Harga Cabai Tembus Rp80 Ribu, Jateng Siapkan Subsidi dan Operasi Pasar

- Reporter

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Untuk menjaga stabilitas harga pangan pokok di masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar. Dalam waktu dekat ini, pemerintah provinsi akan menggelar 308 GPM di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Adapun cek harga pasar dimulai oleh Gubernur Ahmad Luthfi bersama Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, pada Jumat pagi, 20 Februari 2026. Bersama instansi terkait, keduanya menyambangi Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang. Gubernur dan Bupati mengecek stok dan harga bahan pokok apakah terkendali. Selain itu, peninjauan untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok penting selama Ramadan.

Tiba sekitar pukul 07.00 WIB, Gubernur dan Bupati langsung berkeliling pasar. Keduanya berdialog dengan para pedagang dan pembeli. Dari hasil pantauan, sebagian besar harga pangan relatif terkendali. Namun, beberapa komoditas seperti cabai rawit merah dan bawang merah mengalami kenaikan di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) serta di atas rata-rata harga provinsi.

Di tengah kenaikan harga cabai yang menembus Rp 80 ribu per kilogram, Pemprov Jateng akan menyiapkan 308 Gerakan Pangan Murah dan subsidi harga cabai menjadi Rp 65 ribu per kilogram. Gubernur menginstruksikan Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk segera melakukan operasi pasar pada komoditas yang mengalami lonjakan harga.

Baca Juga :  Taj Yasin: Gerakan Pangan Murah Efektif Jaga Pasokan dan Harga Pangan

“Segera tindak lanjuti bahan pokok yang naik. Koordinasikan dengan dinas dan instansi terkait,” ujar Ahmad Luthfi usai berdialog dengan pedagang.

Selain operasi pasar, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan akan menggelar 308 kali Gerakan Pangan Murah hingga Maret 2026. Program tersebut akan dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini, menyatakan, secara umum stok pangan strategis di Jawa Tengah dalam kondisi aman. Bahkan, untuk komoditas beras, provinsi ini mengalami surplus dalam jumlah besar.

“Memasuki Ramadan, 12 komoditas pangan strategis stoknya masih aman. Namun memang terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas,” kata Rini.

Baca Juga :  Tak Lagi Hanya Alas Kaki, Investasi Padat Modal Serbu Jawa Tengah

Ia menjelaskan, rata-rata harga cabai di tingkat konsumen saat ini mencapai sekitar Rp 80 ribu per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam dan daging sapi juga mulai mengalami kenaikan, meski masih di bawah batas HAP.

Menurut Rini, lonjakan harga cabai turut dipengaruhi meningkatnya permintaan dari luar daerah, terutama dari Jakarta, yang harga cabaainya telah menyentuh Rp 100 ribu per kilogram. Tingginya harga di ibu kota mendorong pedagang mengirim pasokan ke luar daerah, sehingga berdampak pada harga di Jawa Tengah.

Sebagai langkah intervensi, Pemprov Jateng menugaskan JTAB menjual cabai dengan harga subsidi Rp 65 ribu per kilogram di tingkat konsumen. Kebijakan ini diharapkan mampu meredam gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.

Dengan kombinasi operasi pasar, subsidi harga, dan Gerakan Pangan Murah, Pemprov Jawa Tengah menargetkan stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga hingga Idulfitri mendatang.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru