Jateng Perluas Kerja Sama India untuk Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja

- Reporter

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menawarkan kerja sama investasi dengan India melalui peluang baru di sektor industri padat karya, tenaga medis dan rumah sakit, hingga ekonomi dan industri hijau. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru di Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan tawaran tersebut saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, di kantornya, Kamis, 19 Februari 2026. Kunjungan itu turut dihadiri sejumlah pengusaha India yang telah menanamkan modal di Indonesia.

Menurut Ahmad Luthfi, realisasi investasi India di Jawa Tengah saat ini menempati peringkat ke-17 dengan nilai mencapai Rp 646,52 miliar. Investasi tersebut tersebar di berbagai sektor, antara lain industri tekstil sekitar 62 persen, hotel dan restoran 16 persen, perdagangan dan reparasi 12 persen, industri kayu 4 persen, serta sektor lainnya.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Lampaui Nasional, Ahmad Luthfi Panen Apresiasi

“Ke depan kami menawarkan green economy, kemudian tenaga medis profesional dan rumah sakit, serta industri-industri padat karya terutama garmen,” ujar Ahmad Luthfi usai pertemuan.

Ia menegaskan, investasi baru sangat dibutuhkan untuk menjaga tren pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang pada 2025 tercatat sebesar 5,37 persen. Pertumbuhan tersebut diikuti penurunan angka kemiskinan menjadi 9,39 persen.

Menurut Gubernur, kontribusi investasi, baik dari penanaman modal asing maupun dalam negeri, berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Untuk itu, Pemprov Jateng juga berencana melakukan studi komparatif ke India guna memperkuat keyakinan investor bahwa Jawa Tengah merupakan provinsi yang ramah dan kompetitif bagi investasi.

Sementara itu, Dubes India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, menyatakan pemerintah dan pelaku usaha India memiliki ketertarikan besar untuk memperluas investasi di Jawa Tengah. Ia menilai terdapat kesamaan karakteristik antara India dan Indonesia, khususnya Jawa Tengah, yang sama-sama memiliki jumlah penduduk besar sebagai potensi pasar dan tenaga kerja.

Baca Juga :  8.523 Koperasi Merah Putih Terbentuk, Jateng Kejar Pemerataan Ekonomi Desa

“Saya mengapresiasi iklim investasi di Jawa Tengah yang stabil, baik secara sosial maupun ekonomi. Perusahaan kami merasa sangat nyaman di Jawa Tengah, seperti di rumah sendiri,” katanya.

Sandeep juga mengungkapkan, pada Agustus 2026 mendatang direncanakan groundbreaking salah satu perusahaan asal India di Jawa Tengah dengan nilai investasi sekitar 30 juta dolar AS.

Dengan potensi kerja sama yang terus berkembang, Jawa Tengah membidik peran lebih strategis sebagai tujuan investasi India di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional di tengah dinamika global.*

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru