Keluarga Hartato Nikmati Rumah Layak Berkat Percepatan RTLH Jateng

- Reporter

Rabu, 25 Februari 2026 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Lantai tanah yang masih lembap itu dipijak langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat meninjau rumah milik Hartato, buruh tani di Desa Tawang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Selasa, 24 Februari 2026. Di rumah sederhana berukuran sekitar 8 x 12 meter itulah, empat jiwa bertahan dalam kondisi serba terbatas. Atap rapuh, dinding papan dan gedek, serta tanpa kamar mandi.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari percepatan program rumah tidak layak huni (RTLH) di Jawa Tengah. Namun lebih dari sekadar agenda peninjauan, momen itu menghadirkan dialog hangat sekaligus potret nyata perjuangan warga berpenghasilan rendah.

Saat memasuki rumah, Ahmad Luthfi mengamati setiap sudut bangunan. Pandangannya beberapa kali tertuju ke rangka atap yang tampak lapuk.

“Pekerjaannya apa, Mas? Senang tidak dapat bantuan ini?” tanya Ahmad Luthfi kepada Hartato yang didampingi istri dan anaknya.

Dengan senyum haru, Hartato mengaku bersyukur. Selama ini, penghasilannya sebagai buruh tani tak cukup untuk memperbaiki rumah yang kondisinya kian mengkhawatirkan.

“Kalau hujan gimana, Pak?” tanya Gubernur lagi.
“Kalau hujan deras, miring, Pak. Kadang bocor juga,” jawab Hartato pelan.

Baca Juga :  Kesejahteraan Guru Agama Diperkuat, Jateng Sambut Program Insentif Rp1 Juta

Selain atap yang rawan roboh, lantai rumah masih berupa tanah. Dinding kayu pun tampak tidak rata dan mulai rapuh. Dari data profil penerima bantuan yang ditinjau di lokasi, rumah tersebut juga belum memiliki kamar mandi. Untuk mandi dan buang air, keluarga itu masih menumpang ke rumah tetangga.

“Empat orang tinggal di sini, tapi belum ada kamar mandi?” tanya Ahmad Luthfi memastikan.

“Iya, Pak. Masih numpang,” jawab Hartato singkat.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur menegaskan rumah itu harus segera diperbaiki melalui program RTLH. Perbaikan akan meliputi pembangunan dinding permanen, penggantian rangka atap dan genteng, plesterisasi lantai, serta pembangunan kamar mandi. Ukuran rumah juga akan disesuaikan menjadi 7×9 meter agar lebih kokoh dan layak huni.

Pada kesempatan itu, Hartato menerima bantuan simbolis sebesar Rp 20 juta.

“Sudah, nanti Bapak tenang. Kita buat permanen, lantainya diplester, atap diganti, kamar mandi harus ada. Rumah itu harus aman dan sehat. Jangan sampai keluarga tinggal dalam kondisi seperti ini,” tegas Ahmad Luthfi.

Baca Juga :  Gedung VIP RSUD Margono Soekarjo Segera Hadir, Layani Pasien Banyumas hingga Ciamis

Bagi Hartato, bantuan tersebut bukan sekadar renovasi fisik bangunan, melainkan juga rasa aman bagi keluarganya.

“Alhamdulillah senang sekali mendapatkan bantuan RTLH. Pak Gubernur juga memberikan bantuan sembako serta alat sekolah untuk anak kami,” ujarnya.

Ia mengaku selama ini kerap diliputi rasa waswas setiap kali hujan deras turun. Kondisi rumah yang mulai doyong membuatnya khawatir akan keselamatan istri dan anaknya.

“Kalau hujan deras rasanya takut. Semoga nanti setelah diperbaiki lebih nyaman,” katanya.

Program percepatan RTLH yang digencarkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diarahkan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki hunian yang aman, sehat, dan bermartabat. Kunjungan langsung ke lapangan, menurut Luthfi, menjadi cara memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menjawab kebutuhan riil warga.

Di Desa Tawang, langkah itu dimulai dari sebuah rumah berlantaikan tanah yang segera bertransformasi menjadi tempat tinggal permanen, dan menghadirkan harapan baru bagi satu keluarga kecil di Susukan.*

Berita Terkait

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri
Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari
Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan
Undian Tabungan Bima, Dua Nasabah Bank Jateng Boyong Hadiah Toyota Innova Zenix Hybrid
Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi
Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam
Hadir di Juwana, Samsat Corner dan Samkesdel Permudah Akses Layanan Pajak Kendaraan
Jateng Juara Nasional Realisasi KUR Perumahan, Salurkan Rp 4,96 Triliun untuk 28.275 Debitur

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:31 WIB

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:45 WIB

Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam

Berita Terbaru