumlah pegawai terbanyak itu guru, hampir sekitar 25 ribu tenaga pendidik,” pungkasnya.*

Berita Terkait

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP
Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Berita Terbaru