DPR RI Pastikan Stabilitas Pangan Jateng Terjaga Hadapi Lebaran

- Reporter

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan reses ke Jawa Tengah untuk memastikan kesiapan daerah menghadapi Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan stok pangan mencukupi dan pelayanan perbankan siap menghadapi meningkatnya transaksi masyarakat selama periode Lebaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi saat arus mudik dan perayaan Lebaran.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, pemerintah provinsi telah melakukan pemetaan secara komprehensif untuk memastikan kesiapan daerah menghadapi arus mudik dan meningkatnya kebutuhan masyarakat selama hari raya. Persiapan mencakup sarana prasarana transportasi, ketahanan pangan, hingga pelayanan publik di berbagai sektor, termasuk ketersediaan energi.

“Semua sektor kita siapkan. Mulai dari infrastruktur, distribusi logistik, sampai pelayanan publik agar masyarakat bisa menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” kata Ahmad Luthfi.

Dalam menjaga stabilitas pangan, Pemprov Jateng telah melakukan berbagai intervensi pasar, seperti operasi pasar, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga pemberian subsidi distribusi bahan pokok penting. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, BUMN pangan, serta pelaku usaha.

Baca Juga :  8.523 Koperasi Merah Putih Terbentuk, Jateng Kejar Pemerataan Ekonomi Desa

Menurut Ahmad Luthfi, secara umum kondisi pangan di Jawa Tengah relatif aman. Bahkan sejumlah komoditas strategis berada dalam kondisi surplus.

“Beras kita surplus, beberapa komoditas juga surplus. Untuk harga yang saat ini terpantau naik adalah cabai, dan kita sudah siapkan langkah intervensi serta penetrasi harga,” ujarnya.

Ketua Rombongan Reses Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan sektor pangan dan perbankan menjelang Idulfitri. Hal itu dinilai penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik.

Dalam pertemuan tersebut turut dihadirkan sejumlah BUMN pangan dan perbankan, seperti Bulog, ID Food, serta bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yakni BRI, Mandiri, BNI, dan BTN.

“Kami ingin memastikan ketahanan pangan serta kesiapan komoditas kebutuhan pokok bagi masyarakat, terutama agar harga tetap wajar. Dari sisi perbankan juga penting memastikan likuiditas selama Lebaran agar masyarakat tidak mengalami kesulitan,” kata Adisatrya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menyampaikan, stok indikatif sejumlah barang kebutuhan pokok secara nasional relatif aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan, termasuk selama Idulfitri.

Baca Juga :  Wisata Halal Jadi Prioritas Baru Jateng, Pemprov Siapkan Ekosistem Industri Halal

Ia menilai stabilitas harga pangan di Jawa Tengah cukup baik dan masih berada dalam batas harga eceran tertinggi (HET).

“Harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah sangat bagus, tidak ada yang melebihi HET. Hanya satu komoditas yang masih tinggi yaitu cabai rawit merah. Terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah tetap kondusif,” ujar Iqbal.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah berkomitmen mempercepat distribusi barang kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri. Langkah tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi terhadap potensi gangguan distribusi akibat anomali cuaca.

“BMKG menyampaikan ada potensi curah hujan tinggi hingga akhir Maret 2026. Karena itu distribusi kebutuhan pokok kita percepat sejak rapat koordinasi pada akhir Januari lalu,” katanya.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok dapat terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan lebih tenang.*

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru