Pipa Cisem 2 Beroperasi, Pasokan Gas Stabil Dukung Ekspansi Industri dan Investasi

- Reporter

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG – Pemerintah secara resmi melakukan gas in atau pengaliran gas perdana pada proyek pipa transmisi gas bumi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap 2 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Rabu (18/3/2026). Langkah ini menandai siap beroperasinya ruas transmisi yang menjadi bagian penting dalam sistem energi nasional.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa sebelum diresmikan, seluruh ruas Cisem 2 telah melalui proses uji teknis. Hasil pengujian menunjukkan tidak ditemukan kebocoran sehingga infrastruktur dinyatakan aman dan siap mengalirkan gas ke konsumen industri.

“Seluruh aspek keteknikan sudah selesai. Hasil uji menunjukkan tidak ada kebocoran. Dengan demikian, pipa siap berfungsi dan menyalurkan gas untuk kebutuhan industri,” ujarnya.

Proyek Cisem 2 memiliki panjang sekitar 242–245 kilometer, sehingga secara keseluruhan dengan Cisem 1 mencapai kurang lebih 305 kilometer. Meski lebih panjang dibandingkan Cisem 1, penyelesaiannya hanya berselisih dua bulan dari tahap pertama. Hal ini dimungkinkan karena strategi pembangunan dilakukan dengan pembagian beberapa ruas sehingga dapat dikerjakan secara paralel.

Cisem 1 sepanjang sekitar 60 kilometer sebelumnya diselesaikan dalam waktu 17 bulan, sementara Cisem 2 rampung dalam 19 bulan.

Pembangunan pipa transmisi ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam rangka memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Infrastruktur ini juga mengintegrasikan berbagai sumber gas dari wilayah Timur Indonesia, Natuna, hingga kawasan Andaman ke dalam sistem transmisi gas nasional.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Bawa Jateng Raih Tambahan 50 Ribu Kuota Rumah Subsidi

PT PGN (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan estafet pemanfaatan gas bumi yang mengalir di Pipa Cisem dengan mengintegrasikan pipa transmisi tersebut ke jaringan distribusi gas bumi ke pelanggan. Dalam pengoperasiannya, PGN didukung oleh anak usahanya, PT Pertamina Gas (Pertagas), yang bertindak sebagai operator infrastruktur transmisi tersebut.

“Utilisasi Pipa Cisem diharapkan dapat mencapai manfaat yang optimal untuk memastikan sumber gas bumi domestik dapat dinikmati secara langsung oleh industri dalam negeri. Beroperasinya Pipa Cisem yang dioperasikan oleh Pertagas ini nantinya berpotensi besar untuk menjangkau kawasan industri, sektor komersial, retail, usaha kecil menengah serta memperluas akses jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga,” jelas Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto.

Menurut Wamen ESDM, integrasi tersebut akan mempermudah pengembangan kawasan industri, kawasan pertumbuhan ekonomi, serta kawasan komersial yang membutuhkan pasokan energi stabil dan berkelanjutan. Ketersediaan energi yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain mendukung industri, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi luas. Keberadaan infrastruktur gas dinilai dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kegiatan ekspor, memperkuat devisa negara, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan penerimaan daerah melalui multiplier effect yang signifikan.

Baca Juga :  Semarak Ramadan, D’Modifest Jateng Suguhkan Fashion Show hingga Lomba Hadroh

Arief menambahkan bahwa konektivitas ini akan memberikan fleksibilitas dalam menjaga keseimbangan pasokan (supply) dan penyaluran (demand). PGN berkomitmen memberikan layanan yang andal demi mewujudkan kemandirian energi dan mendukung roda ekonomi negeri.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga diminta untuk mempercepat layanan perizinan yang menjadi kewenangan daerah, seperti persetujuan bangunan dan persetujuan lingkungan. Karena KITB telah berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sejumlah perizinan dari pemerintah pusat telah memperoleh kemudahan, sehingga diharapkan proses investasi dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Wamen ESDM menegaskan bahwa infrastruktur gas merupakan fondasi penting energi nasional yang harus dijaga dan dioptimalkan secara berkelanjutan. Keandalan pasokan energi, menurutnya, menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mendekati 8 persen.

“Dengan kawasan pertumbuhan seperti di Batang ini, kita optimistis target pertumbuhan ekonomi dapat dicapai melalui peningkatan investasi dan aktivitas industri,” tambahnya.

Dengan beroperasinya Cisem 2, pasokan gas untuk kawasan industri di Jawa bagian Barat dan sekitarnya diharapkan semakin stabil. Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem energi nasional sekaligus mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.***

Berita Terkait

Jateng Beri Relaksasi Pajak Kendaraan, Denda dan Pajak Progresif Dibebaskan
Sekda Jateng Buka Borobudur Indonesia Expo 2026 di Magelang, Sumarno: Daya Ungkit Ekonomi
Industri Jateng Tumbuh Pesat, Ahmad Luthfi Kejar KBT Semarang-Batang
Revitalisasi PRPP Jadi Prioritas, Luthfi Bidik Kawasan Rekreasi dan Ekonomi Baru
Investor Dubai Puji Gerak Cepat Ahmad Luthfi, Investasi Rp 5 Triliun Masuk Jepara
Jateng Dapat Penghargaan Layanan Investasi, Jemput Bola Jadi Jurus Jitu Ahmad Luthfi
Investor Dubai Kepincut Jateng, Jepara Dibidik untuk Mini Refinery Rp5 Triliun
PDSI Didorong Jadi Induk Drilling, SP Persada IV Tekankan Kepentingan Negara

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:01 WIB

Jateng Beri Relaksasi Pajak Kendaraan, Denda dan Pajak Progresif Dibebaskan

Jumat, 18 September 2026 - 08:06 WIB

Sekda Jateng Buka Borobudur Indonesia Expo 2026 di Magelang, Sumarno: Daya Ungkit Ekonomi

Kamis, 17 September 2026 - 18:56 WIB

Industri Jateng Tumbuh Pesat, Ahmad Luthfi Kejar KBT Semarang-Batang

Kamis, 17 September 2026 - 18:32 WIB

Revitalisasi PRPP Jadi Prioritas, Luthfi Bidik Kawasan Rekreasi dan Ekonomi Baru

Kamis, 17 September 2026 - 18:24 WIB

Investor Dubai Puji Gerak Cepat Ahmad Luthfi, Investasi Rp 5 Triliun Masuk Jepara

Berita Terbaru